
Satu minggu kemudian
Setelah kejadian itu Agral mulai memperhatikan Luna, tapi sayang nya Andita merasa cemburu Agral berlebihan memperlakukan Luna seperti ratu. Andita kesal semua apa yang dilakukan nya salah lebih-lebih salah di mata Agral.
Hari itu Andita pergi ke pasar lalu dia bertemu mami mertua nya.
"Andita, kamu dari mana nak?? tanya mami.
" Abis dari belanja ke pasar. jawab Andita.
"Ayo nak ikut mami antar pulang, Ajak mami
" Tidak mi, nanti sopir dateng menjemput. Seru dita.
"Mami kangen kenzie bagaimana kabar nya?? tukas mami.
" Baik mi, sekarang sudah ada teman jadi kenzie seneng. ucap dita
"Mami nanti ke sana sama papi, ya!! Jawab mami.
" Ya, mi dita tunggu . saut dita menaiki mobil nya yg sudah datang"Dahh, mi".
Sesampainya di rumah andita membersihkan diri terdengar suara Amanda menangis kejer..
"Ada apa mba ida?? tanya dita.
" Ini bu si kenzie merebut mainan Manda.
"Ya sudah kenzie biar saya yang momong kamu urus Manda saja. ucap dita
" Baik, bu!! jawab mba ida
Guman dalam hati dita"Oh, iya aku lupa kalau suster nya Manda pulang kampung jadi kasihan mba ida ngasuh dua anak. selesai mengurusi ke dua anaknya Andita bergegas menyusul suaminya di rumah sakit menunggui luna.namun mami datang
"Andita,, panggil mami.
" Iya mi, pi, menyalami dan mencium punggung tangan nya mereka berdua.
"Kamu buru-buru ada apa dita?? tanya mami.
" Ayo mi, pi, kita duduk dulu ucap dita membawa mereka duduk di sofa tamu.
"Jelaskan nak, mami penasaran!! seru mami
" Mi, pi, sekarang Luna dirawat dan keadaanya buruk!! jawab dita menguraikan semua.
"Apa Luna sakit terus kenapa buruk?? tanya papi.
" Luna sakit kanker mi, pi. ucap andita.
"Kasihan dia pi, mami benar iba karena dia sebatang kara. ucap mami.
" Kalau begitu kita jenguk dia, tukas papi.
"Ayo.jawab mami
Dan mereka lalu bergegas ke rumah sakit
Luna sudah 2hari ini dirawat di rumah sakit akibat dia tidak mau kemoterapi dia semakin hari semakin parah. Namun Dokter Doni selalu memberi kan yang terbaik .
Senior Dokter di sana menyarankan ke dokter Doni agar dibawa ke singapure di sana peralatan memadai dan jaminan sembuh pasti ada.
Agral yang duduk di samping ranjang Luna menatap Luna dengan rasa kasihan.
"Boleh kita bicara 4 mata pak!! seru dokter Doni.
" Boleh ada apa,??tanya Agral
__ADS_1
"Sebaik nya bapak memikirkan kondisi Luna karena semakin hari semakin parah. keluh dokter Doni.
" Aku harus bagaimana dok?? jawab Agral.
"Kita harus membawa Luna ke singapure.
" Tapi persyaratannya banyak dan satu persyaratannya itu Luna belum punya. ucap Agral
"Apa itu??tanya dokter
" Luna belum punya Akte pernikahan dia menyandang status lajang meskipun dia menikah dengan ku SaH namun dimata negara kami belum SAH. seru Agral menjelaskan.
"Anda tidak usah khawatir saya yang akan menanggung resiko Luna. ucap Doni.
" Maksud anda??
"Anda harus menalak Luna. tukas Doni.
" Saya siap menjadi suaminya yang sah".ketus dokter Doni.
"Tapi dia dalam ke adaan seperti ini kamu gila dok, ketus Agral.
"Saya memang gila tapi tak sebodoh anda, tutur dokter Doni.
" Maksud kamu apa???
"Luna sangat menderita apa kamu pernah berpikir jika dalam satu rumah terdapat 2 istri salah satu nya akan sakit dan sakit itu akan menambah penyakit dalam diri orang. ketus dokter Doni.
"Itu bukan urusanmu.
" Itu sekarang urusanku karena aku mencintai Luna dan aku siap menerima Luna apa adanya. tutur dokter Doni.
"Aku tidak akan menceraikan nya. tukas Agral.
" Anda egois mementingkan diri sendiri tanpa mengerti perasaan orang lain. kecam dokter Doni.
"Sebaiknya anda urus kehidupan anda sendiri tidak usah mengurusi rumah tangga ku.ketus agral
Andita yang baru datang dengan mami,papi.namun menjenguk nya hanya bisa satu orang,dan mami, papi, mengalah agar dita yaang masuk kedalam.
