Pesona Pengasuh Keponakan Ku

Pesona Pengasuh Keponakan Ku
dua sisi berbeda


__ADS_3

"aku hanya berpikir bagaimana cara memberitahukan pada majikan ku!"seru Yanti


"memang kenapa....kan tinggal ngomong


mau nikah" kata Humai


"bukan begitu Humaii.....dulu sebelum aku mulai pekerjaan, majikan ku sudah mewanti-wanti kali mau berhenti harus bilang dulu supaya mereka bisa segera mencari ganti sebelum aku benar-benar keluar "Yanti menjelaskan


"ooh begitu... emangnya kenapa harus segera dapat ganti, apa hanya kamu yang bekerja di sana" tanyanya ingin lebih tahu


"tidak..ada beberapa art disana kami mempunyai tugas masing-masing, dan tugasku menjaga anak majikan ku "kata Yanti


"dan kamu tahu kan anak kecil apabila ada orang baru kadang susah untuk didekati "Tutur Yanti


"ya aku mengerti.....sama dengan Alfa kalau sudah kalau ada orang baru malah nangis " Humai ingat akan sikap anaknya


"Alfa.... siapa Alfa "tanya Yanti


"oh ya...aku belum cerita ya.. kalau aku sudah punya anak, namanya AlFARIZI ADNAN " Humai bangga walaupun dia janda


"jadi kamu single parent dan di mana anakmu sekarang " Yanti


"ya dan sekarang lagi ikut ibu ke pengajian, anakku lebih dekat dengan ibu " Tutur Humai

__ADS_1


"oh ya kenapa ?" tanya Yanti


"ya mungkin dia merasa di abaikan sewaktu mas Adnan sakit, kan aku lebih fokus mengurus almarhum "katanya


tiba ada ide


"eh mai kenapa gak kamu aja yang gantiin aku, kamu kan sudah punya anak pasti kamu lebih tahu cara mengambil hati anak kecil "kata Yanti semangat


"hahh... maksudnya?" dahinya mengkerut kaget


"ia mai...kamu pasti bisa momongin anak kecil "kata Yanti


" bukan itu.... kenapa harus aku?"tanyanya penuh keraguan


"gini ya humai, pertama seperti yang aku bilang kau pasti bisa mengasuh anak majukan ku,


ketiga kamu sekarang jadi single parent jadi mau tidak kau harus memenuhi kebutuhan kau dan anakmu meski masih ada ayahmu tapi apa kamu mau membebani ayahmu terus di tambah ada anakmu dan masih ada adikmu yang juga membutuhkan biaya,


dan keempat majikan ku orangnya baik cuman itu, mereka itu sibuk" penjelasan Yanti membuat Humai berpikir tentang dirinya dan keluarganya


"iya ya....tapi yan... gimana kalau bapak dan ibuku tak mengizinkan " Humai takut orang tuanya tak mengizinkan apalagi sampai marah


"tapi kamu mau kan mai.."Yanti

__ADS_1


humai mengangguk pelan


"ya nanti sore aku kerumah kamu, biar aku bicara dan minta izin pada orang tuamu, ya sudah sekarang aku pulang dulu sepertinya hari sudah siang " kata Yanti sekalian dia pamit pulang


kini tinggallah Humai sendiri


"apa ini benar ya...ya Allah tunjukkanlah jalan yang engkau ridho i untuk ku dan keluarga ku terutama untuk anakku" sembari berdoa di dalam hati


"ya aku harus melanjutkan hidupku, aku tidak mau merepotkan ayah dan ibu terus mereka sudah sepuh dan kebutuhan ku semakin banyak,apalagi alfa Semakin besar dan membutuhkan biaya " gumam Humai


sambil melihat hamparan sawah yang hijau dan angin yang menerpanya hingga membuat Humai harus membetulkan kerudungnya


🌱🌱🌱🌱🌱🌱


sementara ditempat lain


"bang.....Abang kapan nikah, aku capek bang ditanya terus oleh mama" tanya Maria


"hmmm " jawab Daffa sekenanya


"udah kamu gak usah ngurusin Abang, tanggung jawab kamu tuh pada keluarga mu, bukan abang" sambung Daffa


DAFFA RAMDHAN ALTHAF seorang CEO yang dingin dan jangan tersenyum apalagi sama orang yang belum dikenalnya

__ADS_1


pengalaman dan kisah hidupnya yang merubah sifatnya, tidak ada kata mani didepan umum melainkan sikap angkuh dan dingin, itu membuat orang yang belum mengenalnya enggan berkata-kata


"hmmm bukan begitu bang.. abang itu kan keluarga ku satu satunya disini, jadi walaupun aku adek Abang tapi aku sangat mengkhawatirkan abang" kata maria


__ADS_2