
"ish yanti... seharusnya kamu tahu bahwa Humai tak akan menceritakan itu, itukan hal memalukan dan sangat privasi hi..hi..hi..tapi kamu juga bersyukur karena bujuknya rayunya akhirnya kamu bangun" Yanti berbicara sendiri dikamar
Yanti segera menyusul Humai dan yang lain di dapur, mbok yum dan Humai sedang berada di dapur, dan diluar dapur ada mbak ina yang bertugas untuk bersih bersih, tapi mbak ina tidak menginap, dia mulai bekerja dari pagi dan pulang jam tiga sore
"mai, kamu kok kesini sih katanya mau cerita tentang itu" kata Yanti setelah sampai di dapur
"cerita apa" Humai pura pura lupa
"cerita pengalaman kamulah" sergah Yang
"ehmm, sekarang say mau nanya saya kamu, menurut mu apa yang dilakukan suami istri itu memalukan apa tidak" Kata Humai
"maksudnya"
" begini, apa yang kamu rasakan apabila melihat suami istri atau sepasang kekasih melakukan hubungan intim di depanmu"
tanya Humai diperjelas
" iiihh... malu lah dan pastinya jijik, itukan hal memalukan jangan sampai orang tahu" jawab Yanti
" ya sudah, berarti aku gak usah cerita" kata tanpa menoleh
" eeh... tidak bisa begitu kamu kan udah janji, dan janji adalah hutang" Yanti tidak mau kalah
"janji yang tidak berfaedah atau yang tidak baik itu gak perlu dilaksanakan atau tidak membayar"
"kok gitu, janji adalah hutang, hutang itu harus dibayar" Yanti kekeh
"sekarang gini, kalau aku janji mau membunuh atau mau melukai seseorang apa janji itu wajib di laksanakan atau dibayar"
"nggak gitu kali"
"baiklah, tadi seandainya kalau kamu bangun dan aku berjanji mau telanjang dihadapan mu, apa perlu aku lakukan?" tanya Humai lagi
"ihh ogahlah, jijik, emang aku lesbian," sarkas Yanti
__ADS_1
"nah itu kamu jijik, apa bedanya dengan permintaan kamu"
"hi...hi..hi.. iya ustadzah, maaf "
sedangkan mbok yum yang berada disamping mereka hanya mendengarkan perdebatan antara Humai dan Yanti
"mbok bagaimana pendapat mbok" tanya Humai yang merasa tidak enak karena seperti mengabaikan mbok yum
" mmm... sebenarnya mbok gak ngerti apa yang kalian bicarakan tapi kalau menyangkut masalah privasi lebih baik jangan diumbar, itu tidak baik"
"nah tuh dengerin kata orang tua tuh"
"lagian ini hari pertama aku kerja, masak kamu ngajakin aku ngerumpi sih, senior apaan"
"iya.... iya.. kalah deh aku, keroyokan sih"
"tenang saja, tanpa kamu belajar atau mendengar pasti kamu akan ada insting, ha.. ha.. ya kan mbok" canda Humai
"mulai deh, tadi aja kayak ustadz, keroyokan lagi" kata Yanti manyun
Humai berjalan menuju kamar Aretha, bersamaan dengan Humai menutup pintu kamar Aretha, begitu pula kamar Maria terbuka
sepasang suami istri itu mengenakan baju olah raga, rupanya mereka ingin menyegarkan badan dengan menghirup udara pagi yang segar
"sepertinya ada orang asing masuk kamar Aretha, apa aku cek dulu ya" guman Maria
"ayo sayang, katanya mau jogging, kok masih depan pintu" anak Dika
"eh mas, ayuk.."
"kenapa sih" tanya Dika penasaran melihat wajah istrinya
"ehm... sepertinya ada orang masuk kamar Aretha" jawab Maria
"Mungkin itu Yanti, kan katanya dia mau kembali kemarin" kata Dika sambil menuruni satu persatu anak tangga
__ADS_1
"oh ya..ya... ya udah ayok"
setelah sampai di lantai dasar, mereka bertemu Yanti yang sedang bersih bersih
"lho yan, kamu disini..kapan kamu sampai...dan tadi siapa yang masuk kamar Aretha?" tanya Maria sepertinya bingung
"ibu...satu satu bu, kan Yanti bingung mau jawab" Yanti terkekeh mendengar pertanyaan majikannya
sedangkan Dika hanya menggelengkan kepalanya
"saya, eh bukan, kami maksudnya, kami sampai disini sore bu hampir masuk magrib, dan yang tadi masuk kamar non Aretha adalah pengganti saya bu"
" hah.. kok bisa langsung masuk, nanti Arethanya nangis yan, Aretha kan sudah didekati orang asing" kata Maria tak percaya
"ibu.... tenang saja, mereka sudah dekat dan sudah akrab malah"
"oh ya, bagus itu, ya sudah kita jogging dulu" kata Dika yang sedari tadi diam
Yanti meneruskan pekerjaannya, sedangkan sepasang suami istri itu menuju keluar
"mas, aku jadi penasaran, seperti apa orang yang dibawa Yanti, kok Aretha langsung dekat" kata Maria
" sudahlah, nanti kita akan tahu, sekarang kita fokus olah raga biar nanti olah raga malamnya makin kuat" goda Dika
"ih..kamu" Maria merona
setelah beberapa menit mereka joging, akhirnya mereka sudahi, waktunya mereka bersiap siap ke kantor
sepasang suami istri itu duduk di meja makan mau memulai sarapan pagi,
"pagi ma, pagi pa" dari atas Artha menyapa
"pagi sayang" mereka berdua menoleh ke arah Aretha datang
dan mereka sama diam saat melihat orang yang bersama Aretha
__ADS_1
"pantas saja, auranya beda" kata Maria