Pilihan Hati Rossie

Pilihan Hati Rossie
PULANG


__ADS_3

Rossie mendorong keluar troli yang berisi beberapa koper miliknya keluar dari pintu utama bandara kota. Gadis itu memejamkan matanya beberapa saat seolah sedang menikmati udara di kota yang begitu lama ia rindukan. Dua tahun lebih Rossie meninggalkan kota ini demi menyelesaikan studinya, dan sekarang akhirnya Rossie bisa pulang lagi.


"Rossie!"


Rossie terkejut bukan main saat kembali mendengar suara itu setelah dua tahun lamanya ia tak mendengarnya.


"Rossie!"


"Oh, akhirnya! Kau sudah pulang?"


Rossie mengerjap-ngeejapkan matanya, saat dua tangan besar itu sudah merengkuh dan mengguncang-guncang pundaknya, seolah Rossie adalah sebuah boneka.


Ck!


Bisa-bisanya.


"Kau sebenarnya kuliah dimana selama ini?"


"Dimana? Dimana?" Tangan yang tadi merengkuh kedua pundak Rossie, sudah dengan cepat memeriksa koper yang berada di troli.


"London!"


"Astaga!" Pria berdecak tak percaya.


"Kalau tahu kau di London, aku pasti sudah menyusulmu dari satu tahun lalu dan memindahkan Halley Development juga ke London," ujar pria itu lagi yang hanya membuat Rossie tertawa sumbang.


Setelah dua tahun, tingkah lebay Abang dari Kak Reina ini ternyata masih belum hilang.


"Memangnya kuat, Bang?" Gumam Rossie akhirnya menanggapi selorohan konyol Fairel tadi.


"Kuat apa? Aku nyaris gila dua tahun ini karena tidak tahu kau berada dimana!"


"Sudah aku coba mengulik informasi kemana-mana tapi tak ada yang memberitahuku!" Cerocos Fairel panjang lebar dan nyaris tanpa jeda.


"Rossie yang meminta semua orang untuk tak memberitahu Abang Iel-"


"Dan Keano juga, kan?" Tebak Fairel sok tahu.


"Ah! Tapi pria itu tak usah kau gubris lagi! Dia tak akan mengejar-ngejarmu lagi sekarang karena dia sudah bahagia bersama Mawar!" Ujar Fairel panjang lebar yang langsung membuat Reina terkejut.


"Mawar siapa, Bang?"


"Pacar barunya Keano! TKI di Hongkong," jawab Fairel dengan nada lebay.


"Keano kerap menyambanginya ke Hongkong dengan dalih liburan."


"Cih! Liburan tapi apel juga sekalian," cerocosan Fairel lagi yang langsung membuat Rossie terdiam cukup lama.


Mawar? TKI? Di Hongkong? Bang Keano kerap menyambanginya?


"Sudah lama Bang Kean menjalin hubungan dengan Mawar, Bang?" Tanya Rossie lagi yang mendadak merasakan nyeri di relung hatinya.


Rossie sendiri sebenarnya belum memberitahu Keano kalau ia pulang hari ini, karena ia memang berniat memberikan kejutan pada kekasihnya tersebut. Dua minggu lalu saat Keano jauh-jauh datang ke London untuk menghadiri wisuda Rossie, gadis hanya mengatakan kalau dirinya mungkin baru akan pulang bulan depan.


Tapi sikap Keano selalu manis pada Rossie selama ini. Mustahil Keano punya pacar lain bernama Mawar yang merupakan seorang TKI.


"Sudah, Rossie! Sebaiknya kau tidak usah bertanya-tanya lagi mengenai Keano!" Fairel sudah kembali merengkuh kedua pundak Rossie.


"Kau fokus saja pada Abang Iel! Oke!" Fairel menatap lekat wajah Rossie yang hanya berekspresi datar dan benar-benar enggan untuk membalas tatapan Fairel.

__ADS_1


"Apa nomormu ganti?" Tanya Fairel selanjutnya seraya mengeluarkan ponselnya.


"Tidak, Bang!" Jawab Rossie cepat.


"Tapi aku tak bisa menghubungi atau mengirimimu pesan lagi."


"Terakhir aku mengirim pesan dua tahun lalu dan sama sekali tak kau baca apalagi kau balas," ujar Fairel menyampaikan keluh kesahnya.


"Soal itu....." Rossie meringis karena sebenarnya Rossie memang sengaja memblokir nomor Fairel agar pria itu berhenti meneleponnya.


Kadang Rossie refleks mengangkat telepon atau video call yang masuk ke ponselnya tanpa memeriksa terlebih dahulu, nama yang tertera di layar. Jadi demi menghindarkan dirinya yang tiba-tiba akan mengangkat telepon dari Fairel, Rossie memilih untuk memblokir saja nomor calon kakak ipar Abang Angga ini.


"Jangan bilang kau memblokir nomorku!" Tebak Fairel tepat sasaran yang langsung membuat Rossie kembali meringis.


"Rossie hanya ingin fokus kuliah di sana, Bang!" Tukas Rossie akhirnya beralasan.


"Kau memblokir nomor Keano juga berarti?" Tebak Fairel kemudian yang langsung membuat Rossie menjawab dengan ragu.


"I....-"


"Iya!" Fairel melanjutkan jawaban Rossie dengan cepat.


Aneh sekali!


