
"mbak Humai benar, ya udah Retha cari mama dulu, Retha tinggal dulu ya mbak" Aretha berlari penuh semangat mencari mamanya di lantai atas
"hati hati non, takut jatuh non, jangan lupa ucap salam" seru Humai
Aretha terus berlari menuju ke ruang papanya
"assalamualaikum papa, mama, Retha izin masuk ya" Aretha membuka pintu tanpa jawaban dari dalam ruangan
Aretha masuk dan melihat ke sekeliling ruang kerja papanya
"ma..pa.. kalian lagi apa, habis main kejar kejaran ya, kok ngos ngosan gitu, dan lagi baju kalian kok kusut, kalau mau main ajak Retha dong, aku kan juga mau main sama papa dan mama" cecar Aretha begitu polos
"hahh...ndak gitu sayang" Maria salah tingkah didepan anaknya
"aduh gimana nih, lagian mas Dika sih, masih siang gini, minta dilayani, huh" batin Maria bicara
sementara Dika sedikit kesal dengan kedatangan Aretha
"ya gagal deh, gini nih kalau udah punya buntut, mau mesra sama istri harus cari waktu dan kesempatan, ya terpaksa main solo dulu" Dika bermonolog dalam hati dan beranjak pergi ke kamar mandi
"eh Aretha kok langsung masuk, sepertinya tadi minta izin dulu, belum di jawab kok sudah buka pintu, ingat itu nggak boleh sayang" dengan alasan seperti itu Maria bisa mengalihkan perkataan Aretha
__ADS_1
"hehehe maaf Aretha langsung masuk, habis Retha nggak sabar mau ngajak mama shopping"
"hah...shoppiiing, sayang ini sudah menjelang sore, waktunya nggak banyak, belum sampai ke mall tahu tahu sudah malam" kata Maria
"ya ma, oh ya handphone mama mana," Aretha begitu semangat untuk mencari apa yang ia inginkan
"hah... handphone buat apa, nyari handphone mama?" semakin tak mengerti
"ya katanya kalau ke mall kita sudah tanggung, jadi kita online shop aja,"
"oh... jadi retha mau online shop aja, kenapa tidak bilang dari tadi, lagian mau nyari apa sih kok semangat banget" Maria mengambil handphone nya dan duduk bersama Aretha, dia mulai membuka aplikasi online shop nya
"iih... gimana sih mama lupa ya, kita kan janjian mau beli mukennah, tapi kata mama dan mbak Humai tanggung kalau harus pergi, maka dari itu, aku mau online saja, sekalian bisa milih bareng mama" kata Aretha
"eh papa, ya Aretha mau belajar sholat, jadi Retha mau beli mukennah yang bagus dan lucu"
"emang ada ya mukennah buang lucu, bukankah kalau lucu itu boneka ya" Dika menggoda anaknya sembari duduk di dekatnya
"kita lihat aja sekarang" sambil melihat ke benda yang dipegang mamanya
Maria mengetik di kolom pencarian dan akhirnya keluar gambar mukennah untuk anak anak, ada yang polos, motif bunga bahkan ada yang bergambar animasi
__ADS_1
Aretha sangat senang akhirnya dia memilih beberapa mukennah untuknya
"ma cari mukennah untuk orang dewasa dong ma" pipinya Aretha
"buat apa"
"aku mau membelikan mbak Humai juga, lagian mama nggak mau beli juga?"
deg
" mm itu....mama belum bisa sholat" anaknya memang suka mengkritik
"mama harus belajar nanti malu sama Retha, ini Aretha belajar sholat, takut malu sama Alfa, Alfa dari kecil sudah belajar masak Aretha yang lebih besar nggak tahu sholat, malulah Retha kalau nanti aku minta diajari Alfa" kata Aretha
" ih kok gitu, itu namanya nggak punya pendirian sayang"
"benar kata mama, jangan ikut ikut, ya kalau baik, kalau jelek gimana" Dika menimpali
"kata mbak Humai nggak apa apa kok, Retha belajar sholat karena malu, nanti lama lama jadi kebiasaan, daripada tidak belajar atau tidak sholat sama sekali, lagian tidak merugikan orang lain kok"
perkataan Aretha membuat Pasangan suami istri itu diam, sedangkan Aretha mencari mukennah dewasa untuk Humai, ia mencari yang berpasangan
__ADS_1
"ma ini cantik deh, aku klik ini aja ya, duh nggak sabar nih,kapan datangnya"
sementara itu hatinya Maria semakin tidak tenang, benar kata anaknya dari mulai dengan terpaksa lama lama akan menjadi kebiasaan,seperti kata pepatah ala bisa karena sudah terbiasa