
Yanti pulang dengan perasaan lega satu masalah telah selesai kini tinggal bicara pada majikannya
-****
Matahari telah bersinar menghangatkan pagi yang dingin, silau sinar matahari yang masuk melalui celah gorden membuat Daffa mengerjapkan matanya
"hallo Ria, aku tidak bisa ke kantor jadi ini tolong gantikan aku meeting, dan untuk materi meetingnya kamu hubungi Andri" mersa tidak enak badan Daffa memutuskan istirahat massionnya
"hah abang ini kenapa mendadak?)" Maria mau membantah percuma juga
"abang tidak enak badan jadi hari ini aku ingin istirahat " jawab Daffa
"abang sakit, sakit apa??" Maria
"cuman kecapean" jawab Daffa singkat
"apa perlu ke dokter?" Maria,
Daffa sangat susah untuk berobat ke dokter, biasanya cuman minta saran temanya yang tentu profesinya dokter
"gak perlu, paling perlu istirahat doang" tolaknya
"ya sudah, kalau ada apa-apa cepat kabari Ria " Maria
"hmm"
Pagi berganti siang, suhu badan Daffa semakin meningkat
"hallo Spertinya demamku semakin naik" Daffa
"ya sudah, aku pulang tapi aku jemput Aretha dulu " jawab Maria merapikan meja kerjanya dan segera menjemput putrinya di sekolah
"jangan lupa mampir ke apotek " Daffa langsung mematikan telponnya dan menarik selimut sampai lehernya
Satu jam kemudian maria dan anaknya datang, massion yang tadinya sepi kini jadi rame karena celotehan Aretha
"mom tadi itu ya ada teman reta nangis !" setiap kejadian di sekolah Aretha pasti menceritakan pada orang yang ada di rumah, entah itu orang tuanya ataupun pada maid
"oh ya emang kenapa?" tanyanya
__ADS_1
"iya, katanya bekalnya jatuh, jadi tadi aku kasih bekalku, kasihan ma!" tutur Aretha
"oh ya, dikasih semua?" Maria
"enggaklah ma, bekalku di bagi dua" katanya
Maria tersenyum bangga dan tidak menyangka walaupun masih kecil jiwa sosial anaknya sudah nampak
"kenapa kita ke massion oma, mom"tanya Aretha
"kita kesini lihat uncle Daffa " Maria
"emang kenapa uncle kok mau dilihatin," Aretha polos
" maksudnya mommy itu kita kesini jenguk uncle, dia lagi sakit "jelas Maria
"kasihan uncle mom " Aretha
"yaa makanya reta mau kan bantu mom merawat uncle " katanya
"siap mom"
Krekk
"uncle, uncle sakit apa" Aretha penuh perhatian, dia menempatkan tangannya pada dahi Daffa
"hmm"
"panas mom" kata aretha pada mommy nya
"ya sudah Aretha duduk sini ya, mommy mau ke dapur ambil air dan baskom sekalian kain juga " Maria
"buat apa mom" Aretha
"itu buat ngompres uncle " jawab Maria beranjak pergi
Maria kembali membawa kain da baskom, sebagai satu-satunya keluarga dia sangat khawatir, dia dengan sangat telaten dalam merawat Daffa, tidak hanya mengompres tapi juga membersihkan badan Daffa dengan handuk kecil supaya mengurangi rasa gerah pada Daffa
Setelah beberapa jam kemudian demam Daffa mulai turun, Maria lega abangnya akan segera sembuh dan dia melihat anaknya yang ketiduran di sofa panjang
__ADS_1
"bang saya mau pindahin reta ke kamar dulu ya, kasihan kalau dibiarkan tidur disofa" Maria merangkul aretha
"gimana bang " tanya Maria setwlah meletakkan Aretha di kamar
"hmm.... Udah mendingan "jawabnya singkat
"tumben Retha kamu yang jemput " Daffa
"iya baby sister lagi pulang kampung, ada keperluan katanya " jawab Maria
"kenapa kamu kasih izin " Daffa
"kenapa emangnya bang" Maria tak mengerti dengan perkataan abangnya
"ya kan jadi kamu yang kerepotan " kata Daffa
"keluarganya membutuhkan masa ia saya mau melarang, bagaimanapun mereka eka lebih berhak" Maria
"kalau begitu kamu buat kontrak kerja saja supaya tidak pulang sebelum habis masa kontraknya" Daffa
"ya, lagian abang kenapa sih katanya sakit tapi masih bisa ngomel dan lagipula siapa kerepotan Kalau hanya menjemput anak sendiri Maria benar benar tak mengerti dengan abangnya
"itu tadi kamu masih harus menjemput dan tadi seharusnya dia langsung tidur dikamar" Daffa
" bagiku tidak ada kata merepotkan terhadap anak, yang merepotkan itu abang" Maria
"kok abang, kamu kan tahu kalau abang lagi sakit, kalau bukan kamu siapa yang mau Merawat masa iya saya minta bantuan bibi " Daffa. "
"makanya segera nikah biar ada ngurusin dan kalau sakit ada yang merawat, abang masih normal kan" tanya sedikit bercanda
"apa maksud kamu, tentu aku masih normal"
Daffa tak terima
"kirain, hehehe "udah ngomongnya lebih baik abang istirahat lagi "
Maria tak habis pikir, disaat seorang CEO sakit masih sempat sempatnya ngomel seperti perempuan pantas saja abangnya ditakuti oleh bawahannya dan disegani oleh para pebisnis lain
.
__ADS_1