
Dan Agral juga ikut Luna bermain dengan baby Manda. terlihat bahagia sekali mereka.bibi wati yang memandang ke 3nya merasa ikut bahagia "Semoga keluarga mereka sakinanawadawarohmah" ucap dalam hati bibi wati.
"Luna bibi pamit mau ke pasar dulu. ucap bibi
" Baik bi hati-hati, saut Luna.
"iya, jawab bibi mendekati baby Manda dan mencium pipi nya.lalu berangkat ke pasar
Agral lalu mengambil Manda untuk digendong nya.
tak disangka mobil terhenti di depan halaman rumah Luna.
Luna melihat dari jendela ternyata mobil Wildan.
tapi tak lama kemudian Andita keluar dari mobil tersebut. Luna yang bingung juga takut harus bagaimana. Agral yang belum menyadari jika Andita sudah ada dibelakangnya.
Dilihat dita sudah mulai berbeda dengan raut wajah yang tidak bisa diartikan
Agral yg kaget dan terkejut"shiiitt.. "
"Ohhhh,, jadi seperti ini cintamu kak Agral, kata dita menaikan nada menekan.
" Andita sayang dengarkan penjelasanku!! seru Agral.
"Cukup... sudah lebih dari cukup ... tak perlu ada penjelasan lagi. ketus dita yang masih menahan air mata nya.
" Aku....u!!Agral yang tak bisa menjawab seperti akan bibir nya susah digerakkan kan
Lalu Luna mengambil Manda dari gendongan Agral Andita yang melirik baby Manda dan Luna menaruhnya ke ranjang bayi
" Mbak dita. ucap Luna memanggil
Andita terdiam tak menggubris panggilan Luna.
"Kak Agral jawab sekarang lebih baik kau memilih diantara dia atau aku?? ketus dita semakin emosi.
" Jawab, kak!! Andita yang mulai menangis dan tak bisa membendung nya lagi.
"Apa kesalahan ku kak, apa! dita menarik kerah baju Agral.
" Jawab kak Agral.!! dita sudah meledak-ledak Agral lalu ingin memeluk nya tangan nya ditepis dita.
Andita mendorong Agral dan dita melangkah mundur pergi dari rumah Luna lalu di ikuti Wildan. dan andita dibawa pulang bersama Wildan ke villa nya, hanya hening dimobil tak ada sepatah kata apapun Wildan hanya fokus menyetir mobilnya Andita membuang muka nya menatap jalanan dari jendela mobil.
Sesampainya di villa dita kekamar namun Wildan hanya membiarkan nya sendiri agar dia bisa tenang.
Andita duduk sambil menekuk kakinya dan bersandar di dipan, membenam kan kepalanya di kedua kakinya sambil menangis , seperti hidupnya telah hancur cinta nya sudah pergi.
''Tahukah kamu bahwa hati bisa saja retak, namun ia akan tetap terus berdetak,seperti gelas yang retak maka tidak akan kembali seperti semula.
Wildan juga tak tinggal diam dia langsung memberi tahu Kevin dan Vivian tentang kejadian ini, Mereka kaget dan tidak menyangka kakak mereka seperti itu.
********_______**********
Di rumah Luna
Agral menangis hati sudah tak bisa diartikan Luna mendekat mengelus punggung suami nya.
__ADS_1
"Pa,maaf kan Luna. ucap Luna memeluk nya.
"Tidak seharusnya aku jujur dari awal hubungan kita.
" Apa perlu aku menemui mba dita!! cuit luna
"Dita tidak mungkin mau bertemu denganmu.jawab Agral
" Apa mbak dita akan membenciku?? tanya Luna.
"Tentu dia membencimu. jawab Agral.
" Kita harus menemui ke dua orang tua ku, ucap Agral
"Baiklah, jawab Luna
Mereka sibuk menyiapkan barang-barang lalu Luna juga berpamitan pada bibi wati
Agral membawa Luna dan baby Manda ke Jakarta
dengan rasa yakin Agral jika ke 2 orang tuanya bisa menerima Luna.
******" &&&&_________&&&&&***"""
Di Jakarta
Kevin dan Vivian memberi tahu semua kejadian itu semua kepada papi, mami tidak menyangka kalau Agral berbuat seperti itu.
