Pilihan Hati Rossie

Pilihan Hati Rossie
SUDAH SEJAUH MANA?


__ADS_3

"Malam, Mi!" Sapa Keano pada Mami Anne saat pria itu baru tiba di rumah.


"Malam!"


"Baru selesai kencan bersama Rossie, Kean?" Tanya Mami Anne yang sudah mirip tebak-tebak buah manggis saja.


"Baru pulang dari Resto, Mi!" Sanggah Keano cepat.


"Ooooo!"


"Di resto bertemu siapa?" Tanya Mami Anne lagi.


"Bertemu customer dan karyawan, Mi! Masa masih harus tanya?" Ujar Keano merasa heran.


"Customermya ada yang baru pulang dari London, ya?" Tanya Mami Anne lagi sedikit usil.


"Mami benar-benar penasaran, lho, Kean! Hubunganmu bersama Rossie sudah sejauh mana sebenarnya?" Cecar Mami Anne akhirnya yang selalu saja ingin tahu semua hal.


Lalu setelah tahu?


Ya bakal diceritakan kemana-mana!


Ke semua anggota keluarga Halley terutama.


"Sejauh mana apanya, Ma!"


"Kami masih berteman," jawab Keano cepat.


"Iya, semua hubungan memang berawal dari teman. Lalu akhirnya jadi teman hidup!" Mami Anne sudah tertawa terbahak-bahak saat kemudian Papi Abi yang baru keluar dari kamar ikut menyahut.


"Tidak semua hubungan berawal dari teman! Yang berawal dari musuh bebuyutan juga ada, kok!" seloroh Papi Abi yang langsung membuat Mami Anne mencibir.


"Contohnya Papi dan Mami, ya?" Tebak Keano yang langsung membuat Papi Abi terkekeh sekaligus mengangguk.


"Kita dulu teman, Pi!"


"Teman yang tak akur saja!" Ujar Mami Anne melakukan penyangkalan.


"Hmmm. Iya, iya!" Gumam Papi Abi akhirnya karena Mami Anne yang ternyata sudah mengisyaratkan sebuah ancaman.


"Baiklah, kembali ke topik!"


"Jadi kemarin kau ke London itu sebenernya benar berlibur lagi atau menemui Rossie lagi?" Cecar Mami Anne sekali lagi pada Keano.


"Menghadiri wisuda-" Keano sudah membungkam mulutnya yang keceplosan dengan cepat.


"Wisuda?" Papi Abi dan Mami Anne kompak berteriak.


"Tu kan, Pi! Mami benar!"


"Keano sudah jadian dengan Rossie!" Ucap Mami Anne penuh semangat.


"Lalu Mami mau apa?" Tanya Papi Abi penasaran.


"Pamer pada Abang Liam lah!"


"Biar sekalian Iel yang selalu merasa terdepan dalam mengejar Rossie itu mati kutu!" Cerocos mami Anne panjang lebar seraya mengeluarkan ponselnya. Namun Keano langsung bergerak cepat untuk mengambil ponsel Mami Anne.


"Keano!" Delik mami Anne karena ponselnya yang sudah dengan cepat berpindah ke tangan Keano.


"Mami tidak usah pamer-pamer kenapa?" Keano buru-buru melesakkan ponsel Mami Anne ke saku celana.


"Kembalikan ponsel Mami, Kean!" Bentak Mami Anne galak.


"Tidak!" Jawab Keano tegas dan berani.

__ADS_1


"Nanti Keano dan Rossie sendiri yang akan mengumumkan tentang hubungan kami berdua, Mi!"


"Tolong jangan mengacaukannya sekarang!" Mohon Keano pada sang mami.


"Siapa yang mengacaukan! Mami hanya akan memberitahu Uncle kamu sekaligus Iel! Jadi Iel tak perlu lagi mengejar-ngejar Rossie, karena pasti hanya akan sia-sia!" Tukas Mami Anne menjabarkan rencananya.


"Sudahlah, Mi! Sebaiknya kita tidak usah ikut campur!" Papi Abi akhirnya turun tangan dan melerai perdebatan Mami Anne serta Keano.


"Mami hanya ingin memberitahu Bang Liam, Pi!" Desis Mami Anne masih keras kepala.


"Ck! Tidak usah memancing dan mengompori!" Nasehat Papi Abi tegas.


"Ayo ke kamar-"


"Ngomong-ngomong, Mami pinjam ponselnya Papi, ya!" Mami Anne tiba-tiba sudah mengambil sendiri ponsel Papi Abi yang tadi disembunyikan di saku celana.


"Mami!"


"Pinjam sebentar!" Perdebatan antara Papi Abi dan Mami Anne akhirnya berlanjut ke dalam kamar dan mungkin kedua orang tua Keano yang terkadang masih bersikap layaknya bicah itu akan lanjut baku hantam di atas ranjang. Sementara Keano hanya garuk-garuk kepala dan memilih untuk masuk ke kamarnya juga lalu lanjut beristirahat.


****


"Kau yakin dengan berita yang baru saja kau sampaikan?" Tanya Dad Liam menatap sedikit shock pada Mom Yumi


"Anne sendiri yang mengatakannya!"


