Princess In Another World

Princess In Another World
Kejutan


__ADS_3

Pagi hari,


"(Menguap) Ah, sepertinya aku tidur terlalu larut kemarin." Karena sibuk memperbaiki peta dan membuat rencana pelatihan baru, aku jadi lupa waktu dan tidur terlalu malam.


"Tuan putri, apa anda baik-baik saja? Anda terlihat kelelahan."


"Aku hanya membutuhkan pasokan oksigen yang lebih untuk tubuhku."


"Huh?"


"Sudah lupakan. Oh ya Grild, bagaimana dengan latihan para prajurit? Apa berjalan dengan lancar?"


"Hampir semua dari mereka sudah bisa melakukan latihan yang tuan putri berikan dengan mudah."


"Bagitu." Aku rasa mereka cukup cepat dalam hal belajar. "Baiklah, hari ini aku akan menambahkan porsi latihan baru untuk para prajurit pemanah."


"Baik. Lalu tuan putri, bagaimana dengan para pasukan..."


"Biarkan mereka mengembangkan latihan yang mereka lakukan, ada banyak sekali yang bisa didapatkan jika para prajurit biasa bisa mengembangkan latihan serangan balik itu."


"Begitu, baiklah tuan putri."


Aku sedikit berjalan-jalan melihat lihat apa yang ada di tempat ini.


------- 


Beberapa jam setelah itu. 


Aku kembali.


"Ini sangat sulit, lebih sulit dari sebelumnya."


"Grild, ada apa dengan mereka?"


"T-Tuan putri, anda sudah kembali."


"Ya. Lalu, apa yang terjadi dengan mereka?"


"Seperti yang anda lihat, mereka sedang kesusahan. Latihan ini lebih sulit dari sebelumnya, jadi mungkin para prajurit..."


"Hentikan omong kosongmu itu. Kesusahan, jika hal semudah ini sudah dianggap susah bagaimana dengan latihan selanjutnya."


"L-Latihan selanjutnya."


Aku perlahan maju dan mengambil busur serta 2 anak panah. "Lihat ini baik-baik." Latihan kali ini adalah menembak target yang bersembunyi di balik batu. Jika tidak memiliki perhitungan yang bagus, mungkin hal ini memang sangat sulit untuk dilakukan, tapi jika memiliki perhitungan yang tepat. Target yang bersembunyi di lubang semutpun pasti akan mati.


Panah pertama, aku mengarahkannya ke atas, dengan kemiringan 80 derajat. Jarak antara aku dan target adalah 20 meter, dan tinggi kayu yang menghalangi itu sekitar satu setengah meter.


Swuttt


Panah pertama mendarat tepatdi depan batu target, jika seperti itu aku sudah tau harus melakukan apa. "Lihat ini baik-baik." Aku mulai membidik, mengurangi arah busurku sebanyak 2 derajat.


Swuutt


Ctak

__ADS_1


"H-Hebat sekali."


"Tuan putri, kau hebat."


"Hmp..." Itu pertanda kalau panahku berhasil mengenai sasaran. "Mudah bukan. Yang harus kalian lakukan hanyalah memperhitungkan arah jatuh panah itu, lalu membidik lagi dengan arah yang tepat. Meminimalkan penggunaan panah itu adalah hal yang utama, semakin banyak anak panah yang kalian gunakan maka akan semakin sedikit musuh yang bisa kalian tumbangkan. Itu saja penjelasan dariku." Setelah itu, aku langsung berteduh dan kembali melihat latihan mereka.


"Sepertinya ini sudah cukup untuk mengatasi serangan kerajaan Ruens." Jika aku memeberikan pelatihan lain, memang akan berguna tapi waktu yang akan dihabiskan tidak akan cukup. "Baiklah, saatnya menyusun rencana berikutnya."