Sesampainya dirumahnya orang tua Agral dan Luna masuk ke dalam dan melihat papi, mami, kevin, Vivian sedang berada di taman bersantai menikmati secangkir teh.
"Mami!! seru Agral memanggil mami
lalu papi menghampiri Agral tak disangka malah papi menampar putra nya
"Plak..tamparan mendarat di pipi kanan agral .. " papi tidak pernah mengajari mu seperti ini Agral!!!ketus papi dengan rasa emosi dan kecewa. lalu Agral bersimpuh di kaki papi nya.
"Pi, maafkan Agral, pi.. !!ucap Agral memeluk kaki papinya memohon maaf.
" Papi kecewa dengan mu Agral. ketus papi sambil menahan sesak di dadanya.
Mami hanya melihat tidak bisa berbuat apa-apa hanya menangisi putra nya yang seperti itu.
Luna yang ada di belakang Agral menangis yang masih menggendong Manda kecil untung saja Manda tidak rewel dia masih tidur.lalu Luna memberanikan diri bersuara.
"Maafkan saya Tuan dan Nyonya, semua ini bukan salah kak Agral ini kesalahan saya!! ucap Luna.
" Kau siapa berani bicara seperti itu!!!?? jawab papi dengan ketus dan dingin.
"Saya istri Kak Agral!! jawab Luna.
" Hmmmmm, wanita seperti kamu hanya ingin mengincar kekayaan, karena itu kamu mau jadi selingkuhan Agral. ucap papi
"Tidak Tuan. jawab Luna
" Cukup... pi. mami berani buka suara
Mami menghampiri Luna.
"Kalau bukan karena itu lalu apa.?? tanya mami menatap Luna tajam
__ADS_1
" Karena kami saling mencintai. jawab Luna.
"Plak.... tamparan mami menampar Luna.
" Kau ini wanita tidak tahu diri!!ketus mami ya sudah geram .
"Sekarang pergilah dari sini!!! papi mengusir mereka berdua.
" mi, pi.tolong maafkan kami ucap Agral memohon
lalu Luna menyeret Agral keluar dan berbicara
"Sudah kak,sebaik nya kita pergi saja dulu mungkin mereka harus berpikir lagi, ajak kan luna.
"Baik kami pergi pi, mi. pamit Agral
Papi Mami tak menggubrisnya.
Di kalimatan
Kevin ingin membawa Andita ke pergi dari Indonesia dia tidak ingin melihat andita tersakiti, Wildan menerima apa adanya jika pun sekarang andita sedang mengandung.
" Andita kita pulang ke Jakarta?? tanya Wildan.
"Aku bingung kak jika aku pulang ke Jakarta aku tidak ada tempat tinggal, kalau aku pulang ke rumah kakek pasti dia marah dan kecewa.ucap dita
" Ya sudah kita pergi ke luar negeri.ucap Wildan
"Tapi identitas ku bakalan ke lacak kak Agral. tukas dita
" Tenang saja itu sudah aku atur. jawab wildan
"Baiklah aku menurut.
Dan mereka pergi keluar negeri dengan mengganti indentitas mereka.Agar tak terlacak Wildan mengganti no HP nya dan jejak mereka sudah diganti. dengan jet pribadi Wildan membawa andita pergi dari Indonesia.
Kehamilan dita sudah masuk 12 minggu. untung saja dia tidak merasakan meskipun itu andita selalu menjaga nya.
******____******
Dirumahnya papi
Semenjak kejadian itu papi dirawat di rumah sakit karena penyakit jantungnya kambuh selama 2 hari papi dirawat yang menunggu mami dan Vivian di sana kevin harus kantor dan bolak -balik keluar kota mengurus bisnis nya.
"Vivian?? tanya mami
" Iya mi, ada apa?? jawab vivian
"Apa kau tak ada kabar tentang Andita?? tanya mami
" Tidak ada kabar mi, kami sudah mencarinya tapi tak ada hasil. ucap Vivian
"Apa mungkin dia pulang ke rumah kakek husen??
" Sepertinya tidak di sana mi. kak kevin sudah menyuruh orang untuk mencari nya ke sana tapi tetap tidak ada di sana.
"Lalu dia pergi kemana, dia sedang mengandung cucu ku, ucap mami sambil menangis.
" Entahlah mi,jawab Vivian mengusap punggung mami dan memeluknya.
__ADS_1