Princess In Another World

Princess In Another World
Misi Selesai


__ADS_3

Pagi hari, Aula istana.


Hari ini adalah harinya, tapi pestanya akan di selenggarakan pada malam hari sedangkan sekarang adalah upacara pernikahannya.


"Lihat, putri Iona menawan seperti biasa." Aku menggunakan baju yang disarankan oleh Risa, meskipun aku ingin menolaknya tapi karena ia memaksaku aju jadi menurutinya. "Ha... Untung saja dia memilih baju ini, jika baju yang lain mungkin aku akan kesusahan sekarang." Baju yang dipilihnya tidak terlalu memiliki banyak hiasan, jadinya tidak sedikit berat. Tapi bukannya tidak berat.


"Selamat pagi tuan putri, anda hari ini terlihat sangat memukau." Aku mendengar suara dari belakangku.


"P-Pangeran Lucy. Aku mohon Iona, jangan melakukan hal yang bodoh. Jika tidak ini tidak akan berjalan sesuai rencana. Selamat pagi juga, kau juga terlihat tampan dengan pakaianmu itu." Tumben sekali Iona tidak bereaksi, sepertinya ia memengang ucapannya. Jika seperti ini aku bisa tenang dalam menjalankan rencanaku.


--- Beberapa menit kemudian ---


"Para tamu undangan, upacara pernikahan akan dilaksanakan. Harap tenang. Pengantin pria dan wanita diharap segera masuk ke aula untuk melakukan upacara pernikahan." Upacaranya akan dilaksanakan. 


"Para pasukanku, aku mengandalkan kalian." Saat ini, aku sangat berharap banyak pada para pasukanku yang ada di hutan utara.


Pengantin pria dan wanita masuk, dan tantu saja yang menjadi pusat perhatian adalah Risa. Menggunakan gaun putih yang begitu indah, ia masuk dengan begitu anggun kedalam ruangan ini. "Seberapa berat pakaian yang ia gunakan itu?"


"Lihat, mereka berdua sangat serasi."


Lontaran pujian terucap dari para tamu undangan yang hadir.


Mereka berdua berjalan berdampingan dan menuju ke tempat yang ada di depan. "Baiklah, saya sebagai pendeta akan memulai ritual suci ini." Pernikahan disebut sebagai ritual suci di dunia ini, karena dengan pernikahan sebuah hubungan baru akan terbentuk. 


"Pengantin pria, tolong ikuti apa yang saya katakan."


"Baik."


"Dengan berkat dewa dan dewi yang menjaga dunia ini."


"Dengan berkat dewa dan dewi yang menjaga dunia ini." Ray mulai mengikuti apa yang diucapkan oleh pendeta itu. Sampai saat yang sangat penting.


---------


"Silahkan cium pasanganmu, dan dengan begitu kalian berdua sudah diberkati oleh para dewa." Tepat saat Ray ingin mencium Risa.


"M-Maaf menganggu paduka. Ada masalah yang sangat gawat." Mereka terhenti akibat ada gangguan.


"K-Kau, beraninya kau menganggu upacara suci ini." (pendeta)


"Anda bisa menghukum saya nanti, tapi untuk saat ini saya mohon dengarkan saya dulu." Saat prajurit lain ingin menyeretnya.


"Lepaskan dia." Prajurit yang ingin menyeratnya melepaskannya. "Katakan, ada keperluan apa sampai-sampai kau menganggu upacara suci ini?"


"Maafkan hamba paduka. Tapi, saat ini 5000 pasukan dari kerajaan Ruens sedang bergerak menuju ke kerajaan ini dari arah utara."


"Binggo, tebakanku benar."


"Darimana kau mendapatkan informasi itu?"


"Dari para prajurit yang sedang berada disana. Saat ini mereka sedang menghadang para pasukan itu." Mendengar ceritanya, yang dia maksud pasti adalah pasukan yang aku kirim.


"5000, ya. Sepertinya akan baik-baik saja. Itu bahkan terlalu sedikit dari perkiraanku. Aku kira mereka akan menurunkan 10 ribu atau 20 ribu pasukan, tenyata aku salah. Tapi itupun juga tidak masalah." Dengan persiapan 100 anak panah untuk setiap pemanah, berarti ada 10 ribu anak panah yang sedang digunakan saat ini untuk menghabisi para pasukan kerajaan Ruens. Itu jumlah itu sudah 2 kali lipat dari jumlah pasukan musuh.