Tanya tanya sendiri, dijawab juga sendiri!


"Bagus! Aku tak jadi marah padamu kalau begitu," ujar Fairel kemudian yang tentu saja malah membuat Rossie merasa bingung harus berekspresi bagaimana.


"Kuliahmu sudah selesai sekarang, jadi kau sudah bisa fokus pada hubungan kita setelah ini, kan?" Fairel menaikturunkan alisnya pada Rossie yang entah maksudnya apa.


"Hubungan apa maksudnya, Bang?" Tanya Rossie bingung.


"Kita!"


"Menikah," ujar Fairel yang benar-benar sukses membuat Rossie membulatkan kedua bola matanya.


Rossie dan Fairel menikah?


Yang benar saja!


"Tapi Rossie belum mau menikah dalam waktu dekat, Bang!" Tukas Rossie sedikit tergagap.


"Kita bisa bertunangan dulu kalau begitu!" Ujar Fairel seraya merangkul pundak Rossie.


"Itu juga belum ada di rencana hidup Rossie, Bang!" Tukas Rossie lagi sedikit bergumam.


"Memang kenapa? Kau masih mau lanjut ke S3? S4? S26-gold?" Cecar Fairel yang langsung membuat Rossie sedikit tergelak.


Yang terakhir bukannya merk susu formula, ya?


"Rossie masih mau berkarier, Bang!" Ungkap Rossie akhirnya mengemukakan alasannya.


"Ck! Tidak perlu berkarier!"


"Aku akan memenuhi semua kebutuhanmu nanti setelah kita menikah!"


"Kau di rumah saja sepanjang hari memanjakan diri sekaligus merawat anak-anak kita kelak!"


"Oke!" Tutur Fairel panjang lebar yang hanya membuat Rossie terdiam karena bingung harus berkomentar bagaimana.

__ADS_1


Wanita berkarier tak melulu soal mencari uang, tapi soal kepuasan batin juga karena akhirnya ia bisa menerapkan ilmu yang ia miliki. Tapi sepertinya prinsip Abang Fairel memang sedikit berbeda dengan prinsip yang dianut oleh Abang Keano.


"Siapapun kelak yang akan menjadi jodohku, aku tak akan mengekangnya dan mengharuskan dia menjadi ibu rumah tangga yang sepanjang hari hanya di rumah."


"Aku akan memberikannya kebebasan misalnya dia mau berkarier atau mengembangkan potensinya."


"Ya! Aku akan selalu mendukung apapun yang ia lakukan nanti, selama itu hal positif dan selama dia tetap memenuhi tanggung jawabmya sebagai istri."


"Mawar pacar barunya Keano yang kerja di Hongkong!"


Kalimat Fairel beberapa saat lalu mendadak kembali berkelebat di benak Rossie.


Ah, iya!


Tapi apa benar Abang Kean punya pacar lain di belakang Rossie? Sebaiknya Rossie mencari tahu!


"Ngomong-ngomong, Bang Iel tadi ke bandara ada keperluan apa? Mau pergi ke luar kota?" Tanya Rossie selanjutnya yang langsung membuag kedua mata Fairel membelalak sebelum kemudian pria itu menepuk keningnya sendiri.


"Alamaaaak! Iya!"


"Aku harus ke luar kota." Fairel melihat arloji di tangannya, sebelum kembali merengkuh pundak Rossie.


"Tapi jangan khawatir, Rossie! Abang Iel akan kembali lusa dan akan langsung menemuimu serta membawakanmu oleh-oleh!"


"Kau mau oleh-oleh apa?" Cecar Fairel tanpa jeda yang benar-benar membuat Rossie ingin secepatnya kabur dari hadapan pria lebay ini.


"Terserah Abang Iel saja!" Jawab Rossie akhirnya karena bingung.


Bingung pada perkataan Fairel yang selalu saja tanpa jeda.


"Baiklah!"


"Jangan lupa membuka blokiran nomorku, ya! Atau nanti aku akan beli nomor baru saja untuk menghubungimu!" Fairel tergelak lalu segera meraih kopernya.


"Abang Iel akan pergi bekerja dulu, Rossie!"


"Bye!" Fairel melambaikan tangannya dengan lebay pada Rossie, sebelum akhirnya pria itu menghilang ke dalam terminal bandara.


Ya ampun! Rossie jadi ingin kembali ke London saja!


"Papa pikir, kau jadiannya dengan Keano kemarin."


Sebuah suara dari balik punggung Rossie, sontak langsung membuat gadis itu menoleh, lalu menghambur ke pelukan sang Papa.


"Papa!" Rossie memeluk erat papa Robert, seolah sudah sangat rindu. Padahal baru dua minggu yang lalu mereka bersua.


"Astaga! Mamamu akan langsung cemburu kalau tahu kau memeluk Papa semesra ini," seloroh Papa Robert yang langsung membuat Rossie terkekeh. Namun Rossie masih belum melepaskan pelukannya pada Papa Robert.


"Rossie pikir, yang menjemput pak supir," ujar Rossie kemudian setelah puas memeluk Papa Robert.


"Kebetulan Papa sedang luang!"


"Ayo pulang!" Ajak Papa Robert kemudian seraya mengambil alih troli yang berisi koper Rossie tadi. Papa dan putrinya itu lalu melangkah beriringan dan meninggalkan bandara kota.


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


__ADS_2