Pilihan Hati Rossie

Pilihan Hati Rossie
TERLAMBAT


__ADS_3

Ciiiittt!!


Fairel menginjak rem dengan kasar begitu mobilnya memasuki halaman B&D Resto yang terlihat sepi. Bahkan Fairel hanya menarkir mobilnya sembarangan tanpa memperhatikan garis batas parkir.


Siapa peduli!


Fairel sedang ingin menggrebek Keano yang melarikan seorang gadis tengah malam begini.


Dan kenapa gadis itu adalah Rossie?


Bukankah Keano katanya sudah punya pacar bernama Mawar?


Dasar Keano playboy buaya darat, biawak kadal!


"Keano!" Fairel menggedor pintu depan B&D Resto seperti orang kesetanan.


"Keano, keluar kau!"


"Berikan Rossie untukku dan berhenti jadi buaya, kadal, biawak!"


"Jangan serakah!"


"Keluar!!!" Fairel terus menggedor pintu depan B&D Resto yang terlihat sepi. Bahkan mobil atau motor Keano juga tak terlihat di halaman parkir.


Sebentar!


Kalau Keano dan Rossie masih di dalam, bukankah seharusnya mobil atau motor Keano juga ada di tempat parkir?


Lalu kalau kendaraan Keano tidak ada di tempat parkir itu artinya.....


"Tidak mungkin!" Fairel sudah mengepalkan tangannya dengan kuat.


"Mustahil Keano sudah membawa Rossie ke hotel, lalu melakukan sesuatu....


"Sial, brengsek! Ini tidak bisa dibiarkan!"


Fairel baru saja akan kembali ke mobilnya, saat tiba-tiba sebuah lampu senter yang menyilaukan menyorot ke arahnya.


"Siapa disana!" Gertak sebuah suara dibarengi dengan derap langkah yang sepertinya berasal dari beberapa orang.


Oh, sial!


Apa Fairel dikira maling?


Sebaiknya Fairel langsung kabur saja!


Fairel sudah dengan cepat berlari ke arah mobilnya dan tangannya juga sudah meraih handle pintu mobil, saat tiba-tiba dua tangan besar sudah menahan pundaknya.


Oh, tidak!


Fairel tertangkap security!!!


"Pak Fairel?" Ucap salah seorang security yang rupanya mengenali Fairel.


Oh, iya!


Fairel kan cucunya Opa Dev dan restoran ini milik Opa Dev.


Kenapa Fairel bisa lupa, ya? Dasar bodoh!

__ADS_1


Semua gara-gara Keano!


"Ya, aku Fairel!" Jawab Fairel akhirnya seraya merapikan kemejanya.


Huh! Jantung Fairel rasanya hampir turun ke perut tadi.


"Ada keperluan apa tengah malam ke resto, Pak? Tadi Pak Keano dan pacarnya baru saja pergi," ujar security lagi yang tentu saja langsung membuat Fairel mengumpat dalam hati.


Pacar katanya!


Rossie itu kan pacarnya Fairel! Bukan Keano!


"Keano sudah lama yang pergi?" Tanya Fairel akhirnya to the point.


"Sudah sekitar sepuluh menit yang lalu, Pak!" Jawab security yang langsung membuat Fairel berdecak.


Tadi ke rumah Papa Robert terlambat!


Sekarang menyusul ke Resto terlambat juga!


Kenapa Fairel selalu terlambat begini?


Keano pasti bermain curang!


"Baiklah! Aku akan pulang saja!" Ucap Fairel akhirnya dengan nada kesal dan hati yang sangat-sangat jengkel!


Fairel lalu masuk ke dalam mobil dan pria itu memukul-mukul stir mobil demi meluapkan kekesalannya. Setelah puas meluapkan rasa jesalnya, Fairel lanjut melajukan mobilnya kembali ke kediaman Hadinata.


Fairel benar-benar sudah seperti orang sinting malam ini!


****


Keano membukakan pintu mobil untuk Rossie yang masih terus mengulas senyum.


"Sudah sampai, Rossie!" Ulang Keano lagi bersamaan dengan pintu rumah yang sudah dibuka dari dalam. Papa Robert keluar dari rumah dan langsung ke teras untuk menghampiri Keano dan juga Rossie yang akhirnya turun juga dari mobil.


"Selamat malam, Uncle! Kean mengantar pulang Rossie," lapor Keani yang langsung membuat Papa Robert mengangguk.


"Terima kasih untuk semuanya, Bang!" Bisik Rossie sembari mencium singkat pipi Keano, sebelum kemudian gadis itu berlari masuk ke dalam rumah.


