POLISI TAKDIRKU

POLISI TAKDIRKU
Istri-istri nya


__ADS_3

Agral pulang dan sesampai di rumahnya dilihat sudah sepi. namun kamar Luna masih terlihat terang tanda nya Luna belum tidur.


"Luna".panggil Agral.


" Iya ada apa?? ".saut Luna


"Kamu belum tidur??".tanya Agral


" Belum baru baca novel". jawab Luna.


"Mulai besok kamu pindah, ke kamar sebelah". Titah Agral.


" Emang kenapa, Kak??".


"Besok Andita aku bawa kesini, karena Andita masih tanggung jawabku dan aku akan memperbaiki semua". ucap Agral.


" Baik besok segera saya bereskan". jawab Luna.


"Baik lah terimakasih". ucap Agral keluar meninggalkan Luna dan Agral tidur di sofa ruangan kerja nya.


Luna hanya bisa pasrah apa yang akan terjadi besok.


Pagi-pagi Luna bergegas membereskan barang-barangnya dipindahkan ke kamar sebelah lalu mengganti sprei dan cover nya dengan warna kesukaan Andita.


.


.


.


Di rumah mami.


Andita sudah berberes menyiapkan koper dan barang nya juga barang kenzie.


"Nak kalau kamu belum siap urungkan saja".ucap mami menjelaskan.


" Tidak mi, Andita akan memberi kesempatan Kak, Agral". seru dita.


"Bukan nya mami melarang tapi demi kebaikan hati mu , Nak, mami tak tega jika nanti kamu pergi lagi". ucap mami yang sekarang sedih meneteskan air matanya.


" Mi, percayalah , dita pasti bisa mi".jawab dita memeluk mami mertuanya.


"Iya, mami mempercayai mu, berjanjilah nak jika kamu terpuruk jangan pernah berpikiran kabur meninggalkan kami lagi, nak".tukas mami


" Iya, mi Andita janji". ucap dita


"Jangan sungkan untuk kembali ke rumah ini karena pintu rumah ini terbuka untukmu dan kenzie". seru mami menjelaskan.


" Terimakasih, mi". jawab dita menetes kan air mata.


Agral yang sudah siap menjemput Andita dan kenzie menunggu di ruang tamu. Andita dan kenzie turun digendong bersama pengasuh nya mba ida.


"Sudah siap?? ".tanya Agral tersenyum lebar


" Iya".jawab dita dgn muka masam.


"Mi, pi, vivian kami berangkat". pamit Dita menyalami ke 3 nya namun dgn vivian dia berpelukan dan mami mencium kening Kenzie dan Andita.


" Hati-hati, nak". ucap papi mengusap kepala kenzie.


"Baik, pi, mi". jawab Andita dan Agral.

__ADS_1


Buih air mata mami menetes setelah ditinggal pergi menantu nya dan cucu.


" Pi, mami tak tega jika mereka pergi."hiks... hiks. tangisan mami tak bisa terbendung.


"Sudah mi, ayo masuk kita do'akan semoga mereka akur". tukas papi membawa mami ke dalam


.


.


. Dan sepanjang perjalanan Andita dan Agral hanya terdiam tak ada obrolan, Andita yang masih membuang muka menatap jalan dari jendela kaca mobil. pengasuh nya juga ikut Andita karena dia sudah bekerja untuk mengasuh kenzie di manapun pergi kenzie seperti titah Pak Dewantoro.


Tak selang berapa menit mereka sudah sampai di rumah Agral. napak Andita melihat rumah masih seperti dulu sewaktu dia tinggal.


"Ayo masuk ".ucap Agral.


Andita turun dan pengasuh kenzie mengekor Andita pintu sudah terbuka lebar dan disambut Luna.


" Mba Andita". sapa Luna.


"Iya".jawab Andita.


" Ayo mba kita masuk". ucap Luna mempersilahkan masuk.


Andita melangkah masuk tapi seakan dia merasakan Neraka dunia yang diciptakan suaminya.


"Saya antar ke kamar mba Dita". seru Luna yang begitu ramah.


" Baik lah, ayo".jawab dita. bergeming dalam hatinya "Aku harus terlihat tenang dan dewasa supaya aku tak terpancing Luna Sabar".


"Ini mba, silahkan masuk".


Andita masuk terlihat kamar nya dulu masih seperti dulu dan penataan nya juga masih sama.


"Iya".


Andita yang masih membereskan barang-barang nya Agral sudah ada dibelakangnya.


