
"Kamu gak akan bisa dapetin Agral lagi".lirih Vika.
Luna yg masih menatap Vika.
Agral yg baru datang mengantarkan anak-anaknya melihat Luna menangis di meja makan lalu mendekati nya.
" Kamu kenapa? ".
" Aku... gapapa ".segera berlalu ke dapur mencuci piring kotornya.
Tekanan demi tekanan membuat Luna putus asa akan cinta Agral, namun dirinya tidak bisa menepati janjinya dengan Andita.
Vika langsung menuju kamar Agral, dirinya akan membuat Luna semakin membenci Agral dan Agral juga membenci Luna itu rencana Vika agar membuat Luna tersakiti akan cinta nya juga Agral menderita dengan cinta Luna.ia sudah bersekongkol dengan Wildan.
"Kak".
" Ehhh... Vika ada apa? ".
" Kak, boleh gak kak Agral anterin aku ke toko pakaian, soalnya aku gak punya ganti".
"Hari ini saya masih banyak kerjaan, maaf belum bisa, tapi setidaknya saya akan meminjamkan pakaian Luna untukmu".
" Boleh juga".
Agral segera ke kamar Luna.
"Lun".panggil Agral.
__ADS_1
" Iya, mas ada apa? ".
" Bolehkah aku meminjam baju setelan mu untuk Vika, dia gak punya ganti".
Luna pun mengerti apa yg di maksud Agral segera mengambil ke almari nya mencari setelan dress untuk dipakai Vika.
"Ini, mas".ucap Luna.
" Terimakasih, Lun".
"Sama-sama"
Raut wajah Luna terlihat sedih karena Agral sangat peduli dengan Vika, menatap punggung Agral yg menghilang dari kamar nya.
Agral pun sampai di kamarnya lagi menyodorkan ke Vika dress yg Luna berikan"pakai ini".ujar Agral.
"Makasih, ya kak".balasnya.
Vika tersenyum menang alhasil permintaan nya selalu di turuti Agral.Vika kembali ke kamar nya mengganti pakaian nya. Agral pergi berangkat ke kantor.
Pukul 01.00 siang Vika yg baru bangun dari tidur merasa kelaparan perutnya" perutku laper banget".ucap nya segera ia keluar dan pergi ke dapur mencari makanan sampai di dapur, ia mengendap-endap mencari makanan.
"Kamu cari apa? ".ucap Luna.
Vika tersentak kaget karena Luna di belakangnya.
" Mmmm... aku laper cari makanan ".
__ADS_1
" Kalau kamu laper masak di sini gak ada pembantu masakin kamu".ketus Luna.
"Ya ngapain aku masak kam aku tamu seharusnya tamu itu diistimewakan ".ujar Vika.
" Heh... aku bukan pembantu, inget itu!!! ".tukas Luna yg semakin emosi dengan tingkah Vika.
" Ihhh... ngapain ngotot ngotot gitu omong nya".saut Vika
"Kalau kamu bukan pembantu terus kamu jadi apa disini, istri bukan nyonya juga bukan, ngaca deh kamu itu gak ada bedanya sama pembantu, bedanya kalau pembantu dibayar lah kamu dibayar gak jadi istri gak, sama aja kamu itu jongos".ejek Vika segera berlalu pergi dan mengambil beberapa buah apel dan pir.
Helaan napas Luna "hufttt... sabar Lun".batin nya menenangkan diri.
Wildan yg tertawa mendengar suara Vika mengejek ke Luna kini earphone nya dimatikan" bagus aku gak sia-sia milih kamu Vika".
Vika berencana untuk mendekati anak-anak Agral dia menuju tempat bermain si kembar Aska dan Aksa dilihat di sana Luna tidak ada hanya suster pengasuh nya saja.
"Hai ganteng".ucap Vika seraya mengecup keduan nya.
" Maaf, anda siapa? ".
" Perkenalkan, saya Vika teman, kak Agral".ucap Vika memperkenalkan dirinya.
"Oh.. mba Vika, saya ida suster si kembar".
" Hmmm... itu keman si Luna? ".
" Ohhh... ibu Luna sedang keluar menjemput Kenzie dan Amanda karena sopir nya libur sedang sakit".
__ADS_1