POLISI TAKDIRKU

POLISI TAKDIRKU
Melepaskan nya


__ADS_3

Di rumah sakit


Agral menunggui papi, mami nya yang baru datang karena hari ini Manda akan pulang.


"Mi, pi. sapa Agral


" Mana Manda biar mami, papi saja yang membawa pulang biar kamu menunggu Luna. titah mami.


"Baik mi. jawab Agral


Kemudian mami, papi, menuju ruang rawat Manda dan bertemu dokter yg memeriksanya.


" Bagaimana dok, bisa kami bawa pulang?? tanya papi.


"Silahkan pak, Manda sudah membaik. saut dokter.


" Terimakasih. ucap papi.


kemudian menyelesaikan adminitrasi nya dan membawa Manda pulang ke rumah Agral.sesampainya di rumah terlihat sepi dan keluar lah mba ida.


"Pagi, Tuan dan nyonya. sapa mba ida.


" Dimana dita?? tanya mami.


"Ibu.... tidak melanjut kan bicara lagi mba ida gugup harus menjelaskan bagaimana.


" Kenapa tak melanjutkan!! seru mami.


"Ibu dita.. pulang kerumahnya kakek nya, Nyonya, tuan. jawab mba ida karena dia takut untuk berbohong.


" Kenapa pulang?? tanya papi.


"Sa... ya tidak tahu tuan itu saja yg dikata kan ibu dita. seru mba ida lalu mengambil Amanda dari nyonya.


Mami, papi tak menyangka dita sejahat ini meninggalkan Agral yg sedang terpuruk dan membutuhkan dukungan.


" Bagaimana pi,?? tanya mami mulai cemas jika Agral tahu dita pulang kerumah kakeknya.


"Aku juga heran kenapa dita seperti itu. jawab papi


" Kita harus menyusulnya pi, tukas mami.


"Jangan dulu biarkan saja mungkin andita sedang meredam kan diri kesana. tutur papi.


" Tapi kasihan Agral pi!! seru mami.


"Ini juga kesalahan Agral mi kita tidak usah terlalu ikut campur rumah tangganya. ucap papi memberitahu mami.


" Iya sudah pi, kita pulang dulu. ajak mami.


"Mba ida tolong jagain Manda. titah papi


" Baik tuan nyonya. jawab mba ida.


Kemudian mereka pulang kerumah nya.


.


.


Di rumah sakit


Dokter Doni sudah menyiapkan semua syarat-syarat Luna dan juga memberitahu Agral jika hari ini Luna akan dibawa nya berobat ke singapure.

__ADS_1


"Dok,, panggil Agral.


" Saya serahkan Luna untuk dokter. "


"Tenang saja Luna pasti sembuh dan dia akan bahagia dengan ku. tutur dokter Doni.


" Baik dok, saya mempercayai mu jangan sakiti dia jika kau sudah tak mencintai nya maka aku masih menerimanya. tukas Agral mulai meneteskan air matanya.


"Tak usah khawatir aku akan selalu mencintai nya. ucap dokter Doni memeluk dan menepuk pundak Agral.


" Terimakasih dok, balas Agral juga mempererat pelukan mereka.


Kemudian dokter Doni menghubungi seseorang untuk menjemputnya dia akan ke bandara.


"Kami pamit pak Agral. ucap dokter Doni.


" Sampai berjumpa lagi Luna. ucap agral melepas genggamannya ditangan Luna.


"mungkin cara Tuhan memberi mu cinta yang lain Luna dan ini cara kau ditakdirkan bukan untuk ku. "


Mematung melihat kepergian Luna dan dokter Doni.


Agral yg merosot di dinding rumah sakit mengerutuki diri nya sudah membawa Luna menderita seperti ini. "Melepaskan nya cara ku membahagiakan dia. "


Yang lebih berat setelah kehilangan adalah mencoba baik-baik saja dihadapan manusia meski hati dan perasaan sedang hancur -hancurnya.


Belajar menerima keadaan tanpa harus membenci kenyataan .


Aku tahu tidak ada yang pernah siap dengan sebuah kehilangan tetapi demi menukarnya dengan kebahagiaanmu.


Aku akan belajar untuk itu. "


.


.


Agral pulang dengan wajah sedih dan hati yg hancur. melihat rumah sepi dan hanya ada mba ida duduk bermain dgn Manda.


"mba, dimana Andita?? tanya Agral.


