
bersamaan dengan Maria menutup pintu, Dika pun sudah selesai mandinya
"dari mana"
Maria hanya menggelengkan kepalanya
"kenapa"
" entahlah sepertinya ada yang berubah, atau ada sesuatu gituh" jawabnya
"maksudnya"
"entahlah mas sejak dari tadi kita masuk ke dalam rumah, Ria ada yang berbeda, sepertinya hati ini lebih tenang, tentram, damai, atau apalah, pokoknya auranya lain gitu" jawab Ria tak mampu menjabarkan yang dirasakan hatinya
"mungkin hanya perasaan kamu saja, sudah sana coretan kamu mandi, mas mau lihat dulu"
Maria mengambil handuk dan baju gantinya kemudian masuk kamar mandi, sedangkan Dika keluar menuju kamar anaknya Aretha
"sepertinya benar kata Ria ada yang berbeda dengan rumah ini, terasa lebih damai" kata hatinya membenarkan perasaan istrinya
Dika masuk kamar anaknya, dilihatnya dia tertidur layaknya anak anak begitu polos dan damai, ia dekati dan tak lupa mencium kening putrinya tersebut
"gimana mas, Arethanya" Maria yang sedang menyisir rambutnya yang masih basah
"nggak ada apa apa, bahkan kelihatannya dia sangat lelap tidurnya"
"syukurlah, ya sudah yuk tidur, rasanya badan ini capek sekali" Maria melangkah ke sisi tempat tidur di sebelah Dika
"hm....yang, masak langsung tidur" Dika mulai manja
"lalu mau ngapain" Maria sudah berada dalam selimut
__ADS_1
"yah.... masih nanya, kita buat adiknya Aretha yang" Dika sudah merapatkan tubuhnya
"kasihan Artha kesepian gak ada temannya...yang"
"ya kasihan juga adi kecil mas kan?"
Maria geleng geleng, suaminya ada ada aja alasannya, bahkan anaknya pun dijadikan alasan
"nah itu kamu tahu" Dika langsung menjawab
"tapi mas... badanku benar benar capek sekarang, nggak apa ya kita tunda besok, nanti aku kasih servis yang paling hot, gimana?" Maria mengerdipkan matanya
" ya sudah kalau begitu, tapi janji besok masih pelayanan terbaik, "
"yaa.... kalau perlu aku besok perawatan dulu...ok, sekarang waktunya tidur, selamat tidur suamiku"
"mmuaach, selamat istri cantikku"
setelah malam yang panjang, waktunya sang fajar datang mengawali pagi yang cerah, Humai yang terbiasa bangun di sepertiga malam, Humai bangun dan melakukan kebiasaannya dan menunggu subuh datang
Humai sudah menyelesaikan kewajibannya kepada sang khalik, dan beralih pada kebiasaan baru yakni menjaga dan mengasuh putri majikannya
"yan.... yan.. yan.. bangun sudah subuh katanya kamu mau pulang hari ini" Humai menggoyangkan badan Yanti
" mm...emang ini jam berapa mai" tanya yanti dengan mat terpejam
"ini sudah setengah lima yan"
"ih.. baru setengah lima mai, di luar masih gelap mai"
"ih... subuh dulu, kamu ini mau jadi manten, jadi gak boleh malas, ayuk bangun" Humai menarik tangan yanti untuk bangun
__ADS_1
"ih... bangun, kalau sekarang udah malas, gimana udah malam pertama pasti lebih malas nih... ,ayok bangun... bangun"
mendengar perkataan Humai, Yanti yang tadinya malas bangun tiba tiba langsung duduk di hadapan Humai
"emangnya kamu juga gitu"
"astagfirullah, kamu ih... soal malam pertama aja langsung bangun, disuruh sholat lelet" cibir Humai
"ya...maaf ustadzah...tapi emang benar ya mai,"
"apanya?"
"itu tentang malam pertama, kan kata orang sakit, apa kamu juga gitu mai, kok aku jadi ngeri" Yanti yang polos
"kamu mau dengerin aku cerita tentang malam pertama ku" Humai tersenyum
Yanti langsung mengangguk,
"ya sudah... kamu sholat dulu, baru aku cerita, kalau cerita sekarang sampe siang pun gak habis ceritanya"
"baiklah...tapi janji nanti cerita ya"
"hmmm" jawab Humai datar
Yanti segera mengambil handuk dan baju ganti dan masuk kamar mandi,
disaat Yanti sibuk dikamar mandi, Humai merapikan tempat tidur mereka, setelah selesai dia keluar menuju dapur
Humai mulai mengerjakan apa yang biasa ART lakukan, meskipun disini ia tugasnya menjaga anak majikannya, ia ikut membantu mbok yum, apalagi Aretha belum bangun
sedangkan didalam kamar Yanti kesal tapi sejurus kemudian dia tersenyum, ternyata Humai telah menipunya
__ADS_1
"ish yanti... seharusnya kamu tahu bahwa Humai tak akan menceritakan itu, itukan hal memalukan dan sangat privasi hi..hi..hi..tapi kamu juga bersyukur karena bujuknya rayunya akhirnya kamu bangun" Yanti bicara sendiri dikamar