"Kalau begitu." Ayah berdiri dari tempat duduknya. "Siapkan pasukan sekarang juga, bantu prajurit yang sedang bertahan disana."

__ADS_1


"Baik." Tepat saat prajurit itu pergi. 


Ctranggg


Lampu yang menggantung tepat di atas ayah jatuh. "Sayang!!"  Tapi, karena aku sudah melakukan perubahan, tidak ada hal buruk yang terjadi.


Lampu besar itu tejatuh 5 meter tepat di depan ayah. "A-Aku tidak apa-apa." Karena hal itu, ibu, paman, dan juga bibi berdiri dari tempat duduknya dan satu-persatu lampu dengan ukuran yang cukup besar mulai berjatuhan ke arah mereka. 


Ctrangggg


"Jadi begitu caranya, ya. Rencana yang tidak buruk juga." Mereka ber-3 aman, jika aku tidak menggantinya mungkin saat ini mereka semua sudah bersimbah dengan darah.


"Siapa yang berani melakukan hal ini?!" (Ayah)


"Wah, lihat. Ayah sudah murka." Disaat seluruh tamu undangan terlihat panik, aku yang sudah tau hal ini akan terjadi bersikap biasa saja. "Aku menunggu pengakuan darimu, pangeran Ray."


-- Beberapa menit kemudian --


"Yang mulia, kami sudah menagkap dalang dari kejadian ini."


Yang prajurit itu tangkap bukan dalang, melainkan hanya pesuruhnya saja. Dalangnya adalah orang yang pernah berbicara dengan pangeran Ray waktu itu, dia adalah ayahnya raja dari kerajaan Selvian. Aku tak tau namanya. "Bawa dia kepenjara dan introgasi dia."


"Baik yang mulia."


Dengan ditangkapnya kaki tangan raja Selvian, aku yakin cepat atau lambat raja Selvian dan juga pangeran Ray pasti akan mendapatkan malasah yang sangat rumit.


"Putri Iona, ada apa? Kenapa kau tersenyum?" (Lucy)


"Ah... T-Tidak ada apa-apa, aku hanya baru saja mengingat hal yang lucu." Gawat, aku hampir saja ketahuan. Disaat seperti ini ekspresi jahatku entah kenapa sering muncul.


"Entahlah."


------------------


Setelah cukup lama, keadaan kembali seperti semula.


"Paduka, saya ingin mengabarkan sesuatu." (prajurit) Prajurit yang tadi kembali lagi kesini.


"Apa yang kau lakukan disini, cepat kirimkan bala bantuan untuk pasukan yang menghadang pasukan dari kerajaan Ruens itu."


"Mohon maaf paduka, tapi para pasukan musuh sudah berhasil dikalahkan sebelum bala bantuan datang."


"Binggo. Strategiku berhasil." Meskipun kalah jumlah, sesuatu yang sudah aku perhitungkan pasti akan tepat. Dan dengan begitu, musuh sekuat apapun jika dilawan dengan strategi yang benar maka musuh itu akan kalah dengan mudah.


Dan tepat saat aku melihat ke arah raja Selvian, ia terlihat begitu cemas.


"Bagaimana bisa? Berapa banyak pasukan yang sedang menghadang pasukan musuh?"


"300 orang, paduka." 


"Pasukan sekecil itu, bagaimana mungkin bisa mengalahkan pasukan dengan jumlah besar." (raja Selvian) Raja Selvian juga masuk dalam percakapan ini, tapi dengan begini semuanya akan selesai.


"Memang terlihat tidak mungkin, tapi itulah yang sudah terjadi. Mereka saat ini sedang memukul mundur pasukan musuh."


"H-Hebat.." Mendengar kata-kata prajurit itu, para tamu undangan yang ada disini terlihat begitu kagum.

__ADS_1


"Ha, dengan begini setidaknya status kerjaaan ini pasti akan melonjak drastis. Dan aku yakin, pasti akan terjadi sesuatu yang besar pada kerajaan ini setelah kejadian ini." Meskipun aku belum memperhitungkannya, tapi aku yakin hal itu akan terjadi. Karena di pernikahan ini, para bangsawan dari negri lain datang, oleh karena itu aku rasa rencana untuk membuat kerajaan ini menjadi pertimbangan yang besar untuk dunia berhasil."Sekarang giliranmu raja Selvian, apa yang akan kau lakukan sekarang?"


