Pesona Pengasuh Keponakan Ku

Pesona Pengasuh Keponakan Ku
bertanya


__ADS_3

" ooh..itu Alfa sedang belajar sholat"


"dede Alfa belajar sholat, kalau gitu Retha juga mau belajar sholat, kalau Retha tidak belajar nanti Retha malu sama dek Alfa"


"apa... non mau belajar sholat, " perkataan Aretha membuat Humai dilema


sebenarnya Humai sangat senang bisa berbagi ilmu itu bisa menjadikan ladang pahala untuknya, tapi Humai ragu apa keluarga majikannya sama dengannya


"ya. mbak.... masak Retha kalah sama dede Alfa, kan gak lucu"


"hmm... ya nanti mbak Humai ajarin sama kayak dek Alfa, tapi kita bilang dulu sama mama"


"ya udah sekarang aja, gak usah nanti," dengan semangat empat lima


"kan mbak sudah bilang, nanti bilang dulu sama mama, lagian mbak sudah selesai sholatnya"


"ya sudah nanti aja, dan gak usah tunggu mama, pasti mama pulangnya telat lagi"


"sabar ya non, papa mama kerja buat masa depan non supaya non bisa sekolah yang bagus dan bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan atau cita cita non"


"ya nggak apa apa, Retha sudah bahagia karena ada mbak Humai"


"ya sudah kita keluar yuk, non mau kemana" Humai mengalihkan pembicaraan tujuannya supaya nona kecilnya lupa tentang apa yang dibicarakan tadi


merekapun keluar dan bermain tentunya sambil belajar, Humai mengeluarkan beberapa APE dari tempatnya untuk dimainkan oleh Aretha, banyak yang mereka mainkan mulai dari mengenal huruf, tebak tebakan sampai permainan motorik kasar pun mereka mainkan, karena hari pun sudah sore dan senja pun mulai nampak, akhirnya mereka mengakhiri permainan tersebut, waktunya Aretha membersihkan diri dan dibantu oleh Humai


Adzan maghrib pun telah selesai dikumandangkan, waktunya bagi umat muslim menghadap kiblat mengkhusu'kan diri pada sang Maha pencipta


" ayo mbak Retha juga ikut mbak sholat,"


" ya sudah ayok"


Humai pergi kamar mandi dan berwudhu, Humai keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju lemari untuk mengambil mukenah


"kenapa mbak Humai pakai itu, dek Alfa tidak pake"

__ADS_1


"iya setiap wanita muslim di dunia kalau mau sholat harus menutup aurat yaitu seluruh badan kecuali wajah dan telapak tangan"


"nah... Dek Alfa itu perempuan apa laki laki?"


"laki laki, kan dek ganteng"


"karena dek Alfa laki laki maka tidak usah menutup seluruh badan, cukup pakai pakaian yang rapi sopan dan bagus itu saja sudah baik"


" kalau gitu, Aretha juga mau pake juga" kata Aretha


"maaf non mbak Humai tidak punya mukennah yang kecil, adanyà yang besar"


"tapi aku ingin pake" mulai mengeluarkan jurus jitu seorang anak kecil apalagi kalau tidak menangis


Humai berpikir bagaimana caranya agar Aretha tidak, dan ia pun ingat pada masa dulu, dan ia pun berjalan kearah lemari dan di sana ia mengambil 2 kain sarung,


" ya udah sini"


Humai memakai sarung itu seperti ninja


" he he... sayang untuk sementara pakai ini dulu ya, kan yang penting menutupi aurat, dan... Non Retha tahu nggak, dulu waktu mbak seumuran non pada saat belajar sholat mbak juga pakai seperti inii! Humai merayu Aretha


"ya sudah ayok, kapan kita sholat nya" anak Aretha


sudah beberapa hari ini Aretha meniru kegiatan Humai, tapi tidak setiap waktu, sedangkan Humai semakin bingung


POV HUMAI


sudah beberapa hari ini aku bingung, apa aku harus mengikuti kemauan Non Retha, sebenarnya aku sangat senang bila mengajari Non Aretha, tapi aku salah, aku takut keluarga kepercayaan mereka tidak sama denganku


keluarga non Maria sepertinya bukan dari kalangan pribumi Asli, aku melihat non Maria seperti kebule bulean, sedangkan tuan Dika walaupun ketampanan nya tidak seperti bule tapi di dia mempunyai kharisma tersendiri sebagai orang pribumi Asli


aku sempat berpikir mau menanyakan kepada mbok yum tentang kepercayaan keluarga majikanku, tapi aku takut ini malah menjadi ghibah


tapi aku takut ini menyinggung perasaan mereka,

__ADS_1


end


setelah beberapa hari Humai bingung harus berbuat apa, akhirnya ia mempunyai keberanian dan kesempatan kepada Maria


setelah berjalan jalan sedikit di sekitar komplek perumahannya, Maria yang sedang tidak bekerja duduk di taman belakang rumah, Maria baru saja jalan jalan bersama Aretha


"ini tentunya, nya" Humai membawakan minuman atas inisiatif sendiri


"oh makasih mai"


"sama sama nya, mmm.... nya...anu" kata Humai ragu


"ada apa mai, sepertinya ada yang mau dibicarakan,"


"mm... ya nya, tapi ..."


"bicaralah.... apalagi kalau ini menyangkut Aretha"


"ya nya...mm... begini nya, saya mau menanyakan sesuatu tapi saya mohon anda jangan tersinggung dengan pertanyaan saya,


mm....karena disini tugas saya mengasuh non Aretha, jadi pasti yang ingin saya tanyakan ini menyangkut Non Retha" kata Humai panjang lebar


"kamu sebenarnya mau nanya apa, kok sampai menyinggung perasaan ku"


"sekali lagi saya mohon maaf nya tapi saya melakukan ini karena ini karena bentuk tanggung jawab saya kepada Nona kecil terlebih lagi tanggung jawab saya terhadap Tuhan"


Maria mengkerut kan dahinya dan semakin tak mengerti dengan perkataan Humai


"hh.. baiklah... sekarang katakan apa yang ingin kamu tanyakan"


"mm... kalau nyonya keberatan dengan pertanyaan saya cukup nyonya menjawab iya atau nggak saja"


tentu Maria sedikit tersinggung dengan perkataan Humai tapi Maria menahannya


"hmm"

__ADS_1


"mm...nya apakaah...kepercayaan anda sama dengan saya,"


__ADS_2