
Selang 30 menit Agral dan Vika sampai di rumah Agral, Vika menatap rumah Agral"Ayo turun".ajak Agral.
Vika mengangguk mengekor Agral masuk ke dalam rumah terlihat sepi karena semua penghuni sudah tidur Agral melihat jam tangannya di lihat pukul 02.00 , Luna yg baru selesai sholat tahajjud kaget ketika Agral membawa perempuan lain ke rumah, Luna segera membuntuti Agral.
"Baru, pulang? ".tanya Luna yg sekarang berhadapan dengan Agral dan Vika
" Vika, ".pekik Luna Vika yg merasa di panggil pun menatapnya Luna melempar tatapan ke Agral dan Vika bergantian.
" Ada apa ini, Mas? ".
Agral menghela napas panjangnya" oke saya akan jelaskan ".
" Luna, ini tidak yg seperti kamu duga".
"Lalu? ".
" Saya tidak sengaja ketemu Vika di club. lalu Vika memintaku untuk menolongnya, dia saat itu dikejar-kejar bodyguard ibu tirinya".jelas Agral.
Vika hanya menundukkan kepala terdiam tak ikut bicara, Luna pun belum percaya.
"Mmm... Vika Vika dunia tak selebar daun kelor kita bisa bertemu lagi".ucap Luna.
" Maaf, Mbak bukan saya ingin ikut campur tapi saya tidak tahu jika Kak Agral masih ada hubungan dengan mu".
"Lalu rencana apa yg akan kamu buat? ".
" Jangan Su'udzon, Luna".ujar Agral.
Vika tersenyum karena dirinya mendapatkan perhatian Agral"ya sudah kamu ke kamar itu ya".ucap Agral
__ADS_1
"Baik, Kak".jawab Vika segera berlalu menuju kamar yg ditunjukkan Agral seraya menyenggol bahu Luna yg masih berdiri dihadapan nya Luna melihat Vika tersenyum licik, Luna menatap Vika penuh sidik.
" Aku akan cari apa maksud dan rencana mu? , Vika".batin Luna.
Agral juga pergi ke kamarnya.
.
.
.
Pagi pun Luna yg sibuk menyiapkan sarapan dan bekal anak-anaknya, Kenzie dan Amanda yg sedang duduk menyantap sarapan nya dan Luna menyuapi si kembar.
"Ma, Ayah kemana? ".tanya Kenzie.
" Ayah masih di kamar".balas Luna.
" Bentar lagi juga keluar, Nak".jawab Luna.
Tak selang lama Agral pun turun dan ikut bergabung sarapan, "pagi sayangnya, Ayah ".sapa Agral.
" Pagi juga Ayah".
Luna segera mengambilkan sarapan ke piring Agral dan Luna kembali menyuapi si kembar.
"Yah, anterin kita ke sekolah ya, ".ajak Manda.
"Kenapa ayah yg antar, kan ada sopir? ".
__ADS_1
" Kita pengennya Ayah yg anterin".
Saat mereka semua sedang makan Vika berjalan menuju meja makan, Kenzie dan Amanda menatap Vika. "Dia siapa, Yah? ".tanya Manda.
" Ohhh... dia tante Vika, temen Ayah".
"Hai, aku Vika".ucapnya mengenalkan dirinya
"Kenapa di sini "?. tanya Kenzie.
" Tante Vika tersesat".saut Luna agar anak-anaknya tidak mengobrol banyak dengan Vika menurut Luna akan berdampak jelek jika terus berbicara dengan Vika. "Anak-anak ayo kalian cepat berangkat nanti telat" ucap Luna.
"Iya, Ma".
" Asalamualaikum ".ucap Kenzie dan Manda menyalami Luna, Agral dan Vika.
" Walaikumsalam " .
Agral pun mengantarkan anak-anaknya ke sekolah kini tinggal Luna dan Vika juga si kembar namun segera Luna meminta suster pengasuh membawa si kembar ke kamar nya.
"Tunggu Vika".ucap Luna seraya menarik Vika yg ingin beranjak pergi.
" Kenapa sih, mba? ada apa? ".
" Aku belum paham rencana apa yg kamu buat? ".
" Rencana apa, aku gak punya rencana apa-apa ".
" Ingat, ya Vika kalau kamu mempunyai rencana jelek untuk keluarga mas Agral, aku gak akan tinggal diam!! ".tukas Luna.
__ADS_1
Vika hanya melengos tidak menjawab " aku tidak takut".terang nya.