POLISI TAKDIRKU

POLISI TAKDIRKU
Istri


__ADS_3

Agral membawa keluarga nya berjalan-jalan menuju taman rekreasi sesampainya Kenzie dan Manda begitu bahagia si kembar Aska dan Aksa pun terlihat senang, Luna yg ikut merasakan kebahagiaan terpancar dari anak-anaknya.Kenzia dan Amanda menuju wahana permainan.


Luna yg duduk mengawasi ke 4 anaknya dan bersebelahan dengan Grandma ".


" Luna".panggil nya.


"Iya, Grandma".jawab Luna.


" Apa kamu sengaja ingin menggantikan Andita "? Tanya nya sinis.


" Hmmm.... tidak , Ma ".


" Lalu, kenapa masih sibuk mengurusi anak-anak Dita? ".


Luna yg Tercengang akan pertanyaan Grandma" Anu, Saya di beri amanah sama Mba Andita"!.


"Amanah apa? ".


" Saya di minta melanjutkan menjadi ibu sambung anak-anaknya ".


" Lantas kamu menuruti kata Dita"?.


"Seharusnya kamu tau diri Luna, kamu itu gak pantes jadi ibu sambung anak Andita! ".tambah Grandma.


Luna Terdiam tak menjawab jika diteruskan Grandma pasti menjelek-jelekkan dirinya karena dia dulu salah merebut Agral dari Andita.


Luna pun pergi menjauhi Grandma pamit untuk pergi ke toilet, Luna menuju toilet dan masuk menatap dirinya di cermin" Apa aku nggak pantas jadi ibu".lirihnya menepuk pipi nya menangis 3 menit Luna keluar, dilihat Agral masih duduk di kursi taman sendiri melamun.


"Assalamualaikum".sapa Luna ke agral.

__ADS_1


" Walaikumsalam ".balasnya.


" Mas, ngapain disini kenapa tidak ikut gabung anak-anak! ".


" Tidak lun, aku pengen sendiri".


"Mas, boleh aku bertanya? ".


" Apa? ".


" Apa yg buat mas tidak bisa melupakan Mba andita? "


"Kenapa kamu tanya seperti itu".


" Aku hanya ingin tau".


"Dia sangat tulus mencinta ku dan dia sosok wanita baik dan tegas juga pemaaf".terang Agral.


" Maaf lun, aku bukan guru yg bisa menilai sama dengan Orang lain".


"Aku masih bingung untuk menerima amanah dari andita menjadikan mu istri lagi".


" Deg".... hati Luna bagai di jatuhi batu beton sakit kenyataan nya Agral belum mencintai nya lagi"Kenapa apa aku belum sedikitpun dihati mu mas".batin Luna menahan air matanya yg hampir terjatuh.


"Ohhh,, baik yasudah mas tak usah buru-buru mengambil keputusan, saya akan menunggu ".ulas Luna yg berlalu pergi meninggalkan Agral yg masih duduk


" Aku berusaha belajar mencitaimu lagi Lun".ungkap dalam hati Agral.


Kemudian Kenzie Amanda, juga si kembar mengajak pulang Grandma dan Luna yg duduk bersebelahan hanya terdiam tak ada sapa atau kata, Kenzie yg duduk didepan dengan dedek Aska dan Aksa di pangku grandma Luna hanya memeluk Manda.

__ADS_1


Sesampainya mereka langsung masuk di kamar masih masih untuk beristirahat karena besok mereka melanjutkan pulang ke Jakarta.


"Agral" panggil nenek.


"Iya, Nek".jawabnya lalu duduk disebelah nya


"Nenek, hanya titip pesan cari pendamping itu jangan hanya amanah ya! ".


" Maksudnya, saya tidak paham? ".


" Nanek tau amanah Andita agar Luna menjadi istrimu kan".


"Benar, nek".


" Nak, laki-laki itu yg tegas ikuti kata hatimu jangan karena amanah dari Alm kamu ikuti".


"Nenek berharap kamu menemukan cinta sejatimu yg terbaik, menurutku Luna belum sepenuhnya bisa menjadi ibu sambung anak-anak mu".


" Saya akan berfikir lagi, nek saya juga belum bisa menerima Luna".terang nya.


"Jika Luna ibu sambung yg baik kenapa kenzie begitu membenci nya? ".


" Aku juga belum menanyakan ke kenzie, nek".


"Tanya kan baik-baik pada nya apa yg membuat dia benci pada Luna, nenek juga merasa kan jika kenzie belum menerima Luna".


" Baiklah, saya akan coba bertanya dengan kenzie".


"Ingat jangan marah jika jawaban kenzie membuatmu sakit".

__ADS_1


" Iya, nek ".


" Yasudah tidur lah besok kalian akan pulang".tambah nya.


__ADS_2