Pilihan Hati Rossie

Pilihan Hati Rossie
CURANG!


__ADS_3

"Hoaaaam!" Fairel menguap lebar, saat turun dari tangga. Pria itu masih membetulkan dasi yang melingkar di lehernya, sembari berjalan ke ruang makan. Mungkin Fairel akan menemui Rossie dulu sebelum ke kantor pagi ini.


"Kenapa masih menguap? Semalam kau pulang jam berapa?" Tanya Mom Yumi penuh selidik.


"Jam dua, Mom!" Jawab Fairel sembari mendaratkan bokongnya dengan kasar kd atas meja makan.


"Kemana memangnya?" Gantian Dad Liam yang bertanya.


"Memberikan surprize untuk Rossie!"


"Tapi semuanya kacau!" Jawab Fairel penuh emosi.


"Kacau bagaimana? Uncle Robert mengusirmu?" Tebak Mom Yumi seraya tertawa kecil.


"Bukan, Mom!" Fairel mengambil dua potong roti dan meletakkannya ke atas piring, lalu pria itu mengolwskan selai coklat dengan sedikit barbar.


"Keano bermain curang!"


"Bisa-bisanya Keano menculik Rossie semalam dan mendahului Iel!"


"Padahal sudah jelas kalau Keano itu sudah punya Mawar! Lalu kenapa Keano masih terus mengejar Rossie! Keano mau poligami?" Cerocos Fairel panjang lebar penuh emosi.


"Mawar dan Rossie itu bukannya orang yang sama?" Celetuk Dad Liam tiba-tiba yang langsung membuat Fairel yang sedang menggigit rotinya,menghentikan sejenak aktivitasnya. Pria itu lalu tampak berpikir.


"Maksud Dad, Keano membohongi Iel selama ini, begitu?" Tanya Keano kemudian yang sepertinya sudah mulai memahami kesalahpahamannya selama ini pada Keano.


"Bukan Keano yang membohongimu Mom rasa, tapi kau yang sudah salah tanggap-"


"Maksudnya salah tanggap? Jelas-jelas Keano waktu itu mengatakan kalau nama pacarnya adalah Mawar!" Cerocos Fairel yang nada bicaranya sudah naik tujuh oktaf.


"Seharusnya, kau juga langsung peka kalau Mawar itu artinya adalah Rose! Lalu Rossie itu artinya adalah mawar!" Tukas Dad Liam yang mendadak membuat kepala Fairel sedikit pening.


Rossie adalah mawar, lalu mawar adalah Rose.


Kenapa Keano tak sekalian memakai sandi morse saat kemarin Fairel bertanya tentang gadis yang tengah ia dekati?


Keano benar-benar sudah bermain curang.


"Berarti benar! Keano sudah bermain curang dan dia tidak bersaing secara sehat sesuai pesan dari Oma Belle!" Gumam Fairel kemudian dengan nada geram.


"Pokoknya Dad harus-"


"Abang! Bagaimana surprize untuk Rossie semalam? Sukses?" Tanya Reina menyela kalimat Fairel yang belum selesai. Nada bicara adik kandung Fairel itu juga selalu terdengar meledek seperti biasa, seolah Reina memang tak ada niatan untuk mendukung hubungan Fairel dan Rossie.


Awas saja kalau Reina malah mendukung Keano!


"Sukses sekali!" Jawab Fairel akhirnya seraya bersungut.


"Keren!" Reina langsung mengacungkan ibu jarinya pada Fairel yang kini mendengus


"Apanya yang keren?" Fairel ganti menyalak karena emosinya yang sudah naik ke ubun-ubun.


"Dad, pokoknya nantijangan lupa bicara pada Tante Anne, ya!" Pesan Fairel seraya bangkit dari duduknya, lalu membersihkan remah-remah roti dari atas celananya. Fairel sudah selesai sarapan sekarang!


"Dad lagi yang kamu suruh-suruh! Dad tidak mau ikut campur tentang perseteruanmu denga Keano itu!" Jawab Dad Liam tegas sekaligus ikut bersungut pada Fairel.


"Ck! Tapi Iel harus bisa mendapatkan Rossie, Dad! Keano pasti main curang." Decak Fairel kembali menuduh Keano.

__ADS_1


"Pokoknya Dad tidak mau ikut campur. Dan langsung ke kantor pagi ini!"


"Ada meeting penting!" Tukas Dad Liam sekali lagi yang langsung membuat Fairel membelalakkan mata.


Baru juga Fairel mau ke rumah Rossie!


"Abang saja yang mungkin usahanya belum maksimal!" Pendapat Reina yang selalu saja sok tahu.


Memang usaha Fairel kurang maksimal bagaimana lagi?


Segala daya upaya selalu Fairel lakukan dengan maksimal saat ingin pedekate pada Rossie!


