
sesampainya di rumah Luna senang Kenzie sudah pulang bersama Ayah nya.
"Mas".panggil Luna.
" Hmmm".
"Temuin Kenzie dimana? ".
" Tadi di pertigaan perumahan".
Kenzie segera ke kamarnya dan duduk di tepi ranjang Mencerana omongan Wildan "ape benar aku bukan anak ayah? ".lirih nya ingin sekali Kenzie menanyakan langsung ke Ayah nya.
.
.
.
Si kembar bermain dengan Luna sangat bahagia Kenzie yg menatap kebahagiaan adik-adik nya merasakan ikut senang, namun apakah itu artinya dirinya membolehkan Ayah nya menikah lagi? karena hari ini tanggal merah dan free Luna ingin mengajak anak-anaknya pergi ke Mall, dan Manda yg sedang sakit tidak ikut, hanya si kembar dan Kenzie sesampainya di Mall, mereka menuju lantai atas Wahana permainan si kembar yg senang bermain dan Kenzie pun berbaur ikut, Mata Luna menangkap Doni yg sedang bergandengan dengan istri baru nya"Doni, ngapain dia disini"ucap nya pelan. Luna pun langsung menghindar pura-pura tidak tahu, Doni yg sadar akan ada Luna disana.
"Luna".panggil Doni.
" Hmmm... ".sautnya.
" Sejak kapan kamu bekerja jadi suster pengasuh? ".
" Bukan urusan mu".
"Mmmmm... mungkin dia lagi pengen CLBK sama suami nya dulu".celoteh Sela.
" Apa kamu gak punya malu merebut suami orang!! ".terang Luna
" Hmmmm... apa bedanya denganmu gak lebih dari Pelakor ".ujar Sela.
__ADS_1
'Tutup mulutmu".tegas Luna segera melayangkan tamparan ke pipi Sela.
" Kurang***r kamu Luna".ketus Doni yg tak Terima istri nya di tampar Luna.
"Aku peringatan kan jangan pernah ikut campur hidup ku".tegas Luna namun saat akan pergi Sela menarik Luna dan mendorong nya hingga Luna terjatuh ke lantai.
" Itu akibatnya ".ucap Sela lalu menggandeng Doni pergi dari hadapan Luna.
Luna yg masih bersimpuh di lantai segera bangkit dan menangis"ini cara ku menebus kesalahan yg dulu? ".tanya dalam hati Luna.
Kenzie yg sedari tadi melihat dan mendengar percakapan mereka kini tahu dan merasa kasihan dengan nya.
" Ma".panggil Kenzie.
Luna tersentak ini pertama kalinya dia dipanggil Kenzie dengan sebutan Mama.
"I.. iya, Nak".
" Mereka siapa?".
" Tapi kenapa mereka nampar, Mama?. ucap nya segera Kenzie mengusap air mata Luna.
Luna seperti diberi lampu hijau Kenzie sudah mau menganggap dirinya Mama nya.
"Udah sayang, Mama gak apa-apa, cuma kelilipan tadi".alasan Luna.
" Yasudah kita pulang, ya".ajak Luna dan di kembar pun di gendong nya dan suster pengasuh.
.
.
Agral yg sedari tadi sudah pulang duduk di ruang tamu bersama Wisnu, Luna dan putra-putra nya yg baru pulang melihat Agral sudah pulang.
__ADS_1
"Assalamualaikum" ucap Luna dan Kenzie.
"Walaikumsalam, kalian dari mana? ".
" Dari Mall, Yah".saut Kenzie.
"Oh... ".
" Maaf kami permisi mau ke kamar ".ucap Luna.
" Silakan ".balas Agral dan Wisnu.
Segera mereka menuju kamar dan saat melewati tangga Kenzie terus menggenggam tangan Luna, Agral melihat begitu heran.
Wisnu pun juga berpamitan untuk pulang .
Agral mengantar Wisnu ke depan sampai mobil Wisnu tak terlihat lagi. Agral segera menyusul Luna, saat ini Luna sedang membacakan dongeng ke si kembar. Agral mengurungkan untuk masuk lalu menuju kamar Kenzie dan mengetuk nya.
"Masuk aja".
Agral masuk dan duduk ditepi ranjang sebelah Kenzie.
" Nak, Ayah boleh bertanya? ".
" Iya, Ayah".
"Tadi Ayah lihat kamu akrab dengan Luna dan memanggilnya dengan sebutan mama".
" Iya, Ya aku rasa Mama Luna bisa belajar hadir ibu sambung kenzie".
"Apa kamu sudah mau menerima nya?.
" Mungkin, Yah aku kasihan dengan adik-adikku ".
__ADS_1
" Ya sudah, Ayah mengerti".ucap Agral lalu memeluk nya.