
Andita mengajak vivian pergi dari caffe itu mengajak nya ke mall saja.mereka belanja kebutuhan mereka sendiri hingga pukul 19.00 mereka melanjutkan untuk pulang karena sudah capek dan lelah seharian.lalu mereka pulang masuk ke mobil dan melaju ke rumah.
Andita yang masih melamun di dekat jendela menatap jalanan kosong dgn pikirannya.
Andita masih ragu untuk menerima cinta Wildan memang benar dulu hati nya hanya Wildan tapi entah sekarang nama itu sedikit terkikis oleh hadir nya Agral. Namun tak disangka Agral yang sudah singgah dihatinya sudah melukai dan membuat neraka dunia bagi Andita.Cinta hanya isyarat.
"*Cinta
Rasanya seperti membosankan
Kau selalu datang dan pergi sesuka hati
Saat ku rindu kau tak ada
Saat ku butuh kau hilang
Kau pergi tanpa ku tahu
Kau pun datang tanpa ku undang
Aku jadi bingung seperti inikah cinta yang kau tawarkan?
Mengapa kau seperti angin?
Tak tenang di tempat
Berpindah kemana kau suka
Aku kau anggap apa bila laku mu seperti itu?
Hingga tanya hadir dalam diri
Seberapa besarkah cintamu padaku?
Diriku saja tak kau hargai
Kau jadikan ku seperti dermaga
Saat ingin berlabuh kau datang
Saat enggan batang hidungmu pun tak muncul
Namun ku diamkan saja
Meski ku kesal dengan tingkah mu
Sejujurnya rasa sayangku terlalu besar padamu
Ku hanya pinta dalam hati kecilku
Semoga kau berubah dan sadari betapa besarnya rasaku padamu*.
.
.
.
. Di rumah sakit
Luna sudah melakukan kemoterapi sekarang dia harus pulang mengingat sudah pukul 19.00 . mungkin suaminya sekarang sudah pulang , sesampainya di rumah enggan menemui kan Agral lalu bertanya ke suster pengasuh Amanda.
"Sus" panggil Luna
"Iya nyonya, ada apa?? jawab suster
" Apa tuan belum pulang?? tanya Luna.
"Sudah tapi dia pergi lagi. saut suster
" Kemana dia, apa di berpesan?? seru Luna
"Iya, tadi beliau pesan jika ingin ke rumah orang tua nya. jawab suster.
__ADS_1
" Benar dugaan ku dia sudah pulang sekarang dan sekarang dia bersama Mbak Andita. Guman dalam hati Luna. air mata turun membasahi pelupuk mata
"Nyonya, Anda tidak apa-apa . suster menyadarkan lamunan Luna.
" Iya, sus. Luna tersadar dari lamunannya lalu menyeka air matanya lalu ke kamar nya.
Luna duduk di tepi ranjang "Ya Tuhan aku sungguh tak berdaya di saat aku rapuh dan lemah dia tak memperdulikan ku, aku butuh dia menemani hari-hari ku yang rapuh ini. Luna menangis sejadi-jadinya.
" Apa aku harus menyerah dengan takdir ini Tuhan...
.
.
.
Di rumah Papi, Mami
Agral yang sudah sampai sebelum Andita dan vivian datang.
"Agral kamu kesini nak?? tanya mami menggendong kenzie.
" Iyah, mi aku kangen kenzie, ucap Agral mengambil kenzie dari gendongan mami nya.lalu duduk di sofa dan bermain robot-robot an
"Anak Ayah udah pinter main ya.. seperti Ayah dulu suka main robot. ucap Agral.
" Hemmmm,,!!seru mami.
Andita dan vivian sudah sampai di rumah.
"Asalmualaikum.. ucap dita dan vivian.
" Walaikumsalam... jawab mami
"Mi,! sapa vivian dan dita menyalami mami.
" Kalian baru pulang?? tanya mami
" Ohhh,ya sudah sana mandi dulu. tukas mami
"Iya mi, ucap vivian dan Andita
Lalu mereka ke atas namun andita melirik Agral yang tengah bermain dengan kenzie"ini orang kenapa disini sih hanya akan menyusahkan ku nanti. Guman Andita dalam hati nya.
Selesai membersikan diri Andita keluar menuju ruang keluarga akan menghampiri kenzie karena seharian dia meninggalkan nya.
"Kenzie.ucap dita seraya mendekati kenzie dan duduk disebelah nya Agral.
Agral begitu senang mempunyai kesempatan untuk pendekatan sedikit menggeser kan tubuh kenzie agar jarak dita lebih dekat dengan nya.
