
Di kampung kakek.
Sesampainya di rumah kakek Andita dan Agral bergegas ke rumah sakit menempuh jarak setengah jam sampai ke rumah sakit setibanya di rumah sakit dita melihat nenek nya tertunduk lesu saat itu di kursi tunggu.
"Nek".sapa Andita.
" Dita, kakek mu Dit".jawab nenek menangis sembari memeluk dita.
"Iya nek kita harus tabah dan berdoa agar kakek cepat sembuh".ujar Dita memeratakan pelukan nya.
"Ya nak tapi nenek takut kakek mu kenapa²." cemas nenek.
"Kakek pasti sembuh nek".balas Dita.
Saat itu dokter yg menangani keluar dan Dita segera menanyai keadaan kakek nya.
" Maaf dok bagaimana keadaan kakek saya? "tanya Dita.
" Kakek mu masih kritis Dita".ulas dokter.
"Ohh.. " balas Dita dengan wajah sedih nya Agral langsung memeluk istrinya dia tau jika Dita perlu bahu untuk bersandar.
"Maaf saya permisi dulu".pamit dokter.
" Terimakasih dok".balas Agral.
Nenek mendengar obrolan dokter dan Dita langsung lemas dan jatuh pingsang.Agral lalu membawa nenek ke ruang perawatan dan Dita ikut membawa nya setelah 30 menit nenek pun sadar dita segera mendekati nenek nya.
"Nek".sapa Dita??.
" Dita nenek sudah baik nenek mau menunggu kakek mu".ucap nenek.
"Nenek keadaanmu masih lemah, biar kami yg menunggui kakek".ulas Dita.
" Ya sudah nenek menurut saja".balas nya.
Andita dan Agral segera ke ruangan ICU dokter yg memeriksa kakek pun keluar memberi kabar jika kakek Husen sudah meninggal dunia Andita pun jatuh pingsang setelah pernyataan dokter jika kakek sudah tiada. Agral langsung memeluk Andita dan mencoba menenangkan Andita dibawa ke ruang perawatan selang beberapa menit tersadar.
"Kakek sudah pergi".Ucap Andita memeluk suaminya.
" Yang tabah ya sayang, ini takdir".Balas Agral menenangkan Andita.
"Tapi aku tidak rela jika kakek pergi untuk selamanya".rengek Andita.
" Aku tau kita harus mengikhlaskan apa yg menjadi ketentuan nya. "tutur Agral.
Kemudian mengantarkan ke peristirahatan terakhir kakek.
__ADS_1
" Aku percaya nyawa itu hanya titipan dan akan kembali pada Mu ya Rabb"
Selesai pemakaman kakek Husen Andita , Agral, nenek pulang ke kediaman nya.
Masih banyak pelayat sanak saudara berkumpul Andita yang sedang hamil merasakan kepala nya pusing akan tetapi Andita tak menghiraukan hingga tubuh nya terjatuh di samping nenek yg duduk disebelah nya.
"Andita, nak bangun".teriak nenek menepuk-nepuk pipi nya.
Agral yg baru datang langsung mengendong Andita ke kamar nya kemudian Agral mengoles minyak angin di kening Andita.
" Sayang bangun ".ucap Agral membangunkan Andita. kini dita mulai membuka mata nya namun rasa pening nya masih dirasa .
" Yah, bolehkah kamu mengambilkan obat di tas ku".pinta dita.
"Ya sayang tunggu sebentar".balas Agral membuka tas istri nya dan mencari kan obat di tas.
" Obat apa ini sayang? ".tanya Agral mulai curiga obat yg di pinta atau Andita.
" Vitamin ".saut Dita.
.
.
.
Seminggu kemudian Andita dan Agral berpamitan ke nenek pulang ke Jakarta .
"Hati-hati nak, jaga kondisimu juga calon cucu nenek".kata nenek menasehati Andita.
" Baik nek, Dita tau".balas Dita memeluk nenek nya.
.
.
Dirumahnya Luna merasa akhir² ini Doni berbeda sikapnya pulang pagi tidur di sofa dan badannya bau alkohol penuh kecupan lipstik merah wanita entah kenapa perubahan Doni seperti itu.
"Bang, bangun".kata Luna membangunkan Doni.
" Isshhh.... Apaan sih ganggu orang tidur aja".cetus Doni lalu melemparkan bantal sofa ke muka Luna.
"Kenapa bang, sekarang berubah seperti ini".keluh Luna.
