
"Cepat, Beth!" Perintah Fairel seraya melompat-lompat tak sabar. Jam di arloji Fairel sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam, dan Beth masih saja menyemprotkan krim kue ke atas kue yang akan Fairel bawa ke rumah Rossie.
Semua ini karena ulah Reina yang memakan sekaligus mengacak-acak kue untuk Rossie di detik-detik Fairel akan memberikan kejutan pada Rossie.
Dasar Reina menyebalkan!
"Tidak bisa cepat, Ibel!"
"Salah sendiri kau merusak kuenya dan sekarang minta aku mengerjakan kue yang baru dalam waktu satu jam saja!"
"Sinting!" Keluh Beth sembari menguap lebar.
"Kalau tadi kau tam banyak alasan, waktumu untuk mengerjakan pasti lebih panjang!"
"Salahmu yang malah mengomel saat aku kinta kau membuka toko!" Fairel balik menyalahkan Beth.
"Tentu saja aku mengomel!"
"Aku baru pulang dari acara dan baru memejamkan mata, tapi kau tiba-tiba malah meneleponku, memintaku memperbaiki kuemu yang hancur!"
"Lagipula, kalau hanya surprize kan bisa memakai kue yang sudah jadi di etalase itu!" Gerutu Beth seraya mengendikkan dagunya ke arah showcase yang penuh dengan kue-kue nganggur yang sama sekali tak dilirik oleh Fairel.
"Tak ada yang bernuansa mawar di etalase!"
"Ini kan kejutan soesial untuk Rossie!" Ungkap Fairel akhirnya sambil kembali melirik arlojinya.
"Ya ampun! Sudah belum, Beth?" Cecar Fairel semakin tak sabar.
"Sudah!" Jawab Beth akhirnya dengan nada kesal. Gadis itu mengambil kardus dari rak dengan sedikit emosi, lalu langsung memasukkan kue Fairel ke dalam box.
"Lilinnya sudah?" Tanya Fairel memastikan.
"Baru mau aku ambilkan!"
"Rossie umur berapa?" Tanya Beth sembari menarik laci berisi lilin.
"Dua puluh lima," jawab Fairel cepat.
"Dua lima? Namanya Rossie? Kok mirip nama temanku yang besok berulangtahun ke dua puluh lima juga, ya?" Gumam Beth mulai menerka-nerka.
"Memang! Dia adiknya Angga!" Jawab Fairel pamer.
"Oooh! Kau pacarnya Rossie?" Tanya Beth lagi.
"Bukan! Aku calon suami Rossie!" Jawab Fairel lagi penuh percaya diri.
"Ya sudah! Pergi sana!"
"Aku mau tidur lagi!" Usir Rossie selanjutnya pada Fairel.
"Sebentar! Kau tidur disini?" Tanya Fairel dengan nada ragu.
"Ya! Ini sudah tengah malam juga dan Abang Timmy tak bisa menjemputku," jawab Beth yang kembali menguap.
"Memang Abangmu kemana?"
"Kerjalah!" Jawab Beth dengan nada malas.
"Kerja tengah malam begini? Kerja apa?" Tanya Fairel lagi semakin penasaran.
"Bartender!"
"Sudah sana pulang! Kenapa malah tanya-tanya!" Usir Beth sekali lagi.
__ADS_1
"Aku antar pulang, ayo!" Ajak Fairel kemudian yang mendadak tak sampai hati membiarkan Beth tidur sendirian di dalam toko.
"Tidak usah! Aku akan tidur di toko!" Tolak Beth tegas.
"Yakin aman?" Fairel masih khawatir.
"Iya, aman!"
"Sudah sana! Katanya mau memberikan kejutan untuk Rossie!"
"Ini sudah jam dua belas!" Beth menunjuk ke arloji Fairel.
"Baiklah!"
"Kunci rolling door-nya!" Pesan Fairel sebelum pria itu keluar dari toko kue Beth.
"Iya!"
Braaak!!
Beth langsung menutup rapat rolling door tokonya dari dalam, setelah Fairel keluar.
"Hhhh! Kuat juga tenaga gadis itu!" Gumam Fairel yang bergegas membawa kue untuk Rossie masuk ke mobil. Kue ini bentuknya masih sama seperti kue yang dirusak Reina menyebalkan tadi. Hanya saja, ukurannya lebih kecil karena kata Rossie tidak keburi waktunya kalau harus menghias kue yang ukurannya besar.
"Baiklah, Rossie Sayang!"
"Abang Iel datang!" Ucap Fairel penuh semangat sebelum pria itu menginjak pedal gas dan langsung meluncur ke kediaman Hadinata.
****
"Satu...."
"Dua...."
"Ga!" Ucap Rossie melanjutkan hitungan mundur Keano
"Belum!" Kekeh Keano yang masih menutupi kedua mata Rossie memakai telapak tangan. Saat ini, Keano dan Rossie sudah tiba di B&D Resto. Keano memang sudah menyiapkan kejutan ulang tahun untuk Rossie sejak tadi pagi. Tadi di kediaman Hadinata, Keano sudah membawakan minicake dan sebuah lilin saat membangunkan Rossie. Lalu Keano lanjut mengajak Rossie ke B&D Resto untuk kejutan selanjutnya. Dan syukurlah tadi Papa Robert langsung memberikan izin pada Keano untuk membawa Rossie kemari.
"Abang!"
"Cepatlah!" Rengek Rossie manja.
"Baiklah!"
