POLISI TAKDIRKU

POLISI TAKDIRKU
Demam


__ADS_3

Di rumah sakit.


Pagi itu Agral tertidur disampingnya ranjang Luna Agral yg duduk dan kepalanya ditidurkan disebelah tangan luna tangan mereka masih bertautan. suster yang datang hendak mengontrol kondisi pasien.


"Maaf, Pak, ucap suster membangunkan.


" Iya Sus, ucap Agral yg baru membuka mata.


"Saya hanya ingin memeriksa pasien pak, ucap suster melihat-lihat selang infus.


" Apa dokter Doni sudah datang Sus?? tanya Agral.


"Sepertinya belum pak! seru suster


" Ohhh.. jawab Agral.


"Saya permisi pak, ucap suster pamit.


" Iya, Sus. jawab Agral.


Dan tak berselang lama Andita datang membawa sarapan juga ganti untuk suaminya.


"Kak?? panggil dita.


" Kau sudah datang sayang?? tanya Agral


"Iya, ini dita udah bawain baju dan sarapan. tukas dita meletakkan barang itu di meja nangkas.


" Oh, aku lupa jika hari ini aku harus ikut sosialisasi. ucap Agral.


"Sudah biar aku saja yang menunggu Luna, kak Agral berangkat sana.


" Benar kamu mau menunggui nya.seru Agral.


"iya.jawab dita.


" Kasihan Luna apa tak ada jalan lagi untuk sembuh?? tutur dita.


"Ada tapi. sudah lah . ucap Agral tak meneruskan lalu beranjak ke kamar mandi.


" Hmmm, dita menggelengkan kepala.


Dita duduk disebelah Luna dan membersihkan wajah dan tangan nya dengan tissue basah.


"Kamu harus kuat ya lun, Amanda masih butuh kamu" ucap dita lirih dibisikkan ke telinga Luna." dita menangis tak bisa menahan buih bening itu.


tak selang lama Agral keluar .


"Aku berangkat dulu ucap nya mendekati dita lalu mencium kening nya.


" Iya, kak. jawab dita mencium tangan Agral.


Agral mendekati Luna "kau harus kuat Luna, ucap mengelus kening nya lalu dan mencium kening nya.


Agral berangkat kerja dan berpapasan dengan dokter Doni. mereka hanya diam tak ada sapa.


Dokter Doni masuk ke ruangan Luna dan melihat Andita disebelahnya mengelap-elap tangan Luna.


" Permisi, ucap dokter Doni


"Silahkan dok, jawab andita mempersilahkan.


Dokter Doni memeriksa Luna.


" Boleh saya berbicara dengan anda?? tanya dokter.

__ADS_1


"Boleh dok, silahkan ada apa. seru dita.


" Sebaiknya kita bicara di kantin rumah sakit. ajak dokter Doni.


"Mari dok, dita mengekor dokter Doni.


lalu sampai di kantin rumah sakit mereka duduk berhadapan.


" Ada apa dok?? tanya dita


"Ini menyangkut Luna, hidup atau mati luna. Seru dokter Doni.


" Lalu Luna harus bagaimana dok!? tanya dita.


"Luna sebaiknya dibawa ke singapure. tutur dokter Doni.


" Kalau begitu saya setuju dok, apa yang terbaik buat Luna. seru dita


"Tapi... ucap dokter tak melanjutkan.


" Tapi kenapa dok?? tanya dita melihat dokter Doni dgn intens.


"Luna belum mempunyai persyaratan. keluh dokter Doni.


" Persyaratan apa itu. jawab dita.


"Luna hanya istri sirih suami mu jadi dia belum mempunyai Akte pernikahan dan itu akan mempersulit dia. tutur dokter Doni menjelaskan.


" Apa sebaiknya suami saya menikahi Luna lagi secara Sah? tanya dita.


"Tidak usah seperti itu. ketus dokter Doni.


" Lalu...


"Hanya mengucap talak untuk luna itu saja. ucap dokter.


"Iya sesudah Luna ditalak maka aku akan menikahi Luna. tutur dokter Doni.


" Apa¿!! dita terkejut keheranan


"Bilang ke suami mu untuk menalak nya, aku akan bertanggung jawab atas Luna dan anak nya, aku juga akan membawa Luna jauh dari kehidupan kalian. tutur dokter Doni.


" Aku tau dok, tapi suamiku mencintai Luna. jawab dita.


"Aku tau juga suami mu menikahi Luna hanya keterpaksaan saja.tukas dokter Doni.


