Pilihan Hati Rossie

Pilihan Hati Rossie
SIAL


__ADS_3

Fairel pulang dari kantor lebih cepat setelah tadi dirinya datang lebih pagi juga karena memenuhi perintah Dad Liam untuk hadir di meeting pagi bersama staf.


Lalu, apa pekerjaan Fairel sekarang sudah selesai?


Oh, tentu saja belum. Tapi Fairel hanya tidak mau menjadi tuan direktu serakah yang mengerjakan semua pekerjaan di kantor, lalu menua bersama berkas-berkas di kantor. Masih ada Ryan yang sangat sangat bisa berbagi tugas dengan Fairel. Jadi sore ini biar Ryan yang meng-handle pekerjaan di kantor, dan Fairel akan mencari hadiah untuk Rossie.


Ya!


Acara ulang tahun Rossie akan digelar secara meriah malam ini, dan tentu saja Fairel akan datang nanti sekaligus melamar Rossie.


Masabodoh tentang apa yang terjadi diantara Keano dan Rossie tadi malam, karena satu hal yang pasti, Fairel akan gercep dan langsung melamar Rossie malam nanti, mendahului Keano.


Ya, ya, ya!


Fairel sangat yakin kalau Keano pasti belum punya pikiran untuk melamar Rossie!


Lagipula, misalnya Keano sudah melanar Rossie, beritanya pasti sudah menyebar lebih cepat dari angin yang berhembus secara Aunty Anne punya keahlian menyebarkan berita dengan cepat di seluruh keluarga Halley, bahkan di detik berita itu baru release!


Luar biasa memang mami kandung Keano itu!


Fairel masuk ke rumah sembari bersiul, saat pria itu langsung mendapati Mom Yumi yang sepertinya sedang bicara sendiri.


Hah?


"Sedang bicara pada siapa, Mom?" Tegur Fairel akhirnya seraya merengkuh kedua pundak Mom Yumi dari belakang. Kalau Dad Liam melihat adegan ini, sangat bisa dipastikan kalau Dad kandung Fairel itu akan langsung mencak-mencak tak karuan. Hahaha!


Tapi Dad Liam sedang tidak ada!


"Iel! Mengagetkan Mom saja!" Gerutu Mom Yumi yang tadi memang langsung terlonjak saat Fairel merengkuh kedua pundaknya.


"Habisnya, Mom bicara sendiri tadi," kekeh Fairel yang malah tergelak tanpa dosa.


"Ada apa, sih?" Tanya Fairel selanjutnya merasa kepo.


"Reina. Pulang dari kantor wajahnya ditekuk, tidak menjawab sapaan Mom dan malah langsung lari naik tangga," cerita Mom Yumi yang sepertinya sedikit khawatir.


"Oh, Reina sudah pulang juga, ya!"


"Baguslah, bisa bantuin Iel cari hadiah untuk Rossie," gumam Fairel yang malah punya ide cemerlang. Secara Reina dan Rossie kan lumayan akrab juga, jadi mungkin nanti Reina bisa membantu Fairel memilih cincin untuk melamar Rossie.


"Iel, kau tahu Reina kenapa?" Tanya Mom Yumi pada Fairel yang sudah menaiki tangga. Fairel menghentikan langkahnya sejenak sebelum menjawab pertanyaan sang Mom.


"Mungkin kangen pada Angga, Mom! Angga kan sedang di luar kota!" Tukas Fairel menerka-nerka. Lagipula, biasanya yang membuat galau seorang gadis itu kan karena kangen pada kekasihnya.


Rossie kira-kira suka galau juga tidak ya, kalau kangen pada Fairel.


Hahaha!


Semoga saja!


Fairel lalu melanjutkan langkahnya dan naik ke lantai dua. Pria itu langsung menuju ke kamar Reina tanpa berganti baju terlebih dahulu.


****

__ADS_1


"Iel, datang sendiri?"


"Reina mana?" Tanya Mama Sita saat Fairel baru tiba di lokasi acara. Tadinya, Fairel berharap kalau Rossie yang akan langsung menyambutnya, namun ternyata malah Mama Sita.


Hhhh!


Rossie dimana, lagi!


Kenapa Fairel tak bisa menemukannya?


"Iel, Reina mana?" Mama Sita mengulangi pertanyaannya karena Fairel yang tak kunjung menjawab dan malah bengong.


"Eh, iya! Aunty!"


"Reina sedang tidak enak badan," jawab Fairel akhirnya yang langsung membuat Mama Sita tampak terkejut. Mungkin khawatir juga karena Reina kan calon menantu kesayangan Mama Sita. Tapi setelah ini, Fairel juga akan menjadi calon menantu kesayangan Mama Sita.


Setelah Fairel melamar Rossie tentu saja.


"Tapi Reina titip salam untuk Rossie, Aunty dan Uncle. Sekaligus permintaan maaf karena ia tidak bisa datang," ujar Fairel yang kali ini ganti membuat Mama Sita mengangguk.


"Nanti Aunty akan menelepon Reina dan memastikan kondisinya. Angga juga tidak pulang malam ini dan hanya menelepon Rossie tadi," ujar Mama Sita kemudian yang langsung membuay Fairel melontarkan pertanyaan.


"Lalu Rossie-mya mana, Aunty? Iel mau memberikan kado spesial," tanya Fairel sembari celingukan mencari keberadaan Rossie.