"Ti....ga!" Keano sudah menyingkirkan telapak tangannya yang tadi menutupi mata Rossie. Gadis di depan Keano itu mengerjap beberapa saat, sebelum kemudian ia menutupi mulutnya sendiri memakai telapak tangan karena merasa tak percaya dengan kejutan yang diberikan oleh Keano.
Ada puluhan lilin yang membentuk nama Rossie di atas kolam renang yang terletak di area belakang B&D Resto.
"Happy Birthday, Rossie!" Bisik Keano yang langsung membuat Rossie menghambur ke pelukan kekasihnya tersebut.
"Terima kasih Bang Kean!" Ucap Rossie yang masih erat memeluk Keano.
"Apa ini sekalian lamaran?" Tanya Rossie kemudian to the point.
"Aku pikir, kau masih mau fokus berkarier," jawab Keano yang kini sudah ganti menangkup wajah Rossie.
"Mmmmm. Iya, sih," wajah Rossie terlihat sedikit kecewa. Tadinya Rossie memang sudah membayangkan tentang lamaran Keano di hari ulang tahunnya. Namun sepertinya Rossie berekspetasi terlalu tinggi.
"Jangan cemberut!" Bujuk Keano yang langsung peka dengan perubahan ekspresi di wajah Rossie.
"Aku bawa, kok!" Ujar Keano lagi sembari menunjukkan sebuah kotak cincin di hadapan Rossie yang terang saja langsung membuat Rossie terperangah tak percaya.
"Aku harus berlutut, ya?" Keano terkekeh, lalu sedikit melangkah mundur, sebelum kemudian pria itu menekuk satu kakinya dan berlutut di hadapan Rossie.
__ADS_1
"Aura Rossie Hadinata, maukah kau menikah denganku?" Ucap Keano kemudian sembari menggenggam satu tangan Rossie.
"Mau!" Rossie mengangguk-angguk!
"Rossie mau, Bang!" Jawab Rossie yang langsung ikut-ikutan bersimpuh dan menyamakan posisinya dengan Keano.
Keano langsung melingkarkan cincin ke jari manis Rossie, dan ternyata ukurannya begitu pas.
"Pas!" Gumam Keano sebelum kemudian pria itu lanjut meraup Rossie ke dalam pelukannya.
"Ayo makan malam dulu sebelum aku mengantarmu pulang lagi," ucao Keano kemudian setelah cukup lama ia dan Rossie berpelukan.
"Tapi ini sudah tengah malam, Bang!" Protes Rossie merasa keberatan dengan ajakan Keano.
"Hanya satu kali ini dan itu tak akan membuatmu gendut!" Keano mencolek hidung Rossie, sebelum kemudian merangkul gadis itu dan membimbingnya untuk duduk di kursi yang berada di tepi kolam yang sydah ditata sedemikian rupa.
"Makan malam memakai piyama."
"Astaga!" gelak Rossie yang baru menyadari dirinya yang memang hanya mengenakan sepasang piyama dan sebuah cardigan
"Tidak apa-apa! Kau tetap cantik," puji Keano sembari mengusap wajah Rossie. Dua sejoli itu lanjut menikmati makan lewat tengah malam mereka sambil mengobrol beberapa hal.
****
"Rossie tidak ada!" Jawab Papa Robert tegas saat Fairel mengetuk pintu depan dan memaksa untuk menemui Rossie yang memang sudah dibawa Keano ke B&D Resto. Semoga keputusan Papa Robert untuk memberikan izin pada Keano bukanlah sebuah keputusan yang salah. Papa Robert yakin kalau Keano akan menjaga Rossie dan pemuda itu juga tak akan melakukan sesuatu yang melanggar norma.
"Pasti ada, Uncle!"
"Rossie di kamarnya, kan?"
"Iel akan membangunkan Rossie pelan-pelan!" Ujar Fairel yang masih pantang menyerah untuk membujuk Papa Robert.
"Ck!" Papa Robert berdecak sekali lagi.
"Please, Uncle!"
"Iel hanya akan membangunkan Rossie perlahan, lalu memberikan kue yang cantik ini dan sebuah hadiah, dan setelahnya Iel akan pulang!" Mohon Fairel sekali lagi sembari menjelaskan panjang lebar rencananya.
"Tapi kalau Uncle meminta Iel menginap, Iel juga tak keberatan," sambung Iel lagi.
"Iya, tapi masalahnya Rossie sudah pergi, Iel!"
"Kau terlambat datang!" Ujar Papa Robert lagi.
"Terlambat maksudnya? Sudah ada yang mendahului Iel, begitu? Siapa? Jangan bilang orang itu Keano!" Cecar Fairel yang raut wajahnya sudah berubah tak senang.
"Keano datang on time tadi," jawab Papa Robert.
"Lalu Keano membawa Rossie kemana? Kenapa Uncle mengizinkan Keano membawa Rossie keluar malam-malam begini?" Cecar Fairel merasa tak terima.
"Keano meminta izin baik-baik tadi, dan lagipula, Keano dan Rossie sudah-"
"Ck! Pasti Keano membawa Rossie ke B&D Resto!" Tukas Fairel yang langsung menyela dan memotong kalimat Uncle Robert yang belum selesai. Fairel lalu bergegas kembali ke mobilnya tanpa berpamitan pada Uncle Robert.
"Awas kau, Keano!" Gumam Fairel kesal sebelum pria itu menginjak pedal gas, lalu langsung bergegas menuju ke B&D Resto.
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
__ADS_1