" MasyaAllah ini orang udah kayak ****** kung tiba-tiba dateng lalu pergi".Andita bergeming


"Apa kamu tak punya tata Krama jika masuk kekamar ketok pintu". tukas dita.


" Tidak, kenapa harus mengetok lagian ini kamar istriku". jawab Agral.


"Sudah sana kerja". ucap dita mengusir.


" Hmmm...aku akan pergi jika kau menciumiku. seru Agral..


"Kalau begitu aku saja yang keluar".ketus Andita yang ingin melangkah keluar namun tangan nya sudah duluan di saut Agral dan menyeret nya hingga Andita jatuh di ranjang, Agral merengkuh menutupi dgn tubuhnya


" Aku sudah bilang jangan membangkang". seru Agral membelai anak rambut andita.


"Maaf kan aku, Kak". jawab dita


Tidak sengaja Luna masuk" Cklek..


"Maaf mba aku, ".ucap Luna lalu menutup mata dan mulut nya dgn kedua tangannya melihat adegan suami nya dan dita seperti itu.


" Maaf, aku tidak sengaja".serunya lalu menutup pintu lagi.


Luna keluar dan ke kamarnya mengunci nya dan menangis merosot duduk dibalik pintu kamar nya.

__ADS_1


Luna menangis hati nya sakit bagai di tusuk jarum dan duri. "Hiks.... hiskk. " Apa salahku Tuhan apa ini karma ku dibayar dengan kontan"


Di kamar Andita mendorong Agral saat Luna menutup pintu.


"Kamu ini nggak punya hati Kak".tukas dita sembari beranjak pergi keluar mengejar Luna , pintu ditutup Andita. " Brakkk..." Andita membanting pintu yang kesal kelakuan suaminya.


Andita menuju kamar disebelah nya.


"Luna".Panggil dita.


" Aku minta maaf apa yang kamu lihat bukan seperti itu Luna". ucap dita menjelaskan kejadian tadi.


"Cklek.." pintu terbuka lalu dita masuk.


" Luna, apa kamu marah dengan ku?? ".tanya dita


"Tidak mba, justru aku yang minta maaf sudah mengganggu". saut Luna.


" hmmm,,,".dita menghela kan nafas kasarnya, Luna kami tidak sengaja membuatmu terluka tadi hanya kebetulan saja. seru Andita


"Tidak apa-apa mba lagian Luna sudah mengerti". jawab Luna.


" Ayo mba kita sarapan dulu, Luna sudah masak tadi". Ajak Luna.


"Kamu sebenarnya baik Luna tapi kalau kamu tidak hadir dalam cinta ini"ucap dita dalam hati nya.


Mereka keluar untuk sarapan bersama Agral yang senang melihat ke dua istrinya akur dan damai.tapi sebenarnya tidak tahu di dalam hati mereka.


" Aku berangkat" . ucap Agral berpamitan dgn kedua istrinya, satu-persatu Agral mencium kening istri-istrinya.


Andita hanya diam saat di kecup keningnya namun Luna menjawab


"Hati-hati kak". balas Luna.


Andita merasa risi melihat Luna menjadi wanita lembek seperti itu. Agral berangkat kerja dan tinggal Andita dan Luna.


" Mba nanti aku juga mau pergi sebentar". ucap Luna


"Mau kemana Luna?? ".tanya dita.


" Ku mau ke pasar mba". jawab Luna


"Aku boleh ikut kan Luna. tukas dita.


" Jangan mba nanti kenzie kasihan". alasan Luna.


"Kenzie sudah ada mba pengasuh jadi boleh kan ikut".ulas dita.


" Hmmmm,,".Luna yang masih mikir alasan lagi.


"Baik mba".jawab nya Luna tidak bisa mikir alasan lagi.


" Baik lah aku siap-siap mau lihat kenzie sebentar".


"iya.


Padahal ini hari kedua nya Luna kemoterapi, tapi mba andita tidak bisa dibohongi Luna berpikir keras supaya bisa kemoterapi.


Apa aku harus aku lakukan mondar-mandir sendiri Luna. Andita sudah keluar.


" Ayo, Luna".ajak dita.

__ADS_1


"Iya mbak sebentar".saut nya,ia membuat pesan ke dokter Jane jika hari ini belum bisa ke rumah sakit, anak nya sedang rewel alasan Luna ke dokter Jane.


Lalu mereka berangkat bersama memesan taksi online dan mobil sudah datang masuk kedalam mobil akan menuju ke pasar melewati danau yg begitu indah.


__ADS_2