Andita yang sadar akan ulah suaminya"Dasar modus " batin dita.
"Sini nak, bunda kangen, ucap dita seraya memeluk nya.
" Ini ayah nya nggak dipeluk, celoteh Agral sedikit medek dita.
"ohh,, ternyata ada orang. celetuk dita.
" Kau kira aku apa!! Hantu??? ketus Agral
"Iya soalnya Nggak keliatan. jawab dita mengambil kenzie dan membawa lari menuju kamarnya
Lalu Agral dgn sigap nya seperti memburu tawan perampok mengikuti dita. saat pintu ingin di tutup tangan dan kaki Agral sudah menahan pintu itu. lalu Andita tak kuat menahan nya.
" Mau kamu apa sih, kak?? ketus dita.
"Aku mau kita bicara, seru Agral.
" Bicara apa lagi, bukan kah ini sudah bicara!! tukas Andita menjelaskan
"Boleh aku masuk?? tanya Agral.
" Boleh, jawab dita yang menggendong kenzie
__ADS_1
Dan Andita menidurkan kenzie yg terlelap di ranjang bayi.
"Kita bicara diluar saja, Kak. ucap dita mengajak Agral keluar.
" Tidak aku lebih nyaman disini. jawab Agral.
"Kau ini sebenernya mau apa?? seru dita yg mulai emosi.
" Aku hanya ingin minta kejelasan atas pertanyaan ku kemarin. tukas Agral.
"Pertanyaan apa, maksudmu?? tanya dita.
" Aku ingin kita seperti dulu hidup bersama dan beri aku kesempatan. jawab Agral.
"Itu tidak mungkin. ketus dita
" Kenapa??
"Di sana ada hati yang terluka ingat masih ada Luna!!! ucap dita dan telunjuk jarinya ke dada Agral.
" Aku akan tetap adil memberi nafkah kedua istriku. jawab Agral.
"Aku tidak sudi, Aku masih punya hati juga perasaan. ketus dita
" Aku janji adil. ucap Agral.
"Blusit ,dengan omongan MU
" Andita aku janji, tukas Agral memeluk dita.
"Lepas kak, ucap dita.
" Aku tidak akan melepaskan mu sebelum kau mengiyakan.
"Kau keras kepala, egois. ketus dita memukuli dada bidang Agral.
" Aku mencintai kalian aku tidak ingin kalian pergi.ucap Agral.
"Aku tak sudi kau benar-benar jahat, jawab andita yang ingin melepaskan diri dari Agral. namun kekuatan dita tak sebanding Agral. Andita hanya bisa menangis dan mengiyakan nya.
" Terimakasih sayang, jawab Agral lalu mencium kening dan bibir nya. dan melepaskan peluk kan nya.
"Besok kau harus ikut ke rumah kita yang dulu. seru Agral.
" Aku tidak mau aku lebih baik disini. ucap dita
"Tidak kau harus ikut denganku karena aku suamimu, menurut lah. ketus Agral
Andita tak berkutik lagi benar dia suamiku tapi mana mungkin aku harus serumah dengan madu ku.
" Aku pergi besok bersiap lah aku menjemputmu. ucap Agral pamit pulang mencium dita dan kenzie. Lalu pergi dan diluar mami, papi masih duduk diruang TV.mereka tak sengaja mendengar perdebatan nya saat melintasi kamar Andita.
"Mi, pi, Agral pulang pamit nya.
" Tunggu sebentar papi mau bicara. tukas papi
"Ada apa, pi??
" Apa benar kau ingin membawa Andita pulang kerumah mu?? tanya papi.
"Iya, pi. jawab Agral
" Nak, tidak baik jika kedua istrimu satu atap maka akan ada yang berat sebelah dan salah satu nya akan sakit hati, ucap mami menasehati putranya.
"Sudah Agral pikir mi, Agral akan berbuat adil se adil-adil nya. tukas Agral.
" Baiklah kalo itu keputusan mu tapi papi ingatkan jangan pernah membedakan salah satu dari mereka apalagi merasa mereka bersaing. ucap papi. menjelaskan.
"Baik pi, mi, terimakasih nasehatnya. ucap Agral lalu menyalami ke duan nya dan pamit pulang.
Andita yang sedari tadi masih belum bisa tidur lantaran gelisah memikirkan kan besok dia akan satu rumah.
"Ya Tuhan apalagi yang kau tulis ini aku benar-benar lelah Tuhan aku harus satu atap dengan madu ku apa aku sanggup menjalani nya, beri aku kekuatan Tuhan.
__ADS_1