Pesona Pengasuh Keponakan Ku

Pesona Pengasuh Keponakan Ku
sukses bukan dari keturunan


__ADS_3

"ya sudah diangkat, kalau lama bisa ngomel dia, kayak perempuan"


"kamu ini.... gitu gitu dia abang kamu, dan tentu kakak ipar terbaik"


"iya... ya sudah buruan angkat"


" hallo bang, ada apa bang"


"hallo Dik, kalian masih di penjamuan kan, mm... gimana hasil pertemuan mu dengan pak Hendra" tanya Daffa tanpa henti


"ya bang kita masih disini dan masalah kerjasama itu akhirnya kita berhasil, pak Hendra mau kerjasama dengan perusahaan kita" Dika cukup bangga dengan pencapaian nya


"syukurlah, tidak sia sia aku mengutus kamu untuk ketemu sama pak Hendra"


"terimakasih ya bang, memberikan kesempatan ini padaku"


"ya sudah... kalau memang tidak ada yang mau dibicarakan lagi sebaiknya kalian segera pamit, kasihan Aretha sendiri"Daffa sedi


"ya bang, sebentar lagi kami pulang, sekali lagi terima kasih bang"


Dika tersenyum memikirkan kakak iparnya, dari awal dia menjalin kasih dengan istrinya alias Maria, hanya kakak iparnya yang mendukungnya dari seluruh keluarga besar istrinya, Daffa yang bersikukuh menerima hubungannya dengan Maria walaupun keluarga besar istrinya menentang, bahkan ia kakak iparnya sampai harus melawan mamanya alias mertua Dika


"tadi abang bilang apa kok senyum senyum sendiri" sambil memasukkan makanan kedalam mulutnya

__ADS_1


"nggak ada apa apa, tadi abang cuma kasih selamat atas keberhasilan kita" jawab Dika


"lalu kenapa kok senyum senyum sendiri?"


" ada deh, udah segera selesaikan makannya, sudah itu kita pulang, kasihan Aretha, tadi katanya kepikiran sama Aretha"


tak berapa mereka selesai dengan hidangan yang diambil mereka, dan mereka pun pamit, tadinya pak Hendra mencegah mereka untuk pulang karena jam masih menunjukkan angka sembilan, tapi dengan alasan anak mereka akhirnya pak Hendra mengizinkannya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


di lain tempat


yakni di kediaman Wiguna, seseorang berdiri menghadap jendela, di rumah yang seperti istana ini ia hanya tinggal sendiri, hanya ditemani beberapa pelayan, mereka yang selalu siap melayani perintah tuannya, sedangkan nyonya besar yang ada di istana ini lebih memilih tinggal diluar negeri sejak suaminya meninggal


nyonya Wiguna begitu terpukul dengan kepergian Almarhum suaminya, sehingga dia memilih tinggal di negara tetangga sebagai tempat memulai hidup baru, tapi dia lupa akan anak anaknya yang sedang masa labil juga butuh perhatian dan kasih sayang, beruntung Daffa sebagai laki laki satu satunya bisa menjaga segala peninggalan papanya termasuk menjaga dan memberikan kasih sayang pada adiknya, itulah yang membuat hubungan nyonya Wiguna sebagai ibunya dengan Daffa sebagai anak menjadi renggang, dan karena itu pula kasih sayang terhadap Maria sangat besar, segala yang diinginkan Maria dituruti termasuk hubungannya dengan Dika, tentu di telah menyelidiki siapa Dika


orang yang mau bekerja keras dan tidak gampang menyerah pasti menuai kesuksesan, karena kesuksesan itu bukan dari keturunan tapi hasil dari kerja keras, itulah pendapat Daffa saat keluarga besarnya menentang hubungan Maria dan Dika,


Dika yang notabene nya bukan dari keluarga pebisnis secara terang terangan ditolak masuk dalam keluarga Daffa, tapi Daffa menjadi barisan pertama yang mendukung dan menghalangi orang yang menginginkan Maria dan Dika


"aku tidak salah memilih kamu untuk menjaga adikku" Daffa bicara sendiri


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


kembali ke kediaman Dika


setelah berjibaku dengan asap kendaraan, akhirnya mereka sampai


pak satpam yang selalu standby diposnya segera berlari membuka gerbang


sepasang suami istri itu masuk ke dalam rumah, setelah bekerja seharian ditambah menghadiri jamuan makan malam koleganya, tubuh mereka benar butuh istirahat, mereka langsung ke kamar, mau menyapa pun tidak ada orang, semuanya lagi istirahat


setelah sampai dikamar, Maria segera mengambil pakaian ganti untuk suaminya dan menyuruhnya mandi terlebih dahulu, sedangkan ia sendiri melepaskan satu persatu atribut yang melekat di badannya.


"mm.... seperti ada yang beda, tapi apa ya?" gumamnya dalam hati


Maria memperhatikan seluruh isi kamarnya


"tidak ada yang berubah" gumamnya lagi


tidak berhenti disitu, Maria membuka pintu kamarnya dan melihat keseluruh isi rumahnya, karena tak menemukan apapun akhirnya dia masuk kembali


bersamaan dengan Maria menutup pintu, Dika pun sudah selesai mandinya


"dari mana"


Maria hanya menggelengkan kepalanya

__ADS_1


"kenapa"


" entahlah sepertinya ada berubah, atau ad sesuatu


__ADS_2