
Di kampung
Kakek dan Wildan sudah bersiap ingin ke Jakarta lalu nenek membawakan bekal untuk mereka karena perjalanan cukup jauh.
"Ayo kek sudah siap?? tanya Wildan.
" Sudah nak, ucap kakek.
kemudian kakek pamit dengan nenek.
"Hati-hati.ucap nenek Wildan menyalami untuk pamit.
Mereka lalu masuk ke mobil lalu melaju ke kota jakarta. terlihat Wildan bahagia apa yang di nanti jika dita bisa bersama nya lagi. mungkin terlihat buruk dan julik dengan rencana ini tapi ini jalannya agar mempertahankan cinta pertamanya.
.
.
.
Di rumah sakit.
Agral sudah menerima kondisi luna yang memburuk Agral harus segera bertindak kemudian dia pergi ingin menemui dokter Doni.
"Tok.... tok. Agral mengetuk pintu ruangan Dokter Doni.
" Silahkan masuk.. ucap dokter Doni.
"Terimakasih.lalu duduk berhadapan dgn dokter Doni.
" Bisa saya bantu?? tanya dokter Doni.
"Baiklah aku menyetujui permintaanmu. ucap Agral
" Apa maksudmu?? tanya dokter.
"Saya akan menalak Luna. tutur agral.
" Apa ini sudah kau pikirkan matang-matang!! seru dokter Doni.
"Iya, disini aku merasa egois membuat mereka semua menanggung kesalahan ku. tukas Agral.
" Baik lah, besok kita mulai perjanjian ini saya akan mengurusnya anda tinggal menunggu. ucap dokter Doni.
"Terimakasih, dok. jawab Agral.
" iya.
"Permisi dok.
Agral tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya melepas juga dilepas itu mungkin akan terjadi karena sekarang hanya menunggu akan karma nya sendiri.
..
.
.
5jam berlalu Wildan dan kakek telah sampai di jakarta kemudian melanjutkan kerumahnya Agral dan Andita hanya 15 menit saja mereka sampai. dan sesampainya di rumah Andita.
" Ting... Tong.....
Dibuka kan pintu oleh mba ida pengasuh kenzie.
"Silahkan masuk tuan.. ucap mba ida mempersilahkan. kemudian mereka mengekor mba ida.
" Sepi sekali. tukas kakek.
"Maaf tuan bu dita sedang istirahat sedangkan den kenzie tidur dan pak Agral berada di rumah sakit karena bu Luna dirawat. tutur mba ida menjelaskan.
" Ohhh,, panggilkan dita. ucap kakek menyuruh mba ida memanggilkan.
"Baik tuan, silahkan duduk lalu mba ida bergegas ke kamar dita.
__ADS_1
" Tok"
"Tok"
"Cklek.Ada apa mba?? tanya dita.
" Maaf Bu menggangu itu ada tamu. tutur mba ida.
"Siapa??
'Tidak tau bu. jawab mba ida.
" Ya sudah tunggu sebentar aku ganti baju dulu. ucap dita.
"Baik, bu. ucap mba idan keluar menemui mereka.
" Maaf tuan ibu dita sedang berganti pakaian. ucap mba ida lalu permisi ke dapur membuatkan minum.
"Ya.jawab kakek dan Wildan.
''Kakek, kak Wildan. sapa dita sedang berjalan mendekati mereka.
" Iya Andita. ucap kakek kemudian andita menyalami ke duan nya.
"Kenapa tidak bilang kalau mau ke sini?? tanya dita
" Kakek sengaja tidak memberi tahu mu!! seru Kakek.
"Silahkan diminum. ucap dita seraya mba ida menaruh gelas dimeja dengan cemilan.
" Kakek ke sini ingin mengajak mu pulang. tukas kakek yang langsung te de points.
"Maaf maksud nya apa kek?? tanya dita tak mengerti.
" Andita kakek menyuruhmu pulang ke rumah kakek. tutur Wildan menjelaskan.
"Kenapa aku harus ikut kek?? ketus dita.
" Karena kau lebih baik ikut dengan kakek dari pada kamu hidup di neraka suami mu.Celoteh kakek mulai esmosi.
" Suami macam apa yang kau maksud dita,dia pantas untukmu. tukas kakek.
"Tidak kek, dita bahagia. ucap dita.
" Bohong dita kamu sudah disakiti dikhianati apa itu suami bertanggung jawab. tutur kakek.
"Cukup kek, dita tidak mau diatur. ketus dita.
" Tidak kakek akan membawamu jangan jadi pembangkang ingat apa pesan Almh. ibu mu kau harus patuh perintah kakek. Titah kakek yang memaksa dita ikut.
"Dek"...
Andita mengingat pesan ibu nya sewaktu itu jika ibunya berpesan agar menurut titah kakek nya.