" maaf Pak ibu pulang kerumahnya kakek. ucap mba ida berusaha jujur namun ingkar janji ke dita.


"Apa kenapa pulang?? tanya nya.


" Aku tidak... tahu Pak. ucap mba ida.


"Huuuffft,,,,, cobaan apalagi ini, Agral mengelak nafas kasar nya.


Iya mungkin karena sekarang dia harus melepaskan Luna dan sekarang Dilepaskan Andita sungguh hukum karma yang berlaku untuk Agral Terima.


Agral membuka lemari di kamarnya melihat baju dita semua dibawa lalu ke kamar kenzie juga pakainya sudah tak ada lagi" Ya Tuhan kenapa ini tak adil orang-orang yg aku sayang pergi semua, ini tak adil Tuhan. Agral menangis memukul dada nya sendiri.


.


.


.


. Di rumah papi. mami.


Vivian yang akan melahirkan dan mami, papi tidak bisa membantu Agral lagi sekarang sedang menunggui vivian lahiran sedangkan kevin berada diluar negeri mengurus bisnis nya. papi mami bagai di rundung bahagia juga sedih karena bahgia melihat vivian dan kevin mempunyai momongan., sedangkan sedih karena memikirkan rumah tangga Agral yg sangat rumit ini. .


Satu minggu kemudian....

__ADS_1


Agral bertekad untuk menjemput andita dari rumah kakek Husen.


5jam berlalu kini sudah sampai di ruang kakek Husen.


"Assalamu'alaikum... ucap Agral mengetuk-ketuk pintu.


" Walaikumsalamm. ucap nenek membukakan pintu, "oh nak Agral, silahkan masuk nak.


" Terimakasih nek. ucap Agral.


"Andita sedang pergi ke pasar bersama Wildan. ucap nenek.


" Wildan?? tanya Agral


"Iya Wildan kebetulan kesini lalu mengantar dita dan kenzie. jawab nenek.


" Lalu kakek dimana nek?? tanya Agral.


"Ada didalam sedang mandi. jawab nenek.


" Bolehkah saya berbicara dengan kakek!! seru Agral.


"Boleh nak tunggu sebentar nenek panggilkan. ucap nenek pergi memanggilkan kakek Husen.


Kemudian selang 5 menit kakek keluar dan menemui Agral duduk berhadapan.


" Ada apa kamu kemari?? tanya kakek.


"Maaf kek, sebelumnya Agral hanya ingin tanya kenapa dita pulang kesini tanpa memberi tahu dulu. tutur Agral.


" Apa kamu tidak pernah bertanya dgn hati mu?? tukas kakek.


"Maksudnya kek?? tanya Agral.


" Andita lebih baik hidup disini dari pada hidup di neraka mu!! ketus kakek.


"Maafkan Agral kek, aku tidak bermaksud membuat Andita seperti itu. tutur Agral menjelaskan.


" Cukup nak Agral kau menyakiti Andita, kukira memilih dirimu untuk Andita itu salah besar. tukas kakek.


"Maafkan saya kek, saya akan berusaha memperbaiki nya. ucap Agral.


" Aku salah menilai mu aku kira setelah kau menikahi Andita akan bahagia tapi nyatanya berbanding terbalik kau sudah menyakitinya dan mengkhianati nya tutur kakek sudah geram.


"Aku akui kek aku salah beri aku satu kesempatan membenahi rumah tangga ini.jawab Agral.


" Sekarang pergilah dan menjauhi cucu ku, dan ceraikan Andita!! titah kakek.


"Tidak kek, saya tidak akan pernah menceraikan Andita. ketus Agral.


" Pergilah dari sini aku sudah muak dgn omongan mu. titah kakek mengusir Agral


"Baik kek, saya akan pergi tapi tidak untuk menceraikan Andita. ketus Agral


lalu pergi tanpa berpamitan karena Agral sudah sangat sakit atas perkataan kakek Husen.


Nenek yg menguping dibalik tembok dinding merasa terpukul mendengar obrolan kakek dan Agral. " kasihan cucu ku dari kecil harus menerima pahit nya hidup"Lirih dalam hati nenek dan mulai meneteskan air mata.


Kakek yang mematung dgn kepergian Agral lalu mencerna kata-kata Agral tadi dia tidak akan menceraikan Andita.


"Huuuftt.. kakek menghela nafas nya membanting cangkir dihadapannya.


" Agral teriak kakek Husen "mungkin kakek sudah sangat marah.

__ADS_1


__ADS_2