
"Seharusnya, kalian berdua bisa mencegahnya!" Tukas Dad Liam seraya berdecak berulang-ulang kali.
Saat ini, Dad Liam dan Mom Yumi memang sedang makan siang bersama Mami Anne serta Papi Abi di B&D Resto. Sekalian mereka membahas perihal kelangsungan hubungan Rossie, Keano dan juga Fairel.
"Mencegah Keano dan Rossie menjadi sepasang kekasih begitu, Bang? Kalau mereka memang sudah jodoh dan takdirnya Rossie untuk Keano, Anne bisa apa, Bang?"
"Memangnya Bang Liam juga mau kalau Anne suruh menikah dengan gadis selain Kak Yumi?" Cerocos Mami Anne yang langsung ganti ceramah pada Dad Liam.
"Anne!" Tegur Papi Abi cepat karena ucapan Mami Anne yang sudah melebar kemana-mana.
"Lalu nasib Iel ke depannya bagaimana kalau misalnya Rossie dan Keano benar-benar menikah? Kalian mau putra kesayanganku itu masuk rumah sakit jiwa-"
"Liam!" Mom Yumi refleks memukul lengan Dad Liam yang bicaranya sudah ikut-ikutan ngawur.
"Kenapa malah mendoakan anak sendiri masuk rumah sakit jiwa?" Omel Mom Yumi lagi yang tentu saja langsung mengundang gelak tawa Mami Anne dan Papi Abi.
"Iya, maaf!"
"Aku kan hanya menjabarkan kemungkinan terburuknya, Yum!" Ujar Dad Lian sembari merengut dan mengusap-usap lengannya yang tadi dipukul oleh Mom Yumi.
"Kalau menurut Abi, ya, Bang!"
"Iel tetap punya kesempatan untuk mendapatkan hati Rossie, selama Rossie dan Keano belum meresmikan hubungan mereka-"
"Kok Papi malah mendukung Iel?" Protes Mami Anne memotong kalimat Papi Abi.
"Bukan mendukung, Mi! Tapi mengungkapkan pendapat Papi," sanggah Papi Keano cepat.
"Ck! Sudah jelas-jelas kalau Rossie itu sudah memilih Keano! Jadi seharusnya Iel menerimanya dengan lapang dada dan berhenti membuang waktu serta tenaga untuk mengejar Rossie!" Beber Mami Anne dengan nada pongah.
"Selalu ada kesempatan selama janur kuning belum melengkung!"
"Janur kuning sudah melengkung saja masih bisa dibatalkan!"
"Aku dan Yumi contohnya!" Sahut Dad Liam tak kalah sombong dari Mami Anne.
"Itu beda cerita!" Cibir Mami Anne cepat.
"Yang kasusnya Kak Yumi waktu itu kan karena menikah terpaksa. Sedangkan Keano dan Rossie, mereka sudah saling mencintai!"
"Jadi sebaiknya, Abang Liam menasehati Iel agar move on dan berhenti mengejar Rossie!" Cerocos Anne memberikan saran pada abang kandungmya tersebut.
"Aku sudah menasehati Iel dan memintanya berhenti mengejar Rossie. Tapi Iel masih saja merasa diatas angin dan tidak mau mundur!"
"Iel bahkan berpikir kalau Keano saat ini sedang dekat dengan seorang gadis bernama Mawar yang bekerja di Hongkong jadi TKI," ungkap Mom Yumi panjang lebar yang langsung membuat Mami Anne dan Papi Abi kompak melongo.
"Mawar siapa?" Tanya kedua orang tua Keano itu kompak.
"Aku tidak tahu!" Jawab Mom Yumi seraya mengendikkan kedua bahunya.
"Mawar itu bahasa Indonesia dari Rose!"
"Rossie!" Sahut Dad Liam yang langsung berdecak berulang kali. Mami Anne dan Papi Abi langsung ganti membulatkan bibir dengan kompak.
"Berarti sebenarnya Keano sudah memberitahu Iel, tapi Iel saja yang tak peka," ujar Papi Abi kemudian menerka-nerka.
"Tingkat kepercayaan diri Iel sepertinya sudah terlalu akut hingga putra kesayangan Abang Liam itu selalu merasa diatas angin sekaligus merasa menjadi yang terdepan. Padahal jelas-jelas dia sudah kalah!" Kikik Mami Anne yang langsung berhadiah delikan dari Dad Liam.
"Mirip Abang Liam dulu!" Imbuh Mami Anne lagi yang sudah ganti mencibir pada Dad Liam.
"Aku dulu model! Jadi wajar jika tingkat kepercayaan diriku tinggi!"
