Pesona Pengasuh Keponakan Ku

Pesona Pengasuh Keponakan Ku
angan angan Maria


__ADS_3

"Ria kamu dari mana, kok ini sudah ada diluar" tanya Daffa


"aku baru sampai bang, aku tadi bilang mau telat" jawab Maria


"abang sendiri dari mana"


"aku tadi ketemu klien di cafe depan, oh ya kamu aku tunggu di ruangan ku, ini mengenai kerja sama dengan pak Hendra" kata Daffa


"ya bang, tapi aku ke ruangan ku dulu, ada beberapa berkas yang perlu tanda tangan abang" sambil berjalan menuju ruangan masing masing


lima belas menit kemudian, Maria menuju ke ruangan sang pimpinan perusahaan alias abangnya


"hai bang Andri... didalam gak ada tamu kan?"sapa Maria pada sekretaris abangnya


Andri yang sedang fokus pada layar komputer di depannya sedikit terkejut


"Eh bu Ria.... gak ada bu... silahkan masuk" kata Andri


"aish... sudah berapa kali aku bilang, jangan panggil aku ibu, kayak emak emak gue padahal aku nih adik bang Andri"


"tapi ini kantor bu, jadi maaf saya kembali ke mode cool" jawab Andri menambah kekesalan Maria

__ADS_1


"tau ah"


Maria mendesak kesal terhadap sekretaris sekaligus sahabat abangnya, dulu ia sempat berpikir dan takut kalau abangnya mempunyai kelainan, bagaimana ia tidak berpikir seperti itu di perusahaan lain pemimpin perusahaan berlomba lomba mencari sekretaris wanita yang super duper, tapi abangnya lain malah mempekerjakan sahabatnya sebagai sekretaris, laki pula, kalau perempuan kan enak, bisa dicomblangin untuk abangnya


Maria langsung masuk tanpa mengetuk pintu dulu, dan dia melihat Daffa sedang fokus mempelajari berkas perusahaan, ada beberapa perusahaan yang mengajukan kerja sama dengan perusahaannya


"hm... kalau tiap hari abang pacarannya sama kertas doang, kapan abang bisa cari pacar yang bisa dipeluk" Maria kesal karena Daffa terlalu fokus pada kertas yang di depannya, yang membuat ia tidak sadar Maria sudah duduk di depannya


"heh.. kapan kamu masuk, kok tiba tiba sudah duduk"


"oh.. aku panggil jin yang membantu ratu bilqis, ajaib kan bisa langsung duduk" Maria meledek abangnya


"udah jawab yang bener, gak usah kemana mana, lagian kamu kenapa sepertinya kesal" kata Daffa datar


"maksudnya"


"ya iya lah gara gara abang terlalu fokus, sampai sampai gak sadar ada orang di sini, dihadapan mu, "Maria menekan katanya


"udah, mana berkas tentang kerjasama denga pak Hendra"


ck

__ADS_1


Maria berdecak kesal, setiap kali disinggung tentang pasangan pastilah abangnya mengalihkan pembicaraan


Daffa menerima berkas yang dititipkan Dika, dia harus benar benar mempelajarinya karena ini menyangkut perusahaan yang akan diberikan kepada adiknya dan ini kerjasama pertama adik iparnya tanpa bantuan nya, dia mempelajari berkas tersebut untuk melihat poin poin mana mana yang harus diperhatikan


"kamu kenapa izin telat, apa terjadi sesuatu di rumah" tanya Daffa sambil membolak balikkan dokumen yang dipegangnya


"hm.. gak ada apa apa, cuman interview sedikit sekaligus memberikan pesangon pada Yanti" jawab Maria


"baguslah kalau Aretha sudah ada pengasuhnya, kamu lebih fokus membantu suaminya mengerjakan proyek yang sedang ditangani suamimu, bagaimana apa Aretha mau sama pengasuh yang baru itu" Daffa sangat perhatian pada Artha karena dia keponakan satu satunya


"hm.. mereka langsung dekat, dan kelihatannya tetua nyaman bersama pengasuh yang baru" jawab Maria Sambil melihat Handphone nya


"oh ya... mungkin karena dia sudah pengalaman, katanya kamu waktu itu di janda kan, dia sudah tahu cara mengambil perhatian anak kecil" Daffa berargumen


hm


ia, janda tapi janda kembang, pasti sebentar lagi dia harus segera cari baby sister lagi, apa aku buat kontak kerja saja ya?, tapi masak iya aku mau menghalangi orang yang menjalin kasih apalagi sampai ke jenjang pernikahan, tapi Humai memang cantik, bahkan melebihi kata cantik, apa aku comblanging sama bang Daffa aja ya, kan enak selain jadi kakak iparnya juga bisa buat baby sisternya Aretha,


Maria senyum senyum sendiri, angan angannya terlalu jauh


"heh...jangan sampai kamu berpikiran mesum disini" Daffa mengagetkan Maria yang sedang berangan angan

__ADS_1


"ih siapa yang mesum sih" tangkas Maria setelah kaget dengan tepuk tangan abangnya


"itu tadi kamu senyum senyum sendiri ngapain, kalau tidak berpikiran mesum"


__ADS_2