
Andita sudah memilih hidupnya untuk pergi jauh dari orang-orang yang dia sayangi.membawa kehancuran hati nya.
"Kita tidak bisa meletakan cinta itu, Seperti menginginkan berdiri di dua tempat berbeda dengan satu waktu yang sama. Kau akan lelah dan tak tahu bagaimana melewati hidup dengan hati seperti ini.
Wildan mendekati andita melihat andita menangis seperti itu.
" Andita, panggil Wildan.
"Iya, kak sambil menyeka air matanya.
" Aku disini akan masih tetap mencintaimu dita, ucap Wildan mendekati dita dan memeluknya.
"Aku sudah tak pantas lagi kak, saut dita yang berada dipeluk nya.
" Dita aku menerima mu apa ada nya aku tau kau sedang mengandung.ucap Wildan.
"Aku tidak bisa kak, aku menganggap mu sebagai kakak itu pun tidak lebih, jawab dita.
" Baik lah , maafkan kakak. ucap Wildan masih memeluk dita dalam hati wilda paling dalam"aku akan menunggumu dita"
---1bulan kemudian
.
.
.
Agral dan Luna menempati rumah agral yg dulu dibeli untuk Andita tapi kini malah dita pergi entah kemana. Agral yang sekarang sudah tidak merasakan morning sickness.
Dia berfikir mungkin dita sudah mengikhlaskan dan melupakannya.
Luna yang masih asyik bermain dengan baby manda
Memfoto baby Manda dengan topi baru nya ala-ala pantai sungguh cantik, Luna menciumi pipi kanan kiri putri kecilnya.
"Pa, panggilan Luna untuk suaminya.
" Iya ada apa ??
"Sini lihat gadis kecil kita.
" wahhh bagus sekali topinya, ucap agral duduk disebelah putrinya dengan mencium pipinya.
"Iya, donk papa. Luna menjawab dengan menjadi Manda kecil.
" mmmpmm gadis papa ucap agral mulai mecubit pipi tembem nya.
Agral duduk sambil memangku gadis kecilnya.lalu melihat sekilas foto yang berada di HP nya.
"berdoa semoga kau baik-baik di sana dita aku masih mencintaimu. ucap agral dlm hatinya.
Luna yang diam dibalik pintu menangis jika suaminya masih mencintai istri pertama nya. lalu pergi ke dapur " mengerutuki dirinya yang begitu ceroboh dan bodoh. Tiba-tiba kepala nya sakit entah kenapa pandangan kabur,dan dia jatuh pingsan.
Agral yang mendengar gelas terjatuh lari menghampiri Luna.
"Luna, panggil agral menepuki pipi Luna
membawanya ke kamar dan menidurkan nya di ranjang lalu mengambil minyak angin dioles-olesi ke kening dan menghirup kan aroma ke hidung Luna.
__ADS_1
Luna membuka matanya
" Kau kenapa pingsan? tanya Agral.
"Aku tadi pusing.
" Ya sudah istrahat lah biar aku yang mengurus Amanda.
"Baik.
Agral mengajak Amanda putri nya ke rumah nenek, kakek nya.
**********"""*******
Mami dengan rasanya masih sedih dengan pergi nya dita entah kemana, papi yang sekarang sudah membaik. Vivian sekarang berhenti bekerja hanya mengurusi mertua di rumah.
" Ting... Tong bunyi bel rumah
"Ada yang datang Vivian?? tanya mami
" Iya mi, sebentar Vivian yang membukanya saut Vivian lalu membukakan pintu, dilihat Vivian Kak agral bersama gadis kecil.
"Kak Agral, ucap Vivian
masuk kak, mempersilahkan masuk.
Mami, papi masih duduk di ruang keluarga lalu melihat Agral menggendong anak perempuan.
" Agral ucap mami
"Iya mi, pi. Agral kesini hanya untuk menjenguk papi, mimi, dan ingin minta maaf. saut Agral.
" Baik nak, mami, papi sudah memaafkan mu, coba kau jelaskan secara detail? tanya mami
"Agral menikahi Luna karena terpaksa sambil menaruh Manda di sofa dan duduk di berhadapan dengan mami, papi.