----------


Kamar


"Hmm... Disini, disini, dan disini jebakan untuk pasukan kerajaan Ruens. Hm.." Aku sedang memikirkan strategi yang ampuh untuk melawan pasukan dalam jumlah besar di dalam hutan. Dan nama strategi yang aku gunakan adalah, 'membunuh secara perlahan' tepat seperti namanya. Strategi ini akan digunakan untuk membunuh sedikit demi sedikit musuh dalam jumlah besar dengan pasukan yang sedikit. "Selesai."


"Nona Iona, yang paduka raja memanggil."


"Ayah? Ada apa tiba-tiba begini." Lagipula aku penasaran, sudahlah.


--------


Ruang taktah


"Ayah ada apa memanggilku?"


"Tidak, hanya saja ayah pensaran kenapa sekarang kau lebih sering pergi ke area militer?"


"Disana sangat menyenangkan, aku bisa bermain dengan para prajurit itu."


"Begitu, ya. Syukurlah kalau begitu."


"Tidak ada apa-apa."


"Kalau begitu, aku akan kembali kekamar dulu."


"Ya."


----------------


Kamar


Ada yang aneh, tidak biasanya ayah memanggilku. Meskipun ia berkata seperti tadi, aku yakin pasti ada yang sudah disembunyikannya dariku. "Apa aku harus mencaritaunya? Sudahlah." Mengingat saat ini ada banyak hal yang harus aku lakukan, jadi aku perlu menunda hal itu.


"Iona, apa kau rasa hari ini ada yang aneh? Aku tidak melihat seorangpun yang beraktifitas di kerajaan ini, padahal biasanya kerajaan ini selalu ramai." Ya, sepulangnya dari area militer, aku sama sekali tidak melihat 1 orangpun yang beraktifitas. Dan ini sangat aneh menurutku. "Iona, apa aku perlu menyelidikinya? Agh... B-Benar juga, saat ini aku harus fokus dengan ini. Mungkin yang lain sedang mempersiapkan pakaian atau hal lain untuk pesta yang akan berlangsung 5 hari lagi." Setidaknya itulah yang bisa aku pikirkan untuk saat ini.


---------------


Malam hari


"Ahhh... Aku ketiduran." Sepertinya aku terlalu lelah hari ini. "Ha... Belum selesai, ya." Saat aku melihat peta itu, aku baru membetulkannya sebagian.


Grrrrr


"Aku lapar." Aku keluar kamar, dan saat aku berada diluar. Aku merasa ada yang sangat aneh saat ini. "Tidak ada seorangpun disini padahal ini sudah malam, kemana mereka semua?" Perlahan aku mulai berjalan menuju ke ruang makan.


Dan tepat saat aku sudah sampai di ruang makan. "Kejutan."

__ADS_1


"Eh?!"


"Ah.. Lihat wajah terkejutnya sangat imut." (Risa)


"A-Ada apa ini?" Mereka semua berkumpul disini, dan sudah jelas itu membuatku terkejut.


"Sayang, apa kau lupa. Hari ini adalah hari ulang tahunmu." (Ibu)


"Hari ulang tahunku." Jika diingat, memang benar hari ini memang hari ulang tahun Iona. 


"I-Iona, kenapa kau menagis?"


"Eh?" Tanpa aku sadari air mataku menetes. "Ini pasti ulah Iona."


"Iona, ada apa. Apa kami mengejutkamu?" (Ayah)


"T-Tidak, aku cuma sangat bahagia. Terima kasih."


"Sudah, berhenti menagis. Hari ini umurmu 13 tahun, dan sebentar lagi kau bisa masuk ke sekolah kerajaan."


"Y-Ya."


"Sebelumnya ayah minta maaf, karena di ulang tahunmu sebelumnya ayah tidak pernah merayakannya karena terlalu sibuk dengan urusan kerajaan."


"T-Tidak apa-apa." Kalau diingat, ini pertama kalinya aku mendapakan kejutan ulang tahun seperti ini. "Terima kasih, aku sangat senang."


"Kalau begitu, bagaimana kalau kita potong kue yang sudