POLISI TAKDIRKU

POLISI TAKDIRKU
Sakit


__ADS_3

Dan 15 menit Agral sudah sampai di rumahnya lalu masuk kedalam kamar anak-anak melihat dita menggendong kenzie kemudian melihat Amanda yg terbaring lemah itu.


"Kak!! sap Andita


" Ayo kita bawa Amanda ke rumah sakit. ucap Agral.


"Tapi kenzie gimana!! seru dita


" Di bawa saja toh nanti aku yang masuk ke dalam. tutur Agral.


"Baiklah.ucap dita.


Kemudian mereka menuju rumah sakit, sampai di sana Agral buru-buru mendaftar Amanda tinggal menunggu di panggil, Agral yg terlihat cemas dgn menggendong Manda.


" Amanda Latisyia.,panggil Suster perawat.


Agral bergegas masuk ke ruang periksa dokter Lusi.


"Mari pak. ucap dokter lusi untuk membaringkan Manda di ranjang priksa.


" Berapa hari panas nya pak?? tanya dokter lusi.


"Baru semalam, dok. jawab Agral


" Manda seharusnya dirawat dulu pak, karena kondisi nya lemah juga butuh cairran ucap dokter lusi.


"iya dok, yg terbaik untuk kesembuhan anak saya dok. tutur Agral.


kemudian 2 perawat mendorong luna dimasukkan kan ke ruang rawat.


Agral dan Andita masih menggendong kenzie mengikuti dari belakang .


lalu Manda di periksa dan dibius terlebih dulu agar tidak merasa sakit jika jarum infus masuk di rongga tangan nya.


Agral dan andita masih menunggui diluar ruangan menunggu dokter selesai memeriksa manda.


"Kak, apa lebih baik kita beri tahu mami, papi?? tanya luna.


" Iya. jawab Agral.


Andita bergegas ke ruang kamar luna.tapi papi, mami sudah diluar namun mami menangis. membuat dita kebingungan.


"Ada apa mi?? tanya dita


" Luna kritis lagi, tutur mami.


"Sekarang bagaimana keadaanya mi?? tanya dita.


"Itu sedang diperiksa.saut mami.


" Huuufttt... Andita menghela nafas nya lalu memijit-mijit keningnya yg masih menggendong kenzie. "


"Ada apa nak, kamu kenapa membawa kenzie"? tanya mami. "


"Amanda juga dirawat mi, sekarang baru diperiksa juga. keluh dita. "


"Dimana manda di rawat nak??


" Dikamar rawat anak mi,!! seru Andita.


Agral yang masih menundukan kepalanya di samping ranjang Manda. terdengar langkah orang masuk.


"Nak, bagaimana keadaan manda??tanya mami.


" Sudah turun mi panasnya tinggal pemulihan besok bisa di bawa pulang. tutur agral.

__ADS_1


"Agral istrimu kembali kritis lagi. ketus papi menjelaskan.


" Luna kritis pi?? tanya Agral.


"Iya, pergilah biar papi, mami menunggui manda di sana dita menunggui Luna.


kemudian Agral bergegas ke ruang kamar Luna.


" Andita!! panggil Agral.


"Kak, bagaimana keadaan Manda?? Tanya dita".


" Sudah mendingan besok bisa dibawa pulang, lebih baik kamu pulang sayang kasihan kenzie. tutur Agral.


"Baik lah, tapi kalau ada apa-apa hubungi aku. seru dita.


" Iya, Hati-hati.ucap Agral mencium kening dita dan kenzie lalu dita mencium tangan suaminya.


Andita juga berpamitan dulu dgn mami, papi. karena beliau akan menunggui Manda supaya Agral tidak kerepotan mengurusi ke dua nya.


Sesampainya dirumahnya .


"Mbak ida.. panggil dita.


" Iya bu, ada apa?? tanya mba


"Tolong bawa kenzie ke kamar dulu, aku ingin istirahat. ucap dita karena kepala nya sedikit pusing lalu tangannya memijit-mijit pelipisnya.


Kemudian melihat HP nya ada notif dari Wildan jika dirinya pulang ke kampung halaman nya dan bertemu dgn kakek dan nenek Andita, Wildan juga menambah foto kakek dan dirinya berada di sawah."ini orang kenapa sihh mau nya apa"celoteh dita dalam hati.


.


.


.


.


Saat itu mereka tengah membajak sawah kakek Husen sore itu hendak ingin pulang namun di tengah perjalanan motor nya mogok lalu tak disengaja Wildan melintas dan melihat kakek Husen kesusahan.


"Bisa saya bantu kek.?? tanya Wildan.


" Nak, Wildan iya motor kakek mogok. ucap nya.


"Biar Wildan lihat dulu kek. tukas Wildan.


