
Jam sudah mulai pukul 08.00 Andita membangunkan suaminya itu
"Kak, bangun .ucap Dita membangunkan.
" Hmmmm, iya sambil menguap jawab Agral.
"Ya sudah kami tunggu dibawah, ucap dita.
" Ya.
Selesai mandi Agral turun dan makan bersama tapi melihat luna terlihat pucat dan lemas.
"Kenapa kau Luna ? ? tanya Agral.
" Tidak aku baik-baik saja. balas Luna dgn gugup.
"Iya, Luna kamu pucat sekali? seru dita.
" Mungkin aku kecapean . ketus Luna.
"Ya sudah nanti kita ke dokter ya. ucap dita.
" Nggak usah mba nanti juga baikan habis minum vitamin. seru Luna.
"Hmmmm,, jawab Agral sedikit kesal dgn Luna yang menolak di bantu.
Agral berangkat kerja lalu mencium kening kedua nya.dan tak lupa pamit dgn kedua anaknya.
.
.
.
Luna diam-diam ke rumah sakit pura-pura membuang sampah dan akhirnya bisa keluar rumah dan tak diketahui Andita. lalu memesan taksi online menuju rumah sakit.
Sesampainya dia mendaftar antri menunggu dipanggil. sesudah dipanggil menuju ruangan dokter Jane, tapi yang dilihat bukan dokter Jane malah dokter tampan.
"Permisi, maaf aku salah ruang!! seru Luna yang baru datang membuka pintu.
" Kamu tidak salah nona, jawab dokter tampan itu
"Maksud nya?? tanya dita.
" Perkenalkan nama saya Dokter Doni Efendhi menggantikan dokter Jane karena beliau harus melanjutkan studi di luar negri. ucap nya menuturkan semua.
"Ohhh,, jadi anda yg menggantikan dokter Jane. Seru Luna.
" Iya. saya sudah diberi tau dokter Jane mengenai dirimu saya juga diberi tugas untuk mendampingi mu. ketua dokter Doni.
"Baiklah, dok saya menurut saja, jawab Luna.
" Mari, ajak dokter doni.
Luna melanjutkan kemoterapi nya yg ke 3 buat luna tak jadi masalah jika bukan dokter Jane lagi yang mengobati.
Dan 5jam proses kemoterapi lalu Luna ingin pulang takut jika Andita curiga. berjalan di lorong rumah sakit tak sengaja menabrak dokter Doni.
"Maaf, dok saya tidak sengaja seru Luna minta maaf.
__ADS_1
" Iya tidak apa-apa nona.
"Panggil saja saya Luna, dok. tukas Luna.
" Baik lah kau mau pulang?? tanya dokter.
"Iya, jawab Luna.
" Apa tak ada yg menjemputmu??
"Tidak aku sudah biasa sendiri. ucap Luna.
" Kebetulan juga saya mau pulang juga, ayo saya antar. ucap Doni.
"Baik,
Lalu Luna mau diantarkan dokter Doni. sesampai dirumah Agral dan Andita duduk di teras bersama Kenzie dan Manda Andita yg duduk mengaku Manda dan Agral bermain dgn kenzie hingga mobil hitam berhenti dihalaman. Agral melihat ternyata Luna dan seorang laki-laki.
" Terimakasih, dok tumpangan nya. ucap Luna.
"Aku boleh mampir?? tanya Doni
" Mari silahkan, ucap Luna.
Dan dokter Doni mengekor Luna sesampai di teras melihat ada Andita dan Agral duduk.
"Assalamu'alaikum.. Mba, Kak. sapa Luna.
Walaikumsalam,ohh kau dari mana??tanya dita tapi Agral tidak menjawab.
" Saya dari rumah sakit menebus vitamin, oh iya kenalkan ini dokter Doni dia yang mengantarku pulang.
" Saya Andita . ucap dita membalas nya sambil menangkup kan kedua tangan nya.
Agral yang hanya diam tak berkata apa malah membuang muka pura-pura tidak tahu.lalu malah pergi kedalam membawa dua anak nya.
"Maaf ya, atas perilaku suami kita, ucap dita lalu mengejar Agral
" Iya, balas dokter Doni tapi dia melanjutkan mencerna perkataan dita yg barusan "Suami kita.
" Ayo masuk dok, ajak Luna
"iya, ucap dokter doni dan duduk di sofa melihat Luna yang baru membuatkan minum.