"Bahkan Keano juga datang ke wisuda Rossie di London beberapa minggu yang lalu."


"Jadi rasanya tak mungkin jika tak ada something antara Keano dan Rossie."


"Fairel seharusnya mundur saja," ujar Mom Yumi lagi bersamaan dengan suara galak Fairel yang rupanya sudah tiba di rumah.


"Mundur dari apa, Mom?" Tanya Fairel to the point seraya jenatal bergantian pada Mom Yumi dan Dad Liam.


"No!" Tolak Fairel balik berteriak.


"Iel, jangan berteriak pada Mom!" Gertak Dad Liam galak karena suara Fairel yang lebih mirip bentakan pada Mom Yumi.


"Iya, maaf, Dad!"


"Tapi Iel tak akan mundur apalagi mengalah dari Keano!"


"Lagipula, Keano juga sudah punya gebetan baru dan pria itu sudah berhebti mengejar Rossie," ujar Fairel memberikan i formasi rahasia pada Mom Yumi dan Dad Liam.


"Gebetan baru?" Mom Yumi dan Dad Liam mengernyit bersamaan.


"Namanya Mawar, seorang TKI di Hongkong. Keano sendiri yang bercerita!"


"Jadi, bukankah itu artinya jalan Iel untuk mendapatkan Rossie semakin terbuka lebar?"


"Ah, Iel sudah tak sabar untuk segera melamar Rossie di hari ulang tahunnya nanti," cerocosan Fairel panjang lebar yang malah membeberkan semua rencananya untuk Rossie.


"Sebentar, sebentar! Keano punya gebetan bernama Mawar? Apa itu info valid?' Tanya Dad Liam menatap ragu pada Fairel.


"Tentu saja valid, Dad! Keano sendiri yang mengatakannya!"


"Bukankah Iel tadi sudah memberitahu?" Decak Fairel yang langsung membuat Mom Yumi dan Dad Liam saling bertukar pandang.


"Mawar?"


"Mawar bahasa inggrisnya Rose-"


"Sudah!" Mom Yumi membungkam mulut Dad Liam memakai telapak tangan.


"Apa, sih, Yum?"

__ADS_1


"Sudah biarkan saja!" Desis Mom Yumi tajam pada Dad Liam.


"Kitavtam memberitahunya perihal ingo penting tadi?" Dad Liam ganti berbisik-bisik pada Mom Yumi.


"Tidak usah!"


"Toh Iel juga pasti tak akan percaya!" Jawab Mom Yumi seraya berdecak.


"Tak percaya apa, Mom?" Tanya Fairel kepo.


"Bukan apa-apa!"


"Tapi jika Mom boleh memberimu satu nasehat, Iel...."


"Nasehat apa?" Sela Fairel cepat.


"Berhentilah mengejar Rossie!" Ucap Mom Yumi tegas yang langsung membuat Fairel tergelak seolah Mom Yumi baru saja melayangkan sebuah kelakaran.


"Rossie akan menjadi milik Iel tak lama lagi, Mom! Jadi Iel juga akan berhenti mengejarnya nanti karena Rossie sudah menjadi milik Fairel."


"Kenapa Iel harus mengejar Rossie, jika gadis pujaan hati Iel sudah jadi milik Iel!"


"Bukan begitu, Dad?" Fairel ganti meminta pendapat pada Dad Liam yang hanya mendengus.


"Dad tidak akan ikut campur!" Tukas Dad Liam seraya berlalu pergi.


"Rossie akan menjadi menantu Mom tak lama lagi," ujar Fairel akhirnya seraya merangkul pundak Mom Yumi.


Hhhh!


Sepertinya putra sulung Mom Yumi ini benar-benar keras kepala sama seperti masa muda Dad Liam dulu!


Sudah dinasehati berulang-ulang masih saja keras kepala.


Sudah diusir berulang-ulang dari kost-an juga tetap kembali lagi, kembali lagi.


Benar-benar sebelas dua belas!


"Ngomong-ngomong, Mom lupa mengatakan padamu kalau Reina dan Angga akan segera bertunangan," ujar Mom Yumi kemudian mengganti topik pembicaraan.


"Benarkah?"


"Baiklah, tidak masalah! Toh Iel juga sudah sukses pedekate pada Rossie," kekeh Fairel penuh percaya diri yang hanya membuat Mom Yumi menghela nafas.


Entah apa jadinya nanti kalau ternyata ucapan Mami Anne benar tentang Keano dan Rossie yang mungkin saja sudah jadian. Lalu saat Fairel tahu....


Duaaarrr!!!


"Kapan Angga dan Reina bertunangan, Mom?" Tanya Fairel selanjutnya membuyarkan lamunan Mom Yumi.


"Belum ditentukan tanggalnya," jawab Mom Yumi yang langsung membuat Fairel mengangguk.


"Uel tak keberatan misalnya tunangan Angga dan Reina nanti berbarengan dengan tunangan Iel dan Rossie."


"Pekan depan saat Rossie ulang tahun, Iel akan melamarnya, Mom!" ujar Fairel sekali lagi memberitahukan rencananya pada Mom Yumi yang hanya menghela nafas.


Sebaiknya Mom Yumi memang tak usah ikut campur!


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


__ADS_2