"Mana ada model insecure dan pemalu!" Sergah Dad Liam mencari pembenaran.
"Sudah cukup!" Mom Yumi langsung angkat bicara dan melerai perdebatan Dad Liam dan juga Mami Anne.
"Sebaiknya kita hentikan perdebatan ini, dan kita sebagai orangtua juga tak perlu lagi ikut campur tentang hubungan Rossie, Keano, dan Fairel!" Mom Yumi menatap tajam ke arah Dad Liam sekaligus MMi Anne.
__ADS_1
"Kita tidak usah lagi ikut mengompori apalagi saling ejek. Biarkan Rossie yang menentukan pilihannya, toh Keano dan Iel juga sudah sama-sama dewasa."
"Misalnya Rossie ternyata memilih Keano, kita semua harus memberikan dukungan pada Iel agar dia move on. Atau misalnya Rossie ternyata memilih Iel, maka kita juga harus memberikan dukungan pada Keano agar menerimanya dengan lapang dada."
"Semua sudah punya jodoh masing-masing!" Ucap Mom Yumi panjang lebar seolah sedang menasehati Dad Liam dan Mami Anne yang seperti tak pernah berhenti berseteru sejak dulu. Kakak beradik itu memang lebih mirip kucing dan tikus saat sedang bersua.
"Kak Yumi benar!"
"Sebaiknya Abang Liam dan kau, Anne!"
"Berhentilah bersaing tentang siapa yang pantas menjadi pasangan Rossie!"
"Kita harus mendukung sekaligus menghormati apapun yang nantinya menjadi keputusan Rossie, apakah dia lebih memilih Keano atau Fairel," ujar Papi Abi ikut-ikutan berpendapat.
"Dengarkan itu, Bang! Tidak usah ngotot lagi kalau Rossie harus sama Fairel! Kalau Rossie milihnya Keano ya terima saja! Lapang dada!" Sahut Mami Anne sembari mendelik-delik pada Dad Liam.
"Cih! Sejak dulu yang ngotot kan kau! Kenapa malah menuduh aku!" Sergah Dad Liam balik mendelik pada Mami Anne.
"Sudah cukup!" Seru Mom Yumi sekali lagi yang sepertinya mulai hilang kesabaran.
"Dia yang mulai, Yum!" Dad Liam sudah menuding pada Mami Anne.
"Iya tidak usah kau tanggapi!" Desis Mom Yumi geregetan.
"Nye nye nye nye!" Olok Mami Anne pada Dad Liam yang langsung terlihat bersungut-sungut.
"Anne, sudah!"
"Jangan kekanakan!" Sekarang gantian Papi Abi yang mengomeli sang istri.
"Astaga! Kenapa sejak dulu kalian itu tak bisa akur!" Mom Yumi sudah memijit pelipisnya sekarang karena mulai pening. Disaat bersamaan, tiba-tiba terdengar sapaan Keano yang langsung membuat semuanya menoleh.
"Mami, Papi!"
"Uncle, Aunty, apa sedang ada reuni?"
"Kau darimana, Kean? Kenapa kelayapan saat jam kerja juga?" Cecar Dad Liam sembari memindai penampilan Keano.
"Keano dari tadi di ruangan Kean, Uncle! Sama sekali tidak kelayapan!" Kilah Keano cepat.
"Lalu sekarang mau kemana?" Tanya Dad Liam lagi.
"Mau ke-" Keano belum selesai menjawab, saat kemudian terdengar suara Rossie.
"Bang Kean-"
Semua mata refleks langsung tertuju ke arah putri mahkota di keluarga Hadinata tersebut. Rossie tentu saja langsung salah tingkah.
"Aunty, Uncle!" Rossie akhirnya menyapa Mami Anne, Papi Abi, Dad Liam dan Mom Yumi.
"Sedang kumpul-kumpul, ya?" Basa basi Rossie selanjutnya pada orang rua Keani dan juga orang tua Fairel tersebut.
"Hanya sedang makan siang bersama, Rossie! Mau gabung," jawab Mom Yumi sekaligus menawari Rossie.
"Mmmmm, Rossie sudah makan, Aunty," jawab Rossie seraya meringis.
"Jadi mengantar Rossie pulang, Bang?" Tanya Rossie selanjutnya sedikit berbisik pada Keano.
"Kau tadi darimana, Rossie? Dari ruangan Keano?" Tanya Mami Anne to the point saat Rossie masih berbisik-bisik pada Keano.
Rossie langsung kembali salah tingkah.
