Pesona Pengasuh Keponakan Ku

Pesona Pengasuh Keponakan Ku
Takdir


__ADS_3

" Humai, kata Yanti, kamu dan Yanti seumuran bahkan satu kelas, tapi kata Yanti status kamu sekarang sudah janda, apa itu benar, maaf ya kalau menyinggung kehidupan mu" sebenarnya Maria ragu, takut menyinggung kehidupan Humai


"tidak apa apa nya, memang benar status saya janda dan sekaligus orang tua tunggal dari anak saya Alfa" tutur Humai


"maaf saya ya Humai, pertanyaanku membuat kamu mengingatkan masa masa sulit kamu,saya juga ikut prihatin diusia yang masih muda kamu sudah menjadi terlebih lagi single parent, pasti berat buat kamu" kata Maria


"namanya sudah takdir nya... tidak ada yang tahu seperti apa kita dimasa mendatang, tawakkal dan ikhlas kan semuanya itu lebih baik daripada kita menyalahkan takdir, dan itu membuat saya lebih tenang dan lega menghadapi semuanya" Humai


"kalian masih muda, apa memang sudah tidak ada bisa yang dipertahankan, sehingga kalian lebih memilih untuk berpisah"


keingintahuan nya membuat ia bertanya kembali dan berpikir kenapa Humai sampai berpisah, melihat dari segi fisik Humai seorang wanita yang mendekati sempurna dan kalaupun dari segi yang lain aura kebaikannya sudah terpancar, apalagi sifat mengayomi bisa terlihat bagaimana dia dalam menjaga Aretha, meskipun itu baru sehari


"suami saya diambil pemiliknya nya... pemilik sejatinya"


"maksud kamu, dia kembali ke istrinya, jadi kamu merebut suami wanita lain" Maria curiga


"bukan nya, maksud saya suami saya kembali ke pangkuan Ilahi Robin... saya janda ditinggal mati , bukan di cerai"


"oh.. maaf telah menuduhmu seperti itu dan maaf juga membuat kamu membuka luka lama" kata Maria

__ADS_1


" tak apa bu, tidak ada yang terluka, saya sudah mengiklaskan suami saya sejak di vonis dokter, "


" oh ya, saya rasa sudah cukup apa yang saya ingin tanyakan kepada mu, saya berangkat " Maria beranjak dari tempat duduknya dan kembali ke kamarnya mengambil tas dan beberapa berkas yang akan dibawa.


Maria sudah selesai dengan urusannya dikamar kemudian dia turun dan melihat Aretha sedang bermain dengan Humai, dia kembali duduk sembari menunggu taxi yang ia pesan secara online


jam sembilan tiga puluh, mbok yum datang mengatakan taxi yang Maria pesan sudah datang


"Aretha mama berangkat ya, baik baik dirumah, Humai kalau ada apa dengan Aretha cepat hubungi saya, mama berangkat ya sayang... mmuach"


" baik nya... non sallim sama mama"


"salim?" Aretha tak tahu karena yang ia hanya cium pipi papa dan mamanya


"oh" Aretha segera melakukan seperti yang dikatakan Humai


belum sempat keluar dari rumah, Yanti datang dengan tergesa gesa


"kamu kenapa yan, kok seperti buru buru" tanya Maria melihat Yanti

__ADS_1


"anu bu... rencananya saya pulang siang ini karena ibu masih disini saya sekalian mau pamit bu," Yanti mengambil tangan Maria da mencium punggung tangan mantan majikannya


"baik hati hati ya, semoga pernikahan lancar dan menjadi semoga bahagia sampai menjadi kakek nenek"


"Aamiin"


Maria pun berangkat setelah diantar Yanti kedepan


"yan, nanti kamu pulang naik apa, kalau kamu pulang siang ini sampe disana pasti malam " Humai yang berjalan sama Aretha menghampiri Yanti


"kamu tenang aja, tadi kan kamu lihat aku udah dapat pesangon plus lagi, jadi aku udah pesan tiket pesawat tadi, biar cepat sampai disana dan bisa cepat istirahat" kata Yanti


"mbak Yanti mau kemana, kok ada tas segala" tanya Aretha


"mbak Yanti mau pulang non, sekarang non dijaga sama mbak Humai, jadi non baik baik sama mbak Humai ya, semoga non Aretha nanti menjadi anak yang baik dan berbakti kepada mama dan papa"


"Aamiin"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


"Ria kamu dari mana, kok ini sudah ada diluar" tanya Daffa


"


__ADS_2