Andita masuk sudah memakai pakaian APD,Andita mendekat dan melihat Luna berbaring lemah dengan selang mulut, hidung, juga impuls. dan terdapat benda kotak kecil yang akan berbunyi dan bergambar garis turun dan naik,.
"Luna,ucap dita duduk disampingnya dan menggenggam tangannya.
" Aku tahu kamu wanita kuat, wanita hebat jangan pernah menyerah,kau bisa melewati nya.
Andita sudah meneteskan air mata nya. selangnya beberapa menit Andita mengobrol dilihat benda kotak itu berbunyi.
"Ti...iiiiitttt.......dan gambar monitor nya garis lurus.
Tidak Luna, Andita keluar segera memanggil suster dan dokter.
" Suster-suster, dokter. teriak -teriak Andita menghambur keluar kamar.
Diluar ada mami, papi. lalu suster datang dan salah satu nya memanggil dokter Doni.
"Dok.... dokter!?!! panggil suster
" Ada apa sus, itu pasien bernama Luna kritis ,dok. tutur suster menjelaskan. Dan bergegas dokter Doni ke ruang ICU Luna. mereka sudah sampai.
Lalu mereka semua melihat layar monitor yang bergambar garis lurus .
"Sus, tolong siapkan alat nya. seru dokter Doni.
" Baik, dok diambilkan alat pompa detak jantung.
"123 " dreeet.... belum ada reaksi dan kedua kali nya "dreeett.... belum ada juga, ketiga kalinya monitor sudah bergambar garis naik turun lagi.
__ADS_1
" Alhamdulilah... ucap syukur dokter Doni.
"syukurlah Luna kamu masih kuat aku yakin ku sembuh. ucap dokter Doni menggenggamnya.
Andita menangis di peluk kan mami mertuanya mereka sama-sama menangis.
Agral yang panik terlihat mondar-mandir didepan pintu itu masih melirik lampu yang masih menyala merah. lalu selang berapa menit lampu berganti warna ijo.
Agral melihat berucap"Alhamdulilah .
Dokter Doni keluar dilihat andita dan keluarga menangis.
"Bagaimana Dok, keadaanya?? tanya Andita.
" Alhamdulilah pasien sudah melewati masa kritis. tutur dokter Doni.
"Syukur Alhamdulilah, ucap Andita, mami, papi
Agral yang mendengar dari jauh.
" Kalau begitu saya pergi dulu. ucap dokter Doni.
"Terimakasih dok.
" Sama-sama. ucap nya dan tersenyum
Andita dan Agral saling tatap menatap.
"Kak, sebaiknya kamu menunggui Luna. ucap Andita.
" Baiklah apa kau keberatan kalau aku disini? tanya Agral.
"Tidak kak, tidak apa-apa dita pulang saja kasihan anak-anak. tutur dita.
" Baiklah, jawab Agral.
"Mami, papi juga pamit pulang dulu besok kami kesini , lagian vivian sudah hamil besar. ucap mami
" Iya mi, pi. jawab Agral menciumi tangan keduanya lalu memeluk dita dan mencium kening nya.
"Hati-hati ya kak, kalau ada apa-apa hubungi aku. ucap dita.
" Iya sayang.
Mereka bertiga bergegas pulang dan di mobil mami, papi, Andita . sesampainya dirumahnya .
"Makasih ya mi, pi sudah mengantarkan pulang, mami, papi tidak mampir dulu. ucap Dita.
" Sama-sama sayang, salam untuk cucu-cucu mami, papi. ucap mami.
"Iya mi, Andita mengangguk-angguk kepalanya.
Dan andita masuk dilihat mbak ida masih menggendong Amanda.
" Kenapa Manda mbak?? tanya Andita.
"Dari tadi rewel terus bu, saya sampai kebingungan harus bagaimana apa-apa nangis tanpa sebab. tutur mbak Ida.
" Ya sudah sini mbak saya gendong , mbak istirahat dulu. ucap Andita lalu menggendong amanda kekamar Atas.
Andita menimang Manda hingga tertidur di pelukannya. Andita berkata
"Kamu nggak boleh rewel ya nak, do'akan mama agar cepat sembuh,ucap dita mengelus rambut Manda.
" Mungkin karena ikatan batin anak dan ibu itu kuat jadi anak akan merasakan sakit yang di derita ibunya. ucap dita dalam hatinya.
Lalu menidurkan Manda di samping kenzie Andita pergi ke kamar mandi mengganti pakaiannya dgn piyama.
__ADS_1
"Malam ini aku mending tidur disini saja, Andita tidur di tengah-tengah kedua anaknya berbaring dan kedua tangan kanan kirinya sudah berada di atas kepala Kenzie juga Manda. dan menciumi keduanya.
" Mama, Bunda sayang kalian. seru Dita!!