
Visual Vika yeah body goals siapa yg tak tegoda kaum Adam dengan pesona Vika, Agral pun tak bisa terelakkan melihat pesona Vika membuat iman nya runtuh.
.
.
Pagi Luna sudah menyiapkan sarapan dan bekal untuk anak-anak nya, Agral baru turu ikut bergabung dengan Luna, Vika dan anak-anak.
"Pagi semua".sapa Agral.
" Pagi".saut semuanya Luna segera mengambil kan sarapan untuk Agral.
Sekilas Agral melirik Vika "vik, nanti ada sopir yg akan mengantar kamu, ya".ucap Agral.
Vika hanya mengangguk.
" Emang Vika mau kemana, Mas? ".tanya Luna.
" Vika mau pulang, saya rasa Vika lebih baik pulang karena kondisi juga sudah aman".
"Ohhh... bagus lah karena takutnya orang tua nya mencari nya, iya kan Vik? ".ucap Luna menekan keras Vika seakan mengusir nya.
" Iya... ya mba".saut nya Luna tersenyum sinis Vika menatap Luna dengan menghunus
"Kurang a**r bisa-bisa dia ngusir gue".batin Vika.
" Ma,Yah, kami berangkat dulu".pamit Kenzie dan Amanda.
"Iya, Nak ati-ati".ucap keduanya.
Selesai sarapan Agral juga beranjak untuk pergi ke kantor " aku pamit berangkat ke kantor".pamit Agral sedikit melirik Vika. Luna hanya mengangguk. kini hanya ada mereka berdua.
"Cepat bereskan pakaian kamu".ujar Luna lalu beranjak pergi.
Vika pun mengebrak meja" breng**k , awas kau Luna ".pekik Vika.
__ADS_1
.
.
Vika kini sudah rapi menenteng kopernya menunggu jemput nya, Luna yg bersekap tangan di dada"Wahh... J***ng nya udah gak bisa godain suami orang".ejek Luna.
" Heh... lo kira gue cewek apa? gue bakal ambil Agral dari lo".seru Vika.
"Gue ga akan ngebiarin cewek murahan kyk lo deketin Agral, camkan baik-baik!! ".ketus Luna.
Hingga mobil pun datang dan Vika pun beranjak pergi" hus... hus. pergi sana ".ucap Luna mengipas-ngipas tangannya yg tak kebas.
Vika menahan emosinya" lo boleh menang tapi lain kali gue bakalan bikin lo nangis".batin Vika.
Luna menghela napas panjang ia lega Vika sudah tidak di rumah ini.
.
.
Di kantor Agrak tak fokus masih terbayang dipikiran nya saat dirinya dengan Vika. Wisnu temannya menghadiri Agral yg melamun.
" Gapapa ".sarkas Agral.
" Saya tau kamu sedang memikirkan sesuatu ".tebak Wisnu.
" Ni, kenapa ya kalo aku deket Luna biasa-biasa aja tapi kalau deket Vika bawa nya nyetrum gitu? ".ulas Agral.
" Maksudnya Vika si suster yg kamu tolong dulu itu".
"Iya, NU".
" Emang nya kamu udah ngapain aja? ".
" Gak ngapa-ngapain sih tapi beda banget sama Luna".
"Kamu tu bro yg punya perasaan sama vika"
__ADS_1
"Mungkin sekilas sih, mirip mediang Andita".
..
Sesampainya di rumah Vika menghubungi Wildan jika dirinya dipulangkan Agral ke rumah nya, Wildan pun akan menemui Vika.
" Tok... tok".
Vika membuka nya dilihat Wildan.
"Masuk, Kak".ucap Vika namun dirinya hanya menggunakan kaos oblong dan celana hotpants.
Wildan duduk disebelah Vika " coba kamu cerita kan kenapa Agral memulangkan mu? ".
" Semalam dia bilang kalo kondisi nya udah aman, gue disuruh pulang dia juga bilang bakalan ada orang yg awasi gue dari jauh gitu".tutur Vika.
"Terus rencana yg kita buat bagaimana? " .
"Ya kita tetep jalani aja".
Vika menggeser tubuhnya kini Wildan pun merasa terhimpit Vika " vik, gue mohon jangan seperti ini".tolaknya.
"Kenapa? ".
" Gue belum siap".alasan Wildan.
"Kamu gak mau DP dulu? ".
Wildan menggeleng" gak vik, atau kamu menyesal".tegas Wildan.
"Gue gak nyesel!! ".tantang Vika kini ia duduk di pangkuan Wildan " stop Vik, gue masih banyak urusan".tolak Wildan mendorong tubuh Vika dari pangkuan nya.
"Kenapa sih, Kak saat gue mau sama lo selalu tolak gue?? ".
" Ini waktu nya gak tepat , Vika".jelas Wildan.
"Atau jangan-jangan lo gak normal? ".tebak Vika.
__ADS_1
" Terserah lo".ujar Wildan segera pergi keluar.
"Kalo saja tadi kak Agral mungkin gue udah menyalurkan hasrat gue".pekik Vika.