POLISI TAKDIRKU

POLISI TAKDIRKU
Wildan


__ADS_3

Agral yg terbangun tertidur dikamar ia bangun keluar melihat semua sudah mengumpul untuk makan malam, lalu ikut makan bersama.


"Nak Agral".panggil nenek.


" Iya,nek ada apa? ".


" Oh iya, besok 100 hari nya Andita ? ".ucap nenek


"Iya nek, kita buat riung disini aja".terang Agral.


" Baik kalo begitu besok nenek ke pasar pagi-pagi, siang nya bisa kemakan Andita".


.


.


.


Pagi hari nya Wildan yg baru sampai pulang dari luar negeri mendengar kabar duka jika Andita telah meninggal, ia langsung pergi ke makam Andita, Wildan duduk di tepi nisan Andita.


"Andita kenapa kamu secepat ini pergi Dita".sambil mengelus nisan nya


" Dita aku janji akan membalas perlakuan dan penghianatan Agral, Dit! ".Wildan sudah muak dengan Agral yg membuat wanita yg dia cintai menderita dan tidak pernah bahagia atas penghianatan nya.


"Aku pamit pulang dulu, Dit aku janji akan menjenguk mu terus, aku juga akan melindungi anak-anakmu".ucap nya kemudian menaburi bunga dan menaruh seikat bunga mawar putih kesukaan Andita.


Wildan berlalu pergi meninggalkan makam Andita, ia harus tau keadaan anak-anak Andita, ia menyuruh bodyguard nya memata-matai keluarga Agral.


"Baik, bos kami siap ".


" Bagus, nanti saya kirimkan fotonya ".


" Siap, Bos".

__ADS_1


.


.


.


Dirumah nenek semua sudah siap untuk pergi ke makam Andita, selang berapa jam telah sampai Kenzie, Amanda, Luna dan si kembar. mereka semua duduk mengingkari makam Dita.


Agral yg tak bisa menahan air matanya seketika meneteskan air mata.


"Bunda, Kenzie datang".ucapnya memeluk nisan Bundanya.


" Kenzie kangen, bun Kenzie pengen ketemu bunda ".tangis nya kini tak terbendung Luna juga semuanya merasa bersedih melihat Kenzie.


" Sudah, Nak kita berdoa dulu buat bunda".ulas grandma nya.


"Iya,grandma".


"Baik"


5 menit sudah membaca kan do'a mereka semua berpamitan Kenzie, Manda dan si kembar sudah duluan masuk mobil tinggal Agral dan Luna masih duduk bersimpuh di pusaran Andita.


"MBak Dita, maafin aku, karena aku belum bisa menepati janji ku, mungkin suatu saat pasti aku bisa menepati nya".ucap Luna memeluk nisan Dita.


Agral hanya terdiam yg duduk berhadapan dengan Luna lalu Luna berdiri meninggalkan makam Dita," mengapa ada mawar putih segar di makam Dita,Apa ada orang yg kesini selain keluarga ku".batin Agral kemudian meletakkan Mawar putih tadi.


.


.


.


Wildan pun termenung di kantor saat bodyguard memberi laporan jika Andita meninggal paska operasi sesar melahirkan anaknya kembar dan Agral sekarang bersama Luna serumah, ia geram akan Agral yg begitu cepat melupakan Andita.

__ADS_1


"Apa lagi yg kalian ketahui lagi? ".


" Bos, sepertinya Agral dan keluarga sedang berada di kampung Alm ibu Andita".tukas nya.


"Apa yg mereka lakukan di sana? ".


" Mereka sedang di makam ibu Andita ".


" Terus ikuti pergerakan Agral dan cari tau semua tentang kematian Andita, saya tidak percaya Andita meninggal hanya karena cesar".


"Baik bos, kami undur diri".


" Hmmm".saut Wildan.


.


.


.


.


Agral yg datang lalu menaiki mobil nya namun perasaan Luna tidak enak terus "Kenapa perasaan ku dari tadi tidak enak".batin Luna.


" Yah, habis ini kita jalan-jalan yuk".ajak Manda.


"Oh, iya grandma ada ide kita ke kebun grandma saja disana banyak buah-buahan juga sayur kalian bisa langsung memakanya".ujar Grandma.


" Seperti nya seru, yah".saut Kenzie.


"Yasudah kita ke sana".


" Horeee, makasih yah".balas Kenzie dan Amanda

__ADS_1


__ADS_2