"Diam, kau!" Gertak Fairel akhirnya seraya mengacungkan bogemnya pada Reina. Terang saja hal tersebut langsung membuat omelan Mom Yumi menggema di meja makan


"Sudah! Ayo berangkat, Bang!"


"Ada meeting pagi, kan?" Ajak Reina kemudian seraya menggamit lengan Fairel. Terang saja, hal itu langsung membuat Fairel menggerutu.


"Lepas! Aku bukan pacarmu!"


"Tidak usah jual mahal!" Cibir Reina yang kembali menggamit lengan Fairel setelah tadi sempat disentak.


Dasar keras kepala!


****


"Kesini hanya mengantar undangan?" Tanya Keano yang langsung membuat Rossie sedikit merengut. Rossie memang datang ke B&D Resto lagi siang ini demi mengantarkan undangan ulang tahunnya pada Keano. Padahal Rossie sangat bisa mengirim foto undangannya saja via chat. Tapi sepertinya Rossie memang sengaja datang karena sebuah modus.


Entahlah....


"Memang tidak boleh?"


"Mau kado apa nanti malam?" Tanya Keano kemudian yang langsung membuat Rossie sedikit tersipu.


"Abang Kean pasti lebih tahu."


"Emmmmm, apa, ya?" Keano pura-pura berpikir.


"Yang penting Abang datang saja!" Jawab Rossie akhirnya.


"Iya!"


"Kalau tidak bawa hadiah tidak apa-apa?" Tanya Keano lagi.


"Hadiahnya sudah disini," tukas Rossie sembari memainkan jarinya di pipi Keano.


"Senyum, Bang!" Rayu Rossie yang malah membuat Keano menangkupkan bibirnya dan tidak mau senyum.


"Bang Kean!"


"Enggak, ah!" Tolak Keano yang masih menahan agar tak tersenyum.


"Abang!"


"Rossie gelitikin!" Rossie langsung menggelitiki Keano sambil sesikit mendorong tubuh Keano.


Terang saja, Keano yang tidak siap malah hilang keseimbangan dan jatuh ke belakang. Rossie otomatis ikut tertarik hingga akhirnya Rossie dan Keano sama-sama jatuh ke lantai dengan posisi Rossie berada di atas Keano.

__ADS_1


"Dapat!" Sorak Rossie yang sudah melesakkan telunjuknya di lesung pipi Keano. Posisi gadis itu masih berada di atas Keano sekarang.


"Gemas!" Gumam Rossie lagi yang wajahnya semakin dekat dengan wajah Keano. Dua sejoli itu lalu saling bertatapan secara intens. Satu tangan Keano bahkan sudah terulur dan mengusap wajah Rossie.


"Mau begini sampai kapan?" Tanya Keano kemudian yang langsung membuat Rossie mengerutkan dahinya.


Padahal tadinya Rossie pikir....


Astaga!


"Rossie berat, ya, Bang?" Tahya Rossie kemudian sambil berusaha untuk bangkit berdiri. Keano sedikit membantu kekasihnya tersebut.


"Berat sedikit! Nanti kita makan siang dulu, agat kau semakin berat," seloroh Keano kemudian yang langsung membuat Rossie merengut.


"Pasti gara-gara semalam," gumam Rossie tetap merengut.


"Semalam apa? Hanya makan sepotong steak!" Kekeh Keano lagi sembari merapikan rambut Rossie.


"Ponsel kamu bunyi," ujar Keano kemudian yang sudah ganti mengendikkan dagunya ke arah tas Rossie.


"Sebentar," ucap Rossie yang bergegas mengangkat telepon dari Mama Sita.


"Halo, Ma!"


"Kau kemana, Rossie? Bukankah tadi mau menemani Mama ke toko kue Beth?"


"Astaga!" Rossie menepuk keningnya sendiri karena lupa.


"Kau dimana?"


"I-iya, Ma! Rossie pulang sekarang dan jangan ditinggal, ya!"


"Bye!" Pungkas Rossie akhirnya seraya menutup telepon. Gadis itu juga melesakkan ponselnya dengan buru-buru ke dalam tas, hingga ponselnya nyaris jatuh.


"Hati-hati, Rossie!" Ujar Keano yang langsung sigap menangkap ponsel Rossie.


"Hehe, makasih, Bang!"


"Buru-buru?" Tanya Keano kemudian.


"Iya! Lupa kalau harus nemenin Mama ke toko kue."


"Aku antar. Tadi sopir sudah pulang, kan?"


"Eh, iya! Astaga!" Rossie kembali menepuk keningnya.


"Ayo!" Ajak Keano seraya meraih tangan Rossie, sekaligus menyambar jaketnya. Dia sejoli itu bergegas menuju ke halaman parkir B&D Resto.


.


.


.


Timming-nya sebelum Reina salah paham di toko kue Beth.


"Segitiga Cinta Reina" bab 17

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


__ADS_2