
Vika mengendap-endap keluar rumah ingin bertemu dengan Wildan, ia sudah memesan taksi online segera masuk mobil, menuju hotel yg Wildan serlok, kini Vika sudah sampai melangkah menuju kamar 401 dan mengetuk nya.
"cklek... " pintu terbuka Vika segera masuk lalu duduk di sofa.
"Kak Wildan, ada apa ingin bertemu dengan saya? ".
" Aku hanya ingin menanyakan bagaimana perkembangan Luna dan Agral? "
"Kalo Agral biasa-biasa aja tapi Luna sepertinya membenci saya".
" Buat Agral menyukai kamu, dan selanjutnya buat dia sakit hati".titah Wildan.
"Oh.. itu ma gampang tapi juga gak gratis? ".sarkas Vika.
" Kamu minta apa? ".tanya Wildan.
" Setelah saya berhasil membuat Agral mencintai saya, anda harus menikahi saya".permintaan Vika.
"Apa tak ada lain permintaan kamu? ".
" Gak ada aku pengen kamu jadi suami saya".
"Karena Agral bukan tipe saya".tambah nya.
" Gila kamu Vika".
"Aku memang gila sama kamu kak Wildan! ".seraya Vika mendekati Wildan di ranjang dan sudah membuka 2 kancing kemejanya.
" Vika ... aku mohon jangan seperti ini".teriak Wildan
Vika pun masih bejalan kearah Wildan "kenapa kak, apa kurang nya aku".ucap Vika yg sudah ada di pangkuan Wildan.
" Vika... tolong nanti kamu menyesal! " . tolak Wildan.
__ADS_1
"Aku gak akan nyesel, kak Wildan aku benar-benar mencintai kamu".
" Vika... sadar".tukas Wildan.
"Tok... tok".pintu diketuk dari luar seketika Vika dan Wildan mendorong Vika menjauhi dirinya" siapa sih, ganggu".pekik Vika.
"Kamu masuk ke kamar mandi".titah Wildan.
" Kenapa aku harus sembunyi? ".
" Sudah sana".wildan mendorong Vika masuk kamar mandi kini Wildan menuju pintu dan di buka nya"maaf tuan mobil anda di parkiran menutupi jalan keluar tamu yg lain, saya hanya meminta kunci untuk memarkirkan mobil anda".ujar pelayan hotel.
"Ohhh.. iya ini Mas".balas Wildan.
" Terimakasih ".
" Sama-sama ".
"Oke... aku gak akan lakukan itu lagi asal kamu janji ".ucap Vika bergelantungan ditubuh Wildan.
" Iya".saut Wildan.
"Aku pulang dulu sayang".ucap Vika mencium pipi Wildan.
Vika segera beranjak keluar dari kamar hotelnya.
" Huff... dasar J***ng ".umpat Wildan setelah Vika pergi.
.
.
.
__ADS_1
Agral yg baru pulang dari kantor membawa satu buket bunga untuk Luna dilihat dia sedang duduk di taman belakang rumah Agral pun segera menghampiri nya" Lun".panggilnya namun menyembunyikan buket di belakang tubuhnya seraya duduk disebelah Luna.
"Mas Agral, ada apa? " .
"Happy birthday day".ucap Agral.
Luna pun tersenyum lebar dan menatap Agral penuh harapan Agral menyodorkan buket bunga ke Luna" makasih, Mas".balas Luna yg matanya sudah menanak sungai.
"Iya Sama-sama".ulas Agral seraya menarik Luna dipeluk kan nya.
" Mas, masih ingat kalau hari ini ulang tahun ku? ".
" Masih lah, aku selalu inget hari penting orang yg pernah aku cintai".jawab Agral mengusap pucuk kepala Luna.
Ia bahagia sangat bahagia Agral yg sekarang sudah peduli dan perhatian.
"Maaf, ya cuma beliin ini".ulas Agral.
" Ini udah cukup kok ".
Vika yg baru datang melihat Agral dan Luna bermesraan ia segera menghampiri nya.
" Ehem.. ".dehem Vika menghamburkan keduanya.
" Maaf, kalau saya ganggu tapi di kamar saya ada kecoa, Kak".alasan Vika.
"Oh, ya udah nanti aku ke sana".jawab Agral.
" Lun, aku bantuin Vika dulu ".pamit Agral.
Luna pun menganggukkan kepala.
Secara Vika tersenyum tipis melihat Luna kecewa Vika menggangu nya" ih.. kenapa sih, Vika ganggu terus".kesal Luna
__ADS_1