
Pagi sudah menyapa namun Agral masih saja belum bangun dita yang sangat terburu-buru karena kevin barusan menelfon jika hari ini pihak Bank akan menyita aset² nya juga rumah kediaman Pak Dewantoro sedangkan mereka bingung akan tinggal dimana.
"Yah... bangun!! panggil dita mengoyang tubuh Agral.
" hmmm.. agral menggeliat tubuhnya.
"Bangun... gawat!! seru dita.
" Gawat apa??? tanya Agral matanya melotot i.
"Kevin bilang semua aset perusahaan akan disita termasuk rumah papi, mami! tutur dita.
" Hahh... lalu mami, papi tinggal dimana?? tanya Agral.
"Kita ajak disini saja Yah, kan sini juga tak kalah besar sama rumah mami, papi juga banyak ruang juga kamar yg kosong"!! seru dita.
" Tapi apa mereka mau?? "
"Kemungkinan mami, papi, mau tapi kevin dan vivian akan tinggal di rumah vivian. "ucap dita
Agral pun bersiap untuk bekerja dan Andita sudah bersiap pergi ke sekolah kenzie dan manda karena akan diadakan lomba mewarnai dan Andita harus mendampingi kedua anaknya.
Dirumah papi, mami
Dua anggota bank dan satu polisi mendatangi rumah pak Dewantoro.
"Tok... tok..
"Selamat Siang pak, apa ini rumah Bapak Dewantoro !! ucap 2 orang itu.
"Iya saya sendiri. " ucap Papi
"Kami dari bank agar bapak dan keluarga segera mengosongkan rumah ini karena rumah berserta isi sudah disita bank".tutur pak bank.
" Apa!!!! "papi yg sok hingga terkena serangan jantung lalu kevin mendengar berlari ke arah papi.
dan mami juga bergegas lari.
" Papi".seru Kevin dan mami
"Bangun... bangun pi, mami menepuk-epuk pipi papi.
" Kevin panggi ambulance!! titah mami meneriaki kevin.
Vivian datang dan berbicara dgn pihak bank untuk pergi dari sini"Kasih kami waktu 3 hari untuk mencari tempat tinggal"ucap Vivian. dan di iyakan oleh pihak bank.
Ambulance sudah datang kevin dan Umi mengantar papi kerumah sakit.
..
.
.
Mami yang sedari tadi menangis tidak ada henti-hentinya. Vivian segera memberi kabar Andita dan Agral jika papi dirawat karena serangan jantung.
Agral yg bekerja langsung meminta ijin untuk kerumah sakit . namun andita tidak bisa karena acara sekolah kenzie dan manda baru dimulai.
__ADS_1
Agral yg sudah sampai di ruang IGD, melihat kevin dan mami nya duduk didpn ruangan papi.
"Mi, kevin".sapa Agral.
" Nak.. "ucap mami memeluk anak sulungnya.
" Mami yg tabah ya kadang Alloh sedang menguji hambanya "tukas Agral menenangkan mami dan mengelus punggungnya.
Kevin yg mondar-mandir di depan pintu.
kemudian Dokter joni keluar dari ruangan.
" Bagaimana keadaan papi, dok?? "tanya Kevin menghampiri dokter joni.
" Kondisinya masih kritis"tutur dokter joni.
"Apa!! seru mami yang kaget kemudian menangis sejadi-jadinya.
" Maaf Bu, anda harus tenang. ucap dokter kemudian berpamitan ."Saya permisi dulu . "
.
.
Di perusahaan Wildan.
Andita yang selesai mendampingi anaknya sekolah bergegas pulang dan Vivian sudah ada dirumahnya karena memberi tahu jika semua disita bank. Andita bertekad ingin menemui Wildan dikantornya Vivian mendengar Andita menelfon Wildan. dan dita sengaja tak meminta ijin Agral karena dia tau Agral tak akan mengijinkan nya bertemu dgn Wildan.
"Maaf Bu apa sudah ada janji dgn pak Wildan?? tanya sekertaris nya.
" Belum, tapi bilang jika Andita ingin menemuinya. . jawab dita.
" Baik saya menunggu ".
" Maaf Pak, diluar ada ibu Andita ingin bertemu dgn bapak. "
"Suruh masuk".
" Baik Pak!!
"Maaf Bu silahkan masuk. " ucap sekretaris Wildan.
"Baik.
Drap.. drap
Kaki Andita melangkah masuk ke ruangan kebesaran Wildan. sungguh besar dan megah ya karena tak kalah dgn perusahaan mertuanya.