" Silahkan nak. ucap kakek.


"Ini kek, karena kehabisan bensin. tutur Wildan


" Ohhh, iya kakek lupa belum membelikan bensin mungkin kakek sudah pikun. seru kakek menjelaskan.


"Kalau begitu Wildan belikan bensin dulu kek, tunggu saja disini. ucap nya lalu meninggalkan kake itu ingin membelikan bensin untuk kakek.


Selang beberapa menit Wildan sudah datang membawa satu botol bensin lalu dituangkan ke motor kakek Husen dan Wildan menyalakan motor sudah bisa di pakai. kemudian kakek mengajak Wildan mampir dulu ke rumah, sesampai dirumahnya


" Ayo nak masuk. Aja kan kakek.


"Terimakasih kek. ucap Wildan menduduki kursi diruang tamu.kemudian kakek memanggil nenek untuk membuatkan minuman untuk Wildan.


lalu nenek membawa 3 cangkir teh juga cemilan nenek meletakan dimeja dan nenek duduk disebelah kakek untuk ikut mengobrol.


" Monggo diminum nak. tutur nenek.


"Njih.. nek. jawab Wildan.

__ADS_1


" Wildan bagaimana kabarmu?? tanya nenek


"Baik, nek. ucap Wildan


" Lalu kabar Andita bagaimana?? tanya kakek.


"Andita baik juga kek. jawab Wildan tak disangka Wildan juga menceritakan tentang dita yang serumah dgn madunya Luna.


" Ini tidak bisa aku biarkan melihat Andita tersakiti terus. ketus kakek.


"Lalu apa yang kakek rencanakan?? tanya nenek.


" Aku akan membawa pulang kesini aku benar-benar menyesal menikahkan nya. tutur kakek geram kepada Agral.


"Tapi jika Andita tidak mau ikut pulang!! seru nenek.


" Kakek akan memaksanya, karena kakek sayang sekali dgn dita. keluh kakek


Kemudian Wildan guman dalam hatinya"Akhirnya usahaku menuai hasil".ini semua memang yang direncanakan kan Wildan juga usaha nya untuk mendapatkan Andita lagi bagaimana pun cara nya Wildan akan berjuang untuk mendapatkan cinta pertama nya dia tidak bisa membuka hatinya untuk wanita lain karena kemari pertemuannya di cafe dgn gadis yg akan ibu nuri jodohkan dgn Wildan tak menyukai malah semakin menutup hatinya rapat-rapat.


Kemudian Wildan juga menawarkan tumpangan besok jika dirinya juga akan ke Jakarta. lalu kakek menyetujui nya..


.


.


Di rumah Andita


Andita merasa diri nya tidak enak badan kemudian melihat kenzie sudah bangun dan disuapin mba ida.


"Mbak nanti asuh kenzie dulu ya, aku tidak enak badan lalu mengambil obat di kota P3K.


" Baik bu. jawab mba ida.


Kemudian dita kembali ke kamarnya melihat hpnya tidak ada pesan dari suaminya lalu dita menelfon nya saja.


"Asalamualaikum... sapa Agral.


" Walaikumsalam.. kak, nanti dita ke sana nya siang ya, soalnya dita tidak enak badan. tutur dita menjelaskan.


"Ya sudah jaga kesehatanmu. ucap Agral


" Terimakasih kak, maafkan aku ya belum bisa jadi yang terbaik. saut dita.


"Tidak sayang jangan berpikiran seperti itu. tukas Agral.


" Ya, Hati-hati ya!! seru dita lalu mematikan telfon nya.


Agral yang masih dirundung gelisah, cemas karena kedua orang yang disayang sedang seperti ini. "Ya rabb sembuhkan mereka jangan limpahkan kepada mereka karena ini semua salah dan dosa ku. Agral yang sudah pasrah.


" Kenapa menangis?? tanya mami yang baru datang.


"Mi, apa ini semua karma agral hingga mereka yg menanggungnya. keluh Agral.


" Tidak nak, ini cobaan kamu harus sabar. tutur mami menjelaskan Agar Agral tak menyalahkan dirinya sendiri.


"Tapi ini semua Agral yang membuat mereka sakit. ketus Agral


" Nak, jadilah suami yang kuat tidak lemah seperti ini, mana Agral yang dulu Agral yg tangguh, Agral yg kuat tidak lemah seperti ini, kamu harus tegar dan kuat semakin ujian itu berat disitulah Alloh menguji hambanya . tukas mami menjelaskan


"Baik mi, terimakasih mami selalu ada untuk Agral. ucap nya memeluk mami nya.


Papi nya hanya duduk dan tidak bisa berkata-kata karena dia tau perasaan anak nya sekarang.


"Iya mi,

__ADS_1


__ADS_2