POLISI TAKDIRKU

POLISI TAKDIRKU
Normal


__ADS_3

Hari ini Vika sengaja menunggu Wildan di kantornya di bermalas-malasan di sofa rungan Wildan.


"Lo mau kemana wil? ".tanya Vika saat Wildan beranjak dari tempat duduknya.


" Gue mau pulang".saut nya.


"Gue, ikut tunggu".teriak Vika.


Vika mengintil Wildan dibelakangnya Wildan masuk Vika pun masuk juga. sesampainya di rumah Wildan segera ingin masuk kamar Vika pun terus mengikuti nya.


Wildan merasa risi Vika ikut masuk kamar nya.


" Vika... lo tu kayak anak ayam ngintil induknya aja".tukas Wildan.


"Kenapa? gue kan calon istri lo wajar lah ".balas Vika enteng.


" Vika... kita bukan muhrim ".


" Ya udah sih, lo halal in gue".


"Gue pikir lo bener deh gak normal, atau jangan-jangan lo Gay?? ".


" Hehh... apa lo bilang gue Gay".tegas Wildan.


Vika mengangguk "iya lo aja gak pernah tertarik sama gue".


" Gue bukanya gak tertarik sama lo, tapi gue bisa nahan nafsu gue, ngerti! ".pekiknya.


Vika pun nyelonong masuk ke kamar Wildan dan merebahkan tubuhnya, Wildan pun tak peduli kelakuan Vika ia masuk ke kamar mandi dan menutup nya dengan kencang, Vika pun tersenyum sinis bisa buat Wildan kesal.


Vika merogoh ponsel nya dan mengetik Chat ke Agral.


"Kak Agral nanti malam ada waktu gak dinner yuk, Vika pengen ngobrol, Vika🄰".


Chat dibales Agral.

__ADS_1


"Ada, jam berapa dimana??


" Jam 9 ya, ntar Vika yg serlok nya".


"Oke".


Vika segera menutup ponselnya saat Wildan keluar kamar mandi menggunakan handuk dililit nya di pinggang nya, Vika pun membelalakkan mata nya" ih Sexy banget".seraya mengigit jari nya dan berdiri menatap Wildan.


"Kenapa lo liat gue kayak gitu?".tanya Wildan.


" Ga kok PD banget".saut Vika.


Vika tegang saat Wildan mendekati nya dan sekarang mereka berhadapan kini Vika seolah-olah melangkah mundur hingga mementok tembok "Ka Wildan mau apa? ".tanya Vika gugup


" Katanya lo mau gue DP kenapa lo takut? ".seringai Wildan.


" Gue.. kan, ".belum sampai menjawab Wildan mencium bibir Vika hingga dirinya kehabisan napas, Wildan pun segera melepaskan tautan bibirnya" gue peringatkan gue normal dan gue bukan Gay, Vika".terangnya kemudian membelai anak rambut Vika Wildan pun segera berlalu mengambil pakainya untuk ganti Vika yg masih mematung ia benar-benar kesal kini ponsel nya berbunyi dilihat Agral menelfon segera Vika pergi mencari tempat untuk menjawab tlfon nya.


"Iya, Hallo".


" Maaf kak, Vika lagi dijalan yaudahh kita ke resto seafood oke".


"Oke.. ".ucap Agral menutup telfon.


Vika saat akan pergi Wildan pun menarik tangannya" lo mau kemana?.


"Gue ada janji sama temen".sarkas Vika.


" Sama siapa? ".


" Gue bakal buktiin ke lo kalo rencana gue buat Agral sama Luna hancur, dan gue bakal nagih janji lo nikahi gue".ujar Vika lalu mencium pipi kiri Wildan"dah sayangku ".ucapnya berlalu meninggalkan Wildan segera Vika memesan taksi online, Wildan menggeleng kecil" sialan tu j***ng ".batin nya.


Segera Vika memesan taksi online dan meminta sopir berhenti di butik dirinya ingin berganti pakaian dulu sebelum bertemu Agral.


.

__ADS_1


Direstoran Agral sudah menunggui Vika,Agral tersenyum ketika Vika datang segera duduk di hadapan Agral.


" Udah lama nunggu nya? ".


" Belom kok".


"Kak Agral udah pesen belum? "


"Belum, bentar aku panggil pelayan".


Agral melambai ke pelayan agar segera kemari.


" Bisa saya bantu? pesan apa Kak/mba? ".


" Saya persen yg spesial seafood disini oren jus ".jawab Agral.


" Kalo kamu apa? vik".


"Aku sama aja kayak kak Agral".sautnya .


" Yaudah mas pesen 2 sama".


"Siap kak".saut pelayan. segera berlalu pelayan kini Vika sedang menatap Agral dengan menumpang tangan di dagu nya.



Agral yang merasa ditatap kini menatap nya" kenapa liat aku gitu, vik? ".



" Gak kok, Vika seneng bisa makn berdua ama kak Agral".jawabnya.


"Kamu tadi dari mana kok gugup waktu aku telfon? ".


" Ohh.. itu tadi lagi nahan Pipis jadi kayak gugup gitu" .

__ADS_1


__ADS_2