"Tadi meja dibawah penuh, Mi! Dan Rossie datang untuk makan siang. Jadi Keano ajak ke atas saja sekalian makan siang bersama Kean," ujar Keano yang akhirnya menjelaskan pada semuanya yang menunggu penjelasan.
"Tapi perasaan tadi saat kita datang banyak meja yang kosong!" Decak Dad Liam seraya memicing pada Keano yang langsung meringis.
"Tidak apa-apa! Dulu Mami juga sering menyusul Papimu ke resto, lalu ke ruangannya dan-"
__ADS_1
"Kami tidak melakukan apa-apa, Mi!" Sergah Keano cepat menyela kalimat Mami Anne.
"Kami benar-benar hanya mengobrol di ruangan Abang Kean, Aunty!" Timpal Rossie yang akhirnya ikut memberikan penjelasan.
"Tapi sudah jadian, kan?" Tanya Mami anne memastikan sembari melirik pada Dad Liam yang raut wajahnya sudah terlihat kecut.
"Sudah jadian, kan, Keano?" Ulang Mami Anne lagi yang seolah sedang berniat membuat Dad Liam kesal.
Keano dan Rossie tak langsung menjawab dan dua sejoli itu malah kompak tutup mulut.
"Kita berempat sudah sepakat untuk tak ikut campur apalagi berseteru tentang siapa yang menjadi pilihan Rossie."
"Jadi...." Mom Yumi menggenggam tangan Dad Liam yang wajahnya terlihat kesal, lalu memberikan isyarat mata pada suaminya tersebut.
"Kau juga, Mi! Jangan mengompori lagi!" Papi Abi langsung ikut-ikutan menasehati Mami Anne yang mungkin sekarang merasa diatas awan. Merasa sudah menang karena akhirnya Rossie lebih memilih Keano ketimbang Fairel.
"Jangan mengompori, Anne!" Desis Dad Liam selanjutnya menyindir Mami Anne.
"Lagipula, kalau Keano dan Rossie akhirnya jadian, aku juga turut senang. Aku turut bahagia!"
"Keano keponakanku!" Cerocos Dad Liam kemudian yang kata-katanya sangat tak sesuai dengan ekspresi wajahnya.
Keano dan Rossie yang sejak tadi saling diam, kini ganti saling bertukar pandang.
"Kean akan mengantar Rossie pulang dulu, Mi! Tadi Aunty Sita sudah telepon," pamit Keano akhirnya memecah kebisuan.
"Ya! Hati-hati!" Jawab Mami Anne.
Keano dan Rossie lanjut berpamitan pada dua pasangan paruh baya tersebut, sebelum pergi meninggalkan B&D Resto.
"Memang sebaiknya Iel mencari gadis lain saja dan tak perlu ikut-ikutan menjadi menantu Robert!"
"Cukup Reina saja yang menjadi menantu Robert!" Sinis Dad Liam seraya memundurkan kursinya. Pria paruh baya itu lalu bangkit dari kursi dan meraih tangan Mom Yumi.
"Ayo pulang!" Ucap Dad Liam tegas tanpa basa-basi lagi pada Papi Abi maupun Mami Anne.
****
"Toko kue?"
"Iya, Mom! Yang bisa membuat kue ulang tahun custom," ujar Fairel yang saat ini sedang menelepon Mom Yumi.
"Mom biasanya kalau pesan kue di Sweety Cake. Itu dulu juga dapat rekomendasi dari Aunty Sita."
"Tapi kuenya memang enak dan ownernya juga ramah."
"Benarkah? Dimana alamatnya, Mom? Kirimkan ke ponsel Iel, ya!"
"Di Jalan Seroja. Nanti Mom kirim detail alamatnya."
"Oke, Mom! Iel tunggu!"
"Bye!" Pungkas Fairel seraya menutup teleponnya pada Mom Yumi. Fairel lalu menghela nafas, sebelum kembali berkutat dengan pekerjaannya lagi.
Tak berselang lama, sebuah pesan masuk ke ponsel Fairel yang rupanya dari Mom Yumi. Pesan berisi alamat lengkap sebuah toko kue.
[Tokonya sedikit kecil dan tersembunyi. Nanti tanya saja ke orang sekitar kalau bingung] -Mom Yumi-
"Hhh! Seorang Fairel mana mungkin bingung!" Gumam Fairel sombong, sembari melihat arlojinya. Jam sudah menunjukkan pukul tiga sore sekarang dan Fairel akan ke toko Sweety Cake nanti jam empat saja! Fairel akan menyelesaikan dulu pekerjaannya agar Dad Liam tidak mencak-mencak.
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
__ADS_1