Andita tak bisa menjawab lagi hanya tetes air mata nya yg keluar Andita membisu mendengar semua tutur dokter Doni. lalu menyeka air matanya.


" Kami tidak akan membiarkan Luna seperti itu dan kami akan membawa nya sendiri ke singapure. tutur dita menyulut kan dokter Doni.


"Apa kau tidak senang jika saingan mu hidup bahagia?? tanya dokter.


" Saya tidak pernah menganggap Luna sainganku melainkan Luna seperti saudara. kecam andita ke dokter Doni.


"Seharusnya kau menyetujui ide ku itu juga akan membuat mu bahagia dan Luna tidak merasakan sakit. tukas dokter Doni.


" Stop,, dok. saya lebih menghargai dokter tolong jangan memaksa kehendak dokter, karena ini juga menyangkut hati dan perasaan. ketus andita mulai emosi.


"Baiklah saya akan menunggu sampai kalian berpikir jernih lagi dan kalian memutuskan nya. ucap dokter Doni melangkah pergi meninggalkan dita di sana.


Andita mencerna perkataan demi perkataan dokter Doni barusan " ya Tuhan tunjukan jalan untuk menitihkan jalan gelap ini"


Andita bergegas ke kamar rawat Luna. dilihat mami, papi, sudah datang dan duduk di sofa.


"Andita, kau dari mana?? tanya mami.

__ADS_1


" Dari kantin mi. jawab dita.


"Mami kesini untuk menggantikan mu menunggui Luna, kasihan ana-anak juga mba ida pasti kerepotan mengasuh berdua. tutur mami.


" Iya dita kasihan kenzie dan Manda. ucap papi.


"Iya, mi, pi. titip Luna ya kalau ada apa-apa hubungi dita. ucap nya pamit pulang menyalami keduanya.


" Hati-hati nak, ucap papi, mami.


"iya, mi, pi. lalu dita mendekati luna.


" Aku pulang dulu lun, kasihan anak-anak kita"ucap dita mengelus kening Luna.


Di perjalanan pulang menuju rumah terihat deringan HP nya lalu membuka tas nya melihat siap yg menelfon dilihat mbak ida.


"Hallo, iya mba ada apa?? tanya dita


" Maaf, bu ini saya mau kasih tau lalu Manda demam saya sudah memberikan obat turun panas tapi belum turun-turun panas nya. tutur mba ida yg gelisah.


"Baik mbak ini saya sudah dijalan, sebentar lagi datang. ucap dita.


" Iya bu, terimakasih jawab mba ida.


"iya mba. ucap dita menutup telfonnya.


" Huuufttt,.. dita menghela nafasnya kasar "Cobaan apa lagi ini" ucap dita dalam hati nya.


Andita sudah sampai di rumahnya lalu ke kamar anak-anak. dilihat mba ida sedang mengompresi manda dan kenzie dibiarkan mainan sendiri di lantai.


"Ya ampun manda panas sekali, ucap dita memegang kening nya.


" Iya bu dari tadi panasnya tidak turun. jawab mba ida.


"Ya sudah manda saya bawa ke rumah sakit saja, mbak ida urus kenzie dulu.


lalu kenzie tau jika bunda nya datang.


" Bun.... da.. memeluk kaki dita seraya menarik-narik tangannya.


"Iya sayang bunda sudah pulang dita berlutut mensejajarkan tubuhnya dengan kenzie.


" Gendong.. ucap kenzie merajuk minta di gendong.


"Iya nanti bunda gendong sekarang bunda mau anter manda berobat ya.. kamu sama mbak!! ucap dita menuturkan ke kenzie mengelus-elus pipinya gembul.


" Nggak mau.. kenzie itutt bunda... mengeleng-gelengkan kepala merajuk ingin ikut.


"Aduhh ini gimana mba?? tanya dita.


" Mending ibu telfon bapak mungkin bisa mengatasi kenzie ucap mba ida.


"Benar mba aku telfon kak agral saja.


Andita duduk memangku kenzie berada disebelah manda yg tertidur namun panas nya tak turun-turun.


menelfon Agral.


" Asalmualikum, ucap Agral.


"Walaikumsalam... Kak, bisa kah pulang sebentar?? tanya dita.


" Ada apa sayang!! seru Agral.


"Ini manda demam dan kenzie tak mau ditinggal, sedangkan manda harus dibawa ke rumah sakit sebab demam nya tidak turun-turun. tutur dita.

__ADS_1


" Ya sudah saya pulang,ucap Agral lalu menutup telfon nya. dan bergegas pulang .


__ADS_2