''Ini semua karena kamu bodoh tidak bisa memberiku keturunan ".celetuk Doni lalu pergi ke kamar nya.
" Bang.... bang Doni".teriak Luna namun Doni mengabaikan nya.
__ADS_1
Luna menangis pernyataan Doni berbeda dari yg dulu sekarang Doni sudah tidak memperdulikan Luna lagi karena dirinya dianggap wanita mandul yg tak berguna. Manda yang baru mau berangkat ke sekolah melihat ibu nya menangis .
"Ma, mama kenapa"?. tanya Manda.
" Nggak kenapa napa nak, mama hanya kelilipan ".ucap Luna beralasan.
"Benar kah ma, Manda pamit berangkat sekolah".kata manda berpamitan lalu mencium punggung tangan nya.
" Hati-hati ya".balas Luna.
"Iya ma, Asalamualaikum".salam Manda kemudian masuk ke mobil diantar oleh sopir nya.
" Walaikumsalam ".saut Luna.
Meskipun Doni berubah sikapnya namun Luna tetap menyiapkan sarapan selang berapa menit Doni turun dgn menggunakan baju seragam lengkap dokter dan menenteng tas nya.
" Bang, sarapan dulu ".ajak Luna.
..." Hmmm,aku tidak lapar".saut Doni acuh menolak tak memperdulikannya. kemudian berangkat...
Hati Luna begitu sakit saat Doni menolak tidak mau sarapan.
.
..
Sesampainya di RS Doni bertemu Sela yaitu kekasihnya saat sekolah menengah atas sekarang Sela sudah menjadi perawatan cantik di RS dan berkerjasama dengan Doni. Senyum mengembang saat Doni melihat Sela turun dari mobilnya bertemu di lobi RS.
"Pagi dokter Doni".salam Sela.
" Pagi juga".balas Doni lalu menggenggam tangan Sela.
"Jadwal hari ini apa"?. tanya Doni.
" Hari ini hanya memeriksa pasien saja dok".saut Sela.
Lalu masuk lift beriringan dan masuk keruangan dokter Doni kemudian melanjutkan memeriksa satu persatu pasien hingga jam menunjuk kan pukul 12.00 waktunya istirahat. Doni meminta Sela menemani makan siang di ruangannya Sela dan Doni sudah menjalin hubungan selama 2minggu terakhir ini kini kemesraan mereka rajut lagi .
Doni yang merasa Luna yg sebagai istrinya tidak bisa membahagiakan nya hingga Sela pun mulai menggoda Doni dan Luna yang sengaja membawakan bekal makan siang Doni Luna berfikir ini caranya dia bisa membuat Doni mau memaafkan nya. Namun di balik Pintu ruangan Doni Luna berhenti mendengar
Suara leguhaan seorang wanita begitu menggema disebuah ruangan mewah Hawa dingin yg berasal dari AC pun tidak membuat sepasang manusia itu pun tak merasa kedinginan sebaliknya Hawa panas membuat mereka lebih mendominasi menjadi panas.
Tidak lama sebuah suara melengking indah nyaring bersahutan dengan dengusan berat seorang pria yg sedang melaju di bagian terlarang tubuh nya saat kegiatan mereka sampai dipuncak ke nikmat pada siang itu. "Kamu memang yang paling hebat, Honey".sang pria mencium kening nya
Sementara itu seorang wanita di balik pintu mendengarkan semua apa yg terjadi di dalam Luna yg tidak bisa menyembunyikan rasa sesak sakit di dada nya hingga pergi berlari disepanjang koridor rumah sakit Luna terus menangis dan satu persatu perawat menyapa pun tak di dengar Luna hingga sampai di mobilnya Luna melaju dgn kecepatan tinggi kini berhenti di bahu jalan menangis sejadi-jadinya. Kedua kalinya Luna merasakan rasa sakit yg begitu dalam kini terulang lagi entah mengapa takdir seolah sedang mempermainkan Luna. "Ya rab Aku memang bodoh wanita tak berguna jika memang ini jalan takdirku aku Terima ".teriak Luna lalu mengerutuki dirinya sebagai wanita bodoh yg mudah dipermainkan laki-laki.
...
__ADS_1
. #####
Ayo like juga komen mohon dukungannya ya.... 🥰🥰🥰Agar author semangat terus Up nya salam Dari author Lenny0507😘😘😘😘😘🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰😝😝