
"Kunci yang rapat!" Pesan Papi Abi sebelum pria paruh baya itu meninggalkan rumah baru Keano. Mami Anne hanya tertawa kecil dan segera menggamit lengan Papi Abi, sebelum keduanya menyeberang bersamaan ke rumah depan.
Keano segera mengunci pagar depan, lalu masuk ke rumah.
"Rossie!" Panggil Keano yang tak mendapati Rossie di ruang depan. Peia itu akhirnya mematikan lampu depan dan segera menuju ke dapur yang ternyata juga sudah gelap.
"Rossie!" Panggil Keano lagi sembari menuju ke kamar. Pintu kamar sudah setengah terbuka dan suasana di dalam kamar juga hanya remang-remang.
"Rossie-" Keano baru mendorong pintu kamar, saat kedua netranya sudah mendapati Rossie yang duduk di tepi ranjang, sembari mengenakan lingerie berwarna merah menyala.
"Ya! Kau memanggilku?" Jawab Rossie dengan nada yang menggoda.
"Cepat sekali ganti baju," kekeh Keano sembari menutup pintu kamar. Keano juga langsung menanggalkan kausnya sembari mendekat ke arah Rossie yang kini sudah berganti posisi menjadi setengah berbaring.
Keano yang seolah tak mau melewatkan kesempatan, langsung menerjang istrinya tersebut dan menghujani bibir, tengkuk, serta leher Rossie dengan ciuman yang bertubi-tubi.
"Kau sexy sekali memakai lingerie begini," puji Keano di sela-sela kecupannya pada bibir Rossie.
"Ngomong-ngomong, kita belum mencoba kolam renangnya." Rossie mengendikkan dagunya ke arah kolam renang yang memang bisa langsung diakses dari dalam kamar. Kata Keano utu ssmacam private pool seperti yang ada di hotel atau resort.
"Apa sebenarnya tujuanmu memberikan private pool-"
"Agar kita bisa berenang berdua tanpa memakai apapun," jawan Keano blak-blakan yang ternyata imajinasinya begitu liar.
__ADS_1
"Ooh!"
"Kau mesum ternyata," gumam Rossie sembari menangkup wajah Keano, lalu mengecup bibir suaminya itu dengan penuh gairah.
"Mesum pada istri sendiri apa salahnya."
"Lagipula aku pikir, ketimbang kita ke hotel atau resort yang tak terjamin keamanannya, kenapa aku tak menciptakan resort-ku sendiri di rumah."
"Jadi kita bisa honeymoon setiap hari," timpal Rossie melanjutkan penuturan Keano.
"Iya!"
"Kau suka?" Tanya Keano selanjutnya meminta penilaian Rossie.
"Mau berenang sekarang? Atau...." Keano menurunkan tali lingerie Rossie, lalu mengecup pundak istrinya tersebut cukup lama hingga meninggalkan bekas kemerahan.
"Aku mau memberikan hadiah dulu," ucap Rossie yang tangannya sudah menarik turun celana Keano, lalu mengeluarkan milik Keano yang sudah berdiri tegak.
"Rossie...." Keano langsung mengerang saat miliknya sudah dilahap oleh Rossie dan hampir tenggelam sepenuhnya ke dalam mulut Rossie yang mungil.
Rossie mendongakkan wajahnya, lalu menatap pada wajah Keano yang terlihat begitu menikmati. Kedua mata Keano bahkan sudah terpejam, saat Rossie mulai menggerakkan milik Keano yang berada di dalam mulutnya, maju dan mundur.
"Iya, seperti itu!" Bibir Keano mulai mengeluarkan racauan sambil sesekali pria itu melenguh menikmati permainan dari Rossie.
__ADS_1
Suasana di dalam kamar perlahan mulai memanas. Rossie menghentikan sejenak aktivitasnya, lalu wanita itu menatap pada wajah Keano yang rupanya juga tengah menatapnya.
"Lagi?" Tawar Rossie meminta persetujuan Keano.
Keano tak menjawab dan pria itu segera membimbing Rossie untuk bangkit berdiri, lalu Keano melepaskan lingerie Rossie perlahan.
"Ayo kita coba dulu kolam renang yang baru!" Ajak Keano kemudian sembari menggendong Rossie ala bridal dan membawanya menuju ke kolam renang.
"I love you, Suamiku!" Bisik Rossie seraya menyusupkan kepalanya ke dada Keano.
"Terima kasih untuk hadiah kejutan yang indah ini," ucap Rossie lagi penuh ketulusan.
"I love you too, Istriku yang paling cantik!"
**********TAMAT*************
Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk semua reader budiman yang sudah mengikuti cerita "Pilihan Hati Rossie" sampai tamat.
Terima kasih juga untuk yang sudah memberikan like, komen, vote, hadiah, serta dukungan yang tak terhingga banyaknya.
Cerita Rossie dan Keano aku akhiri sampai disini. Mohon maaf jika masih banyak typo maupun kata-kata yang kurang berkenan.
Sampai jumpa di cerita selanjutnya.
__ADS_1
Bye ππ