Ke kanan tidak ada, ke kiri juga tidak ada, lalu di dekat kolam.....


"Rossie-" Mama Sita belum menyelesaikan jawabannya, saat Fairel sudah buru-buru pamit karena pria itu sudah menemukan Rossie yang sedang berada di tepi kolam san sedang berbincang dengan seseorang yang hanya kelihatan punggungnya.


Tapi Fairel sangat tahu kalau yang sedang bicara pada Rossie itu adalah seorang pria. Semoga bukan Keano!


"Rossie!" Panggil Fairel cepat yang langsung membuat Rossie menoleh dan sedikit mencarj keberadaan sang pemilik suara.


"Rossie, hai!"


"Aku disini!" Fairel melambaikan tangan ke arah Rossie sembari mempercepat langkahnya yang kini menyusuri tepi kolam renang. Pria yang tadi bicara pada Rossie ikut menoleh, dan benar saja! Itu adalah Keano.


Sial!


"Kau!" Fairel menuding pada Keano yang menatap tak mengerti pada Fairel seolah ingin mengatakan sesuatu. Namun Fairel tak menghiraukannya, hingga saat Fairel hampir sampai ke tempat Rossie berada, pria itu malah ditabrak oleh seseorang dari samping. Fairel yang tak siap langsung terhuyung ke samping atau lebih tepatnya ke arah kolam renang, dan....


Byuuur!!!


"Bang Iel!" Seru Keano dan Rossie berbarengan.


Dua orang itu buru-buru menghampiri Fairel yang sudah basah kuyup di dalam kolam. Teeang saja, saat ini Fairel malah menjadi tontonan semua tamu undangan yang hadir.


"Brengsek!!" Umpat Fairel sembari menyemburkan air kolam yang memenuhi mulutnya


"Siapa yang tadi menabrakku-" Tatapan tajam Fairel langsung tertuju pada seorang gadis yang kini meringis di tepi kolam bersama para tamu yang lain.


"Maaf, Pak Ibel! Aku tidak sengaja!" Cicit gadis itu kemudian seraya mengulurkan tangannya ke arah kolam atau lebih tepatnya ke arah Fairel.


"Kau yang tadi menabrak Bang Iel, Beth?" Tanya Rossie yang sudah menghampiri Beth yang masih mengulurkan tangannya pada Fairel yang terlihat murka

__ADS_1


"Aku tidak sengaja!" Cicit Beth sekali lagi.


"Dan aku akan bertanggung jawab!" Ucao Beth lagi.


"Ayo naik, Bang!" Ucap Keano yang sudah ikut-ikutan mengulurkan tangannya pada Fairel. Namun sepertinya Fairel sama sekali tak ada niat untuk menyambut tangan Keano maupun Beth. Pria itu malah berenang ke samping dan naik dari sisi kolam yang terdapat tangga.


"Bang Iel!" Keano buru-buru menghampiri Fairel, pun dengan Rossie dan Beth.


"Bang Iel bisa ganti baju dulu di atas dan memakai baju Abang Angga," ucap Rossie cepat yang langsung membuat Fairel meraih tangan gadis itu.


"Jangan dekat-dekat pada Keano!" Ucap Fairel seraya menatap tegas pada Rossie yang langsung menunjukkan raut wajah bingung.


"Dan kau!" Fairel ganti menuding pada Keano.


"Sudah cukup kau main curang semalam dengan menculik Rossie-"


"Keano tidak menculik Rossie, Bang!" Sanggah Keano cepat.


"Tidak usah bohong! Kau sudah curang dalam persaingan kita dan aku tak akan membiarkannya!"


"Mulai malam ini, Rossie hanya boleh dekat-dekat denganku dan sebaiknya kau menjauh!"


"Sana! Jauh-jauh dari Rossie!" Usir Fairel seraya mendorong pundak Keano dengan kasar.


"Bang, sepertinya Rossie harus meluruskan satu hal," ucap Rossie akhirnya seraya melepaskan pegangan tangan Fairel du tangannya.


"Meluruskan apa, Rossie? Aku baru saja ingin mengatakan satu hal penting-"


"Fairel, sebaiknya kau ganti baju sebelum masuk angin!" Ucap Mama Sita menyela kalimat Fairel yang baru saja akan melamar Rossie.


"Sebentar, Aunty! Iel mau mengatakan sesuatu pada Rossie-"


"Sebaiknya Abang Iel ganti baju dulu," ucap Rossie yang gantian memberikan saran pada Fairel.


"Kau perhatian sekali, Rossie!"


"Baiklah, aku akan ganti baju sebentar sebelum lanjut mengatakan hal penting tadi padamu!"


"Tunggu aku, oke!" Tukas Fairel seraya tersenyum manis pada Rossie.


"Awas jangan dekat-dekat pada Rossie!" Fairel ganti menggertak Keano yang baru maju satu langkah ke arah Rossie. Keano tak menjawab apapun hingga Fairel berlalu pergi.


"Sebaiknya kalian berdua segera mengatakan pada Fairel tentang status hubungan kalian!" Saran Mama Sita pada Keano dan Rossie setelah Fairel tak terlihat lagi.


Rossie dan Keano lalu saling bertukar pandang sebelum menjawab,


"Kami memang berniat memberitahu Abang Iel malam ini, Ma!"


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


__ADS_2