Andita baru keluar dari kamar dan duduk di seberang sofa dokter Doni.
" Maaf dok, kenal Luna dari mana?? tanya dita.
"Hmmm, itu... belum membalas obrolan dita
Luna menyaut menjawab nya" kita kenal baru tadi mba karena tadi? tak sengaja aku menabrak nya.lalu menaruh 3 cangkir teh dimeja.
"Silahkan minum dok, ucap Luna. lalu ke dapur mengambil cemilan
" Iya terimakasih. saut dokter lalu bertanya"maaf apa hubungan mbak dengan Luna??
"Saya istri pertama dan Luna istri kedua. jawab Andita menjelaskan secara detail.
" Ohhh, maaf saya kira anda kakak nya. seru dokter Doni
__ADS_1
"Tapi anda sudah tau jika Luna sakit?? ucap dokter
" Sakit apa Luna Dok??tanya Andita.
"Nggak mba Luna hanya kurang darah. saut Luna sebelum dokter itu menjelaskan sakit ku.
Dokter doni merasa kebingungan kenapa keluarga Luna tidak tahu jika Luna sakit seperti itu!! pertanyaan dalam hati dokter.
" Baik lah saya mohon pamit banyak pekerjaan. ucap dokter Doni seraya pamit dan menyalami keduannya.
"Iya dok, terimakasih, ucap keduanya.
Dokter doni pergi pulang . Luna dan dita masih duduk di sana, lalu Agral keluar meluapkan amarah nya.
" Kamu sadar tidak Luna jika kamu seorang istri yang bersuami?? ucap Agral begitu ketus
"Maaf kan saya kak!! jawab Luna yg menunduk kan kepala.
" Aku tekan kan mulai besok jangan pernah keluar tanpa seijin ku. ketus Agral mulai emosi.
"Baik .dengan perasaan takut dan gugup luna.
" Sudah kak, kasihan Luna kamu seharusnya tidak seperti itu istrimu sedang sakit seorang suami harus bisa tahu keadaan istrinya bukan untuk dimarahi seperti itu. ketus Andita membela Luna
"Kamu diam, tidak usah membela wanita seperti ini. ucap Agral ke dita mata nya menyorot tajam.
" Ohhh, aku tau kau marah karena kau cemburu, iya kan!! seru Andita menjelaskan.
"Sudah-sudah ini salah ku, aku yang salah. ucap Luna melerai keduanya.
" Luna tunggu aku mau tanya sama kamu jawab dgn jujur?? ketus Andita.Kau sakit apa?? sepertinya kamu sengaja menyembunyikan nya??
"Aku tidak sakit. saut Luna.
" Dan ini apa maksudnya Luna aku tak sengaja membaca amplop ini ketika di buku novel mu?? tanya dita
DEK.... Dek...
"Maaf kan aku, lalu Luna merosot jatuh ke lantai dan menangis" hiks.. hiksss.. tumpahan air mata tak bisa terbendung kan..
Andita lalu ikut duduk kelantai "Ceritakan Luna ada apa aku siap mendengarkan, seraya memeluk Luna hingga kepala Luna di dada Andita. lalu dita ikut menangis.
"Maaf kan aku tidak bisa mengatakan. ucap Luna.
Agral yang diam mematung melihat istri nya menangis.dia bingung harus berbuat apa karena merasa diri nya salah.
" Luna apapun resikonya apapun akibatnya tolong jangan sembunyikan penyakit mu?? ucap Andita mengelus rambut Luna.
"Aku divonis mengidap kanker rahim, mbak!! jawab Luna
Dek... dek bagai disambar petir hati Agral dan Andita mereka sangat terkejut dan khawatir.
" Apa"kanker rahim. ketus Agral.
"Iya, kak, mba aku mempunyai penyakit kanker rahim semenjak Amanda lahir aku merasakan nyeri diperut .dan aku sudah berusaha kemoterapi setiap hari dan yang menangani itu dokter Doni dia menggantikan dokter Jane. tukas Luna menjelaskan semua hingga menangis dita memeluk nya dengan erat.
" Maafkan aku Luna, aku sebagai suami tak berguna. ucap Agral menyalahkan diri nya.
"Maafkan aku sudah menyembunyikan ini semua dan pada akhir nya kalian pasti akan tahu
__ADS_1