Pesona Pengasuh Keponakan Ku

Pesona Pengasuh Keponakan Ku
Menjaga silaturahim


__ADS_3

"sudahlah, lebih baik abang tidur lagi sekarang dari pada terus ngomel, " Maria menerim selimut sampai leher abangnya


"kamu mau kemana, jangan pulang lebih baik kamu nginap saja" Revan sambil membetulkan posisi kepalanya


"mmm... Ya ini mau ngabarin mas Dika, " Maria mengambil handphone yang ada di meja


"jadi dari tadi kamu belum izin sama suamimu ?" Revan yang sudah mau tidur menoleh kearah Maria


"hehe lupa, habisnya abang ngomel terus " kata Maria


"kamu tuh, abang kan jadi gak enak sama Dika, sudahlah abang tidur saja "Revan


"tadi kan Ria sudah bilang, kalau mas Dika biar Ria yang urus, abang istirahat saja besok abang harus masuk kantor, ada meeting.. Ya sudah Ria keluar" Maria mengambil tas dan keluar


Di luar kamar Maria menghubungi suaminya, dia memberitahukan dan sekaligus izin nginap di rumah mamanya


" ok lah kalau mas Dika mau nginap disini juga, saya tunggu dikamar saja, "


"By"


Setelah menghubungi suaminya dia menuju kamar yang ditempati putrinya tidur, tadinya Maria ingin tidur dengan putrinya tapi suaminya mau menyusulnya jadi dia hanya ingin melihat putrinya saja

__ADS_1


Hampir dia memejamkan mata handphone nya bergetar


🌱🌱🌱🌱🌱🌱


" alhamdulillahiladzi.... (doa bangun tidur )" Humai beranjak dari tempat ku ingin kekamar mandi


Jam masih menunjukkan angka 03 :15 dan tidak lupa dia mengecup kepala malaikat kecilnya dan tak lupa mendoakannya


Tengah malam adalah waktu Humai mengadu kepada Yang Maha kuasa, segala kegundahan, kebimbangan dan kegelisahan tentang dirinya maupun yang lain ia adukan kepadaNya


Apalagi tentang malaikat kecilnya tak henti hentinya dia bemunajat mendoakan sang putra, air mata yang selalu menetes Di kala dia mendoakan putranya kerena tidak ada yang bisa menjaga putranya selain Dia


"ya Allah Ya Rohman Ya Rohim kuserahkan semuanya kepadaMu, ihdinash shirotol mustaqim, ya Allah tunjukkanlah dan bimbing hamba dalam menjaga dan mendidik anakku, berilah kesabaran dan ketabahan pada diriku dan orang tuaku dalam membesarkan dan mendidik anakku


Ampunilah dosaku orang tua ku dan almarhum suamiku" aamiiin ya rabbal 'alamin


Humai malanjutkan membaca kitab suci sembari menunggu fajar datang.


Adzanpun berkumandang bagi mereka bagi kaum adam segera bergegas pergi berjamaah sedangkan Humai menunaikan rukun islam yang kedua di rumah saja itu lebih baik bagi kaum hawa untuk menghindari fitnah apalagi dengan status Humai


Pagi telah Humai keluar dari kamar dan memulai pekerjaan di rumahnya, rencananya dia ingin pergi ke rumah mertuanya, dia ingin pamit sekaligus menitipkan putranya

__ADS_1


"pagi bu, ada yang bisa saya bantu bu?" Humai


"kalau kau mau bantu bereskan rumah saja, ibu hanya membuat sarapan biasa saja" kata bu anis


"itu sudah pasti bu, apa adiba belum keluar bu? Humai


"belum Tuh , mungkin habis subuh dia tidur lagi " jawab bu anis


"bu nanti Humai izin pergi ke rumah mertua "


"ya... Emang ada apa dirumah mertuamu "bu anis balik nanya


" nggak ada apa-apa, cuman Humai mau pamit sekaligus nitip Alfa" Humai


"memangnya jadi, apa Yanti sudah ngabarin majikannya " seakan tak rela anaknya pergi jauh


"sudah bu tadi malam dia nelpon Humai"


"ya sudah kalau begitu, tetap menjalin dan menjaga silaturahim itu sangat baik nak, dan ibu bangga sama kamu " bu anis


"biar bagaimana pun mereka kakek neneknya Alfa bu jadi Tidak ada alasan memutuskan silaturahim "

__ADS_1


Humai meninggalkan ibunya di dapur dan melanjutkan pekerjaannya, ia berniat sehari penuh bermain di rumah mertuanya bersama anaknya


__ADS_2