"Baik mi, Agral jelaskan. dulu sewaktu Agral tugas di kalimatan Agral bertemu bapaknya Luna tak disangka bapak nya memiliki musuh dari anak yang dibunuh oleh bapak Luna yaitu saingannya yang mencalonkan menjadi kades waktu itu dengan cara mengeblong kan rem mobil dan anak nya membalaskan dendam nya dengan menembak ibu Luna, dan disitulah ibu Luna memintaku untuk melindungi dan menjaga Luna hingga menjadikan nya sebagai istri, mi ucap Agral untuk meyakinkan mami, papi nya.
"Ohhh,, jadi begitu ceritanya, mami menjawab
" Apa tak ada cara lain Agral, ketus papi
"Tidak ada pi Luna sudah jatuh cinta dgn ku terpaksa aku menikahi nya. jawab Agral
" Lalu kenapa kau tega menyakiti Andita, saut Vivian yang membuka suara.
"Vivian, apa kau tau dimana andita??
" Aku tidak tahu kalau pun aku tahu aku tidak akan memberi tahu karena Andita cukup menderita karena ulahmu! Vivian yang geram.lalu
Vivian pergi masuk kekamar nya dan menangisi Andita karena dia sudah menganggap andita saudaranya.
5 bulan kemudian
..
..
Andita yang merasa perutnya membesar dan rasa nya sakit punggungnya, Wildan yang baru pulang dari kantornya melihat dita kesakitan.
"Kenapa dita?? sambil mekihat cairan keluar dari kedua paha dita. " sepertinya kau akn melahirkan, ucap Wildan mengendong dita ke mobilnya membawanya kerumah sakit.
sesampainya dirumah sakit Wildan dengan setianya seperti suami siaga menunggui nya dan menemani dita bersalin. didalam ruangan. dokter dan suster sudah datang.
"Hayo" nyonya sedikit lagi".ucap Dokter.
__ADS_1
Andita merasa kan sakit begitu sakit seperti remuk dan harus bertaruh nyawa.
"hahahha, dita nengambil nafas dalam-dalam
" sedikit lagi Nyonya.
Andita dengan sekuat-kuatnya lalu
uuek... uwekkkk... tangisan bayi mengema diruangan.
Andita sekilas melihat bayi nya dibawa suster untuk dibersikan.suster memberikan ke dita
"Bayi nya laki-laki Nyonya.
Andita medekap dan mengelu-elus pipi nya menciumi pipi dan keninya.
" Terimakasih Tuhan kau berikan aku malaikat kecil untuk hadir menemaniku"ucap di hati dita.
Wildan tersenyum lebar melihat keduanya bahagia.
"Kak Wildan, sapa dita
" Iya,aku disini. jawab Wildan
"Terimakasih sudah membantuku. ucap dita
" Iya, aku ikhlas memeluk keduanya.
Dan suster datang memberitahu
"Nyonya maaf sudah waktunya untuk memberi kan susu karena ini baik untuk bayi anda, ucap suster.
" Baik, suster jawab andita
Lalu membuka kancing baju nya namun dita sedikit kesulitan untuk duduk dan Wildan memberikan tubuhnya untuk menompang badan dita dan duduk dibelakang dita hingga dita duduk nyaman.
"Terimakasih kak.saut dita.
Hingga bayinya terlelap tidur dan suster mengambilnya dibawa nya keruang bayi.
Di jakarta
Agral yang masih bingung kenapa perasaanya gelisah dan rasanya khawatir lalu memikirkan keadaan andita..
" Kau kenapa?? tanya teman nya Wisnu.
"Aku memikirkan andita. saut agral
" Apa dia sudah menginggalkanmu?? tanya Wisnu
"Iya, dia sudah mengetahuinya dan sekarang meninggalkan ku.
" Aku sudah bilang dulu kau harus jujur apa sebenarnya terjadi, ucap Wisnu
"Iya aku salah. tukas Agral.
" ini semua salahku
"Bersabarlah jika dia masih ditakdirkan untuk mu dia akan kembali, jawab Wisnu sambil menepuk bahu sahabatnya itu.
" Terimakasih, ucap Agral.
"Iya, ucap Wisnu.
__ADS_1
Bersambung......
Terimakasih jangan lupa like dan komentar nya mohon dukungannya.... Maturnuhuuunnnn.... salam dari author🥰🥰🥰🥰🥰🥰... emuachhhhh