POLISI TAKDIRKU

POLISI TAKDIRKU
Godaan


__ADS_3

"Dimana kecoa nya Vik? ".tanya Agral.


" Tadi ada di bawa ranjang".


Agral pun berlutut membungkukkan badan mencari-cari kecoa namun saat Agral ingin mendongak Vika yg berdiri di hadapan Agral hanya menggunakan drees sebatas lutut Agral pun terkejut karena saat ini Vika tidak memakai dalaman, Agral pun segera beranjak berdiri.


"Udah ketemu belum kak? ".tanya Vika.


"Gak ada kamu salah liat".ucap Agral.


" Oh.. maaf kak aku yg terlalu lelah, mungkin".sarkas Vika.


"Vik, besok kamu saya antar kan pulang, sepertinya sudah aman jika kamu pulang".

__ADS_1


" Tapi saya takut jika para bodyguard itu '.


"Kamu jangan takut nanti ada bodyguard saya yg pantau kamu terus, saya udah siapkan orang buat jaga kamu".


Vika pun langsung memeluk Agral dari belakang seketika Agral tercengang terkejut dengan Vika memeluk nya" makasih ya, kak udah perhatian sama aku".ucap Vika melingkar di perut Agral sambil mengelus dada bidang Agral "Ya ampun Tuhan kuatkan iman dari godaan ini".batin Agral karena tidak tahan mendapat godaan dari Vika yg hanya menggunakan dress atas lutut.


" Sama-sama, Vika".saut Agral melainkan melepaskan tangan Vika, Agral berbalik badan menghadap Vika terlihat jelas gundukan Vika yg hampir keluar karena Vika hanya menggunakan dress seperti lingerie, Agral dengan susah menelan salvin nya kasar menahan pikiran negatifnya.


"Maaf, Vika saya harus keluar".pamit nya segera Agral berlalu pergi dan Agral menuju kamarnya sesampainya di kamar ia menenangkan pikiran yg bergejolak, tidak salah seorang laki-laki berhadapan dengan perempuan yg sangat menggoda hasrat nya, maklum Agral sudah menduda beberapa bulan ini. Vika tersenyum menyeringai ,Dia hampir berhasil menggoda Agral.


.


.

__ADS_1


Selesai minum Agral ingin beranjak namun Vika datang juga untuk mengambil air minum sontak Agral kaget"Vika kenapa bangun? ".tanya nya.



" Aku haus, Kak".ia mengambil gelas dan duduk disebelah Agral seraya menuangkan air dari botol ke gelas ia sengaja meminum nya dengan penuh alhasil air dari bibir Vika turun membasahi gundukkan yg menggoda iman Agral. Vika sengaja agar Agral imannya runtuh, ia menaruh gelas dan mendekati Agral kini jarak wajah dirinya dan Agral berdekatan Vika seperti menantang Agral mulai terpancing Vika kini Agral imannya runtuh Agral mulai mendekat dan mengulum b***r Vika dengan lembut Vika pun membalas ciuman Agral lama keduanya menikmati nya Vika menekan cekruk leher Agral menahannya,Agral tangannya berani bergerilya ke gundukan Vika kini tangannya sudah memegang benda kenyal itu Vika pun menggeliat ingin lebih hingga Agral terbuai akan kemolekan Vika, bibirnya masih bertautan dengan Agral. Namun langkah kaki seseorang terdengar Agral, ia sadar jika apa yg ia buat Agral segera melepaskan tautan bibirnya "maaf, Vika aku khilaf".sarkas nya Agral pun beranjak dari hadapan Vika yg masih mematung membenarkan bajunya yg hampir terkoyak, Agral berpapasan dengan Luna" mas, darimana? ".tanya Luna.


" Aku habis minum".saut Agral ia menunduk dan segera berjalan ke kamar nya.


Luna masih bingung kenapa Agral seperti menahan sesuatu, dilihat Vika juga keluar dari dapur"kamu ngapain di situ? ".tanya Luna.


'Mmm... gak ada urusan nya sama lo".saut nya.


Luna kesal " awas aja sampe , lo godain calon suami gue".Luna melotot menghunus matanya.

__ADS_1


"Kita liat saja siapa yg akan dipilih".ejek Vika.


__ADS_2