"Sepertinya sudah benar-benar serius, ya?" Komentar Papa Robert seraya mengulas senyum.


"Maaf jika Keano lancang, Uncle!"


"Tapi Keano benar-benar seriuspada Rossie," lanjut Keano lagi sembari menatap bersungguh-sungguh pada Papa Robert.


"Ya! Dan Rossie juga terlohat nyaman bersamamu," pendapat Papa Robert sembari mengangguk-angguk.


"Keano akan secepatnya mengajak Mami dan Papi kemari, jika memang Uncle Robert dan Aunty Sita sudah memberikan lampu hijau," ujar Keano lagi tetap dengan raut wajah bersungguh-sungguh.


"Sebaiknya memang begitu, Keano!"


"Uncle sangat menghargai niatan baikmu itu. Apalagi jika Rossie sendiri juga sudah merasa nyaman," tukas Uncle Robert panjang lebar.


"Tapi ke depannya, keputusan untuk kapan Rossie ingin menikah tetap sepenuhnya berada di tangan Rossie dan Uncle harap kau tak terlalu mendesak Rossie, misalnya gadis itu masih ingin berkarier atau melakukan hal lain," ujar Papa Robert lagi yang langsung membuat Keano mengangguk.


"Keano akan sabar menunggu sampai Rossie siap menikah kalau begitu, Uncle!" Ucap Keano seolah sedang berjanji pada Uncle Robert.


"Yakin masih sabar?" Papa Robert memicing ragu.

__ADS_1


"Keano akan berusaha," jawab Keano sembari tertawa kecil.


"Uncle percaya padamu, dan Uncle harap kau tak akan melakukan satu hal yang membuat Uncle kecewa ke depannya," ujar Papa Robert lagi menyampaikan harapannya pada Keano.


"Keano janji, Uncle!" Jawab Keano bersungguh-sungguh.


"Kau bjsa pulang sekarang! Sudah lewst tengah malam," tukas Papa Robert selanjutnya sembari menunjukkan arlojinya pada Keano.


"Astaga!"


"Keano benar-benar minta maaf karena sudah mengganggu waktu istirahat Uncle Robert," ucap Keano sekali lagi sebelum pria itu lanjut berpamitan.


"Tidak masalah! Toh tidak setiap hari," kekeh Papa Robert seraya menepuk punggung Keano.


"Keano langsung pamit pulang, Uncle! Selamat malam dan selamat beristirahat," pamit Keano akhirnya sebelum pria itu masuk ke mobilnya. Tak berselang lama, mobil Keano sudah melaju meninggalkan kediaman Hadinata.


****


Fairel membelokkan lagi mobilnya ke jalan perumahan yang menuju ke rumah Rossie.


Konyol!


Tadi Fairel sudah dari sana padahal, dan sekarang Fairel kembali ke sana lagi!


Semoga Keano belum pulang saat Fairel tiba di kediaman Hadinata.


Laju mobil Fairel berhenti tepat di depan kediaman Hadinata yang pagarnya sudah tertutup rapat. Tentu saja! Sudah jam dua dinihari sekarang!


Fairel tak membunyikan klakson dan pria itu memilih turun untuk menyapa security di rumah Uncle Robert yang lumayan ia kenal.


"Selamat malam, Pak Fairel!"


"Malam! Apa Rossie sudah pulang?" Tanya Fairel to the point.


"Sudah, Pak! Sudah diantar tadi oleh Pak Keano sekitar sepuluh menit yang lalu," jawab security seraya melihat arloji di tangannya.


"Sial! Kenapa aku selalu terlambat!!!" Geram Fairel pada dirinya sendiri.


Ya!


Seharusnya Fairel tadi tak perlu menyusul Keano ke B&D Resto dan tetap menunggu di rumah Uncle Robert saja. Lalu Fairel bisa melabrak Keano saat pria itu mengantar pulang Rossie!


Hhhh!


Stupid Fairel!


Fairel lalu mengintip ke dalam kediaman Hadinata yang sydah sunyi senyap. Ingin rasanya Fairel masuk dan mencecar Rossie tentang apa saja yang yadi dilakukan oleh Keano. Tapi sepertinya ini bukan waktu yang tepat!


Baiklah!


Besok saja!


Setelah sedikit berbasa-basi pada security, Fairel akhirnya pamit pulang bersama kuenya yang tak jadi ia berikan pada Rossie.


"Hhhhh! Sial sekali aku malam ini!" Gumam Fairel bersamaan dengan mobilnya yang melaju bak kereta cepat, membelah jalanan kota yang sudah lengang.


.


.

__ADS_1


.


Terima kasih yang sudah mampir.


__ADS_2