
"hmm bukan begitu bang....Abang itu kan keluarga aku satu satunya yang ada disini, jadi walaupun aku adek Abang tapi Abang tapi aku sangat menghawatirkan Abang" kata Maria
"hmmm " Daffa malas untuk menjawabnya
" bang... aku kenalin ke teman-teman ku yaa? Maria menawarinya
"temanmu yang mana...yang materialistis itu? kata Daffa
"maksudnya siapa ?"tanya Maria
"ya teman-temanmu....ah sudahlah ...kalau sudah tidak ada yang mau dibicarakan lagi aku mau ke kamar " Daffa benar-benar jenuh dengan pembicaraan ini
Daffa beranjak dari sofa yang empuk, dia tidak ingin pembicaraan ini akan mengungkit kejadian masa lalunya
π±π±π±π±π±π±
kembali ke hamparan sawah Dimana di sana ada Seorang wanita sedang memikirkan apa yang yang dikata ole temannya
"pak sepertinya Adiba ini sudah waktunya pulang....saya mau jemput dia dulu" humai pamit
"ya sudah hati hati.. jangan sampai adikmu nunggu kamu terlalu lama," kata pak Luthfi
"assamulaikum "Humai pergi menyusuri jalan setapak
"waalaikum salam "pak Luthfi meneruskan pekerjaannya
humai mengeluarkan kunci motor dari sakunya
Dengan kecepatan sedang dia menuju sekolahnya Adiba
Lima belas menit kemudian Humai sudah sampai dan melihat Adiknya sedang berbicara dengan teman-temannya
"assamulaikum dek Ayuk pulang " ajak Humai langsung
"eh mbak .... waalaikum salam, Ayuk mbak Untunglah mbak Humai cepat datangnya," kata Adiba
__ADS_1
"eh teman-teman gue pulang duluan ya mau cepet istirahat nih ya udah assamulaikum " Adiba pamit pada teman temannya
"waalaikum salam " sebagian mereka menjawab
"Ayuk mbak"ajak Adiba
" sepertinya kamu pengen cepet-cepet nyampe rumah dek.. kenapa "Humai penasaran lihat kelakuan Adiknya
"gak ada apa-apa, cuman mau cepat istirahat, puas puasin habis ujian"tutur Adiba
"ooh "
diperjalanan pulang mereka banyak bercerita apalagi Adiba, dia banyak bercerita tentang ujian yang baru selesai
"huu akhirnya sampai juga"kata Adiba
"assamulaikum " Adiba membuka pintu LP setelah memarkir sepeda motornya
"masuk rumah tuh panggil salam "kata Humai
"hehehe lupa" katanya
" enak aja "seru Adiba
"mbak kok sepi, ibu sama Alfa kemana" Tanyanya setelah menyadari tidak ada celotehan keponakannya
"ibu sama Alfa ke pengajian, dek gimana kalau mbak kerja "tanya Humai
"kerja... kerja apa, dimana, emang mbak bisa kan selama ini mbak gak pernah kerja dan gak pernah kemana-mana " tanya Adiba mencecar Humai
"satu-satu nanya nya " Humai melengos
"ya...habis mbak tidak ada tidak ada hujan tahu tahu mau kerja kan Adiba kaget dan penasaran " bela Adiba
"ya memang mendadak, tadi ketemu teman dia mau nikah otomatis dia berhenti dari pekerjaannya dan soal pengalaman mbak sudah punya...hehe " Humai mulai curhat sekaligus ingin Adiknya mendukungnya
__ADS_1
"sudah punya..... maksudnya ?" dahi Adiba mengkerut tanda tak mengerti dengan perkataan Humai
"ya... pekerjaan teman mbak tuh sebagai pengasuh atau lebih tepatnya baby sister, nah mbak kan sudah jadi seorang ibu jadi... kalau soal pengalaman ya..pasti punya...ya kan"
Humai dan Adiba memang sering bertukar pikiran apalagi setelah kematian Adnan
"ooh..tapi mbak yakin bapak sama ibu mengizinkan " kata Adiba
"makanya kamu dukung mbak ya!" humai
"tapi mbak gimana dengan Alfa " tak lupa mengkhawatirkan keponakannya
"mbak sudah pikirkan semuanya dan ini untuk
masa depan Alfa juga dan kita semua "kata Humai sendu
"lagian Alfa lebih dekat sama ibu "tegas Humai
"ya sudah.... kalau mbak yakin dengan keputusan mbak, saya dukung mbak izin sama bapak dan ibu , ya meskipun aku pun berat ditinggal mbak Humai "kata Adiba
"gak usah sedih kalau mbak jadi kan bisa teleponan atau apalah, banyak jalan menuju Roma.. ya kan"hibur Humai
"sekaligus titip Alfa yaa...jagain,"kata Humai
"ya sudah istirahat sana jangan lupa dhuhur dulu baru tidur "
"ya ustadzah " jawab adiba
π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±
ππππππ baru up lagi
disini lagi musim panen padi jadi authornya kerja keras dulu. ha
dan Alhamdulillah panennya nambah
__ADS_1
semoga dijadikan rezeki yang barokah
aamiin ya Rabbal 'alamin