Tok.. tok..
" Masuk".jawab Wildan, lalu dita masuk.
"Ka, boleh aku berbicara sebentar??celoteh dita.
"Silahkan!! seru Wildan mempersilahkan Andita.
" Aku kesini meminta tolong apa kak Wildan mau membantu keluarga mertuaku. " ucap dita memohon
__ADS_1
"Membantu apa??seru Wildan.
" Hmmm.. Menanam modal ke perusahaan kami lagi".tutur dita.
"Aku mau saja tapi ada syarat nya!! " ucap Wildan.
"Apa itu syaratnya???
" Menikah dgn ku dita".
"Apa syarat itu tak ada pilihan lain yg membuat keadaan ini baik??" tanya dita.
"Pilihan ada di tanganmu!! ucap Wildan.
Wildan mendekati Andita dan menyeret kursi yg diduduki andita ke arahnya hingga mereka dekat saling berhadapan Wildan dgn nafsu nya mencium bibir dita
" Empphhh"Andita meronta memukuli dada Wildan namun tak digubris nya Andita kalah kuat dari Wildan kini Wildan sudah tak main-main karena dulu sudah sangat sabar menunggu dita. tangan dita di kunci oleh Wildan tautan ciuman mereka lama hingga Andita tak bisa bernafas kemudian di lepaskan Wildan.
"Kau gila kak!! " seru Andita marah.
"Iya karena mu aku gila dita".ketus Wildan nada tinggi.
Andita bisa membaca gerak Wildan hingga ia mencoba melarikan diri namun gagal pintu telah ditutup dan dikunci nya. Wildan ketawa Wildan melihat andita tak berkutik.
" Kak aku mohon jangan seperti ini"! seru Andita berlutut memohon Wildan.
"Sampai kapan aku terus bersabar dita!! " bentak Wildan mulai kesetanan.
"Andita mohon kak, ! saut dita mulai menangis.
lirih dalam hati dita" Aku harus bisa mempertahankan harga diriku ".
" Kamu jangan sok jual mahal dita!!" ketus Wildan.
dia mendekati Andita yg berlutut lalu membangunkan dita dan menggendongnya seperti karung beras"Lepas ka, kau mau apa"?tanya dita dan berusaha melepaskan diri.
Andita dibawa ke ruang kamar pribadi Wildan dan dita dilempar ke ranjang dita ditindih badan Wildan "Ini yang aku mau dari dulu dita" tangan Wildan mengelus pipi dita.
"Jangan ka, Aku mohon! " dita membuang muka kesamping tapi tangan Wildan menyengkeram dagu dita dan membius dita.wildan bertekad dan ******* bibir dita hingga tangannya membuka kancing baju kemeja dita lalu wildan membuka rok dita .
Agral yg diberi tahu oleh Vivian jika dita menemui Wildan di kantornya sebelumnya vivian mendengar sendiri saat dita ingin pergi menemui nya.
Agral tak menggubris sekertaris Wildan lalu mendobrak pintu ruangan Wildan dilihat sepi dan masuk melihat pintu sebelah sana tertutup dan mendengar tangisan dita.
"Brakkk" pintu ditendang Agral yang marah melihat Wildan mengukung dita .
"Buk" tonjokan melayang ke Wildan hingga Wildan tersungkur jatuh ke lantai.
"Kau kurang ajar Wildan" Buk.. Buk"bertubi-tubi Agral menonjok muka Wildan karena Wildan tidak bisa membalas pukulannya Wildan terdiam dan seperti tak berdaya.
Agral menghampiri istrinya melihat keadaanya Andita yg sudah tak sadar diri kemudian Agral membenahi baju dan rok nya lalu dibawa pulang hingga di mobil pun andita belum sadar"Apa kau dibius hingga seperti ini"guman Agral melihat dita tak berdaya.
Sesampainya di rumah Agral membawa ke kamar nya. mba ida yg membuka pintu.
"Mba tolong ambilkan Air hangat dan minyak angin", titah Agral lalu mba ida bergegas mengambilkan segelas air hangat dan minyak angin.
" Ini pak", ucap mbak ida. lalu keluar dari kamar.
__ADS_1
Agral melihat bekas merah yg dibuat Wildan dileher hingga bakpao dita"Kurang ajar si Wildan berani sekali dia menyentuh milikku"umpat kesal Agral.
Kemudian menghirup-hirup kan minyak ke hidungnya. lalu dita mulai sadar membuka mata nya dan memeluk suaminya"Aku takut , Yah maafkan aku".seru dita menangis di pelukan Agral.