" Baik kek, dita ikut. ucap dita lalu meneteskan air mata.
"Bagus dita itu baru cucu kakek. saut kakek
Wildan yang sedikit menyunggingkan senyum " Rencana ku sudah hampir berhasil, lihat lah Agral ini balasan nya kau sudah merebut dan menyakiti nya. ",guman dalam hati Wildan.
Andita ke kamar membereskan dan menata pakainnya juga pakaian kenzie.
"Bu dita mau kemana?? tanya mba ida.
" Maaf mba aku harus pergi. jawab dita.
"Pergi?? saut mba ida.
" Iya mba, tolong urus Manda jika dia sudah pulang. tutur dita.
"Bu dita mau pulang kemana?? tanya mba ida.
" Aku pulang kerumahnya kakek.jawab dita.
__ADS_1
"Kenapa ibu malah pergi disaat seperti ini, kasihan pak Agral. keluh mba ida.
" Aku bingung mba, sebaiknya aku menurut kata kakek. tukas dita.
"Baik bu, saya akan mengurus Manda. saut mba ida.
" Mbak tolong jangan bilang ke Pak Agral. ucap dita.
"Aku harus bicara apa bu, jika ditanya?? tanya mba ida.
" Bilang saja aku pergi liburan . ucap dita. menangis tak tertahankan.
"Baik bu, Hati-hati. jawab mbak ida memeluk nya dita juga membalas pelukannya. mungkin dita sudah menanggap mba ida saudaranya meskipun terpaut seumuran.
Andita keluar membawa koper dan menggendong kenzie. lalu Wildan membantu mengangkat kan koper dan menaruh nya di bagasi, dan Dita dan kenzie duduk dibelakang Wildan. kakek dan Wildan didepan. mereka melaju kan menuju kampung kakek di daerah Jateng.
5 jam menuju rumah kakek sekarang sudah sampai dihalaman rumah. kemudian Andita turun disambut nenek.
"Sayang.. panggil nenek memeluk dita.
" Nek, dita rindu. ucap nya membalas pelukan nenek.
"Iya nenek juga rindu. saut nenek lalu melepas pelukan nya dan mengambil kenzie dari gendongannya.
Wildan membawa koper dita masuk dan mereka masuk ke dalam.
" Silahkan duduk dulu nak Wildan. ucap nenek seraya membawa dita kekamar nya dulu.
Andita masuk ke kamar nya melihat kenangan nya pertama Dita bersama Agral setelah pernikahan itu.
Wildan yang masih duduk dengan kakek Husen terlihat bahagia bisa membawa pulang Andita. Namun tidak dengan nenek dia malah membenci rencana Wildan "Sebenarnya yang direncanakan Wildan," lirih dalam hati nenek.
lalu nenek meletakan kopi dan cemilan dimeja.
"Silahkan diminum nak Wildan. ucap nenek dan duduk disebelah kakek.
" Terimakasih nek. jawab Wildan. meminum kopi dibuat nenek.
"Nak Wildan apa kau akan kembali ke jakarta.?? tanya kakek.
" Tidak kek, karena Wildan sedang membangun proyek disini dan membuat cabang. jawab Wildan.
"Ohh, ibu mu tak mengundang kita saat adikmu menikah. Ucap kakek.
"Maaf kek, mungkin ibu lupa. jawab Wildan.
" Ya sudah tidak apa-apa. saut kakek menepuk pundak Wildan dan tertawa bersama keduanya nya.
Nenek yang mulai curiga dgn kelakuan mereka berdua.
Andita yang sudah membersihkan diri dan kenzie juga sudah mandi kini keluar untuk mengambil makan untuk kenzie.
"Dita.. panggil kakek.
" Iya kek, dita mau ke dapur mengambil makanan untuk kenzie belum makan. saut dita
"Ya, sudah. ucap kakek lalu melanjutkan mengobrol lagi dengan Wildan kemudian nenek permisi untuk kembali ke dapur.
" Nak, sini biar nenek saja yang menyuapi kenzie. ucap nenek mengambil kenzie dan menyuapi nya.
"Terimakasih nek. jawab dita.
" Dita apa kau kesini sudah berpamitan dgn suami mu.?? tanya nenek.
"Tidak nek, kak Agral sedang di rumah sakit Luna dan Amanda dirawat. jawab dita.
" Luna dan Amanda siapa nak?? nenek bertanya.
"Luna istri kedua kak Agral dan Manda anak nya dengan Luna nek, ucap dita lalu meneteskan buih bening itu.
" Kenapa kamu tidak cerita. saut nenek.
"Maafkan Andita nek, aku tidak mau merepotkan. ketus dita.
__ADS_1
" Sudah nak masih ada nenek dan kakek yg menyayangi mu. ucap nenek mengelus-elus bahu dita.