-------------


Cukup lama setelah itu.


Salah satu prajurit tiba-tiba mendekati ayah, lalu membisikkan sesuatu. "Apa katamu!!" Prajurit itu kemudian memberikan sesuatu pada ayah. "I-Ini.. Kau boleh pergi sekarang."


"Wah, sepertinya sudah dimulai." Jika dilihat, saat ini ayah benar-benar sangat murka. Mungkin karena ia sudah tau kenyataannya.


"PRAJURIT!! CEPAT TAHAN RAJA DAN JUGA PANGERAN SELVIAN DAN SERET MEREKA KERUANG BAWAH TANAH."


"Ahhh, selamat tinggal, mungkin hanya nama mereka saja yang bisa kembali kekerajaannya." Dan dengan ditangkapnya mereka berdua, misiku kali ini berhasil. "Ah... Akhirnya selesai juga." Dengan begini aku rasa aku bisa bersantai untuk beberapa hari. Seharusnya begitu...


----------


Esoknya, di depan gerbang istana.


"Izinkan kami untuk bertemu dengan komandan kami."


Saat aku ingin pergi ke ketaman. Dari luar gerbang, aku mendengar suara yang tak asing bagiku. "Eh, mereka."


"Sudah aku bilang, prajurit militer dilarang untuk datang kesini."


"Kami mohon, izinkan kami bertemu dengan komandan kami sebentar saja."


"Grild, apa yang kau lakukan disini?" Mereka adalah Grild dan juga 3 ketua regu lainnya.


"Tuan putri, tidak bukan. Komandan, kami ingin mengucapkan terima kasih."


"Terima kasih? Untuk apa?" Dan lagi, komandan. Aku lebih suka mereka memanggilku dengan sebutan tuan putri daripada komandan.


"Dengan saran yang kau berikan, kami berhasil mengalahkan pasukan kerajaan Ruens."


"Begitu." Sepertinya mereka datang hanya untuk mengucapkan itu. "Apa hanya itu yang ingin kalian katakan?" Saat aku berkata begitu, mereka diam. "Jika tidak ada lagi, aku akan pergi."


"Tunggu komandan."


"Ada apa?"


"Apa anda akan kembali lagi ke area militer?"


Urusanku dengan militer sudah selesai, dan jika aku masih melanjutkannya aku tidak akan menpatkan apapun dari sana. Itu hanya akan membuat-buang waktuku saja. "Tidak, aku tidak akan kesana lagi."


"T-Tidak mungkin." Mereka semua terlihat kecewa.


Tapi, aku memiliki 1 rencana lagi untuk mereka. Aku berbalik melihat ke arah mereka. "Ingat, ini adalah perintah dariku. Kembangkan apa yang sudah aku ajarkan pada kalian, dan jika aku membutuhkan kalian. Kalian semua harus siap melakukannya. Itu adalah pertntahku, kalian boleh kembali."


"BAIK." Tak ada tempang kecewa, mereka segera kembali.


Jika saja aku tidak memberi perintah ini pada mereka, pasti mereka menganggap mereka tidak berguna bagiku. Tapi, dengan perintah itu. Aku yakin mereka tidak akan berfikiran seperti itu lagi. "Mungkin, suatu nanti aku akan membutuhkan mereka lagi. Oleh karena itu, sampai saat itu tiba aku ingin melihat perkembangan yang jauh melebihi harapanku pada mareka."


Aku segera kembali menuju ke tempat tujuanku. "Ahh, akhirnya selesai. Dengan begini, aku bisa tenang." Tak ada masalah lagi, raja dan juga pengeran sudah ditangkap. Rencana untuk menggagalkan pernikahan Risa berhasil, dan rencana serangan balik juga berhasil. Dengan begini, aku sudah bisa tenang.


"2 bulan lagi, ya." 2 bulan lagi sebelum aku masuk ke sekolah kerajaan, dan aku yakin pasti akan ada banyak masalah disana. "Sebaiknya aku harus banyak bersantai sebelum hal itu tiba."

__ADS_1


See you on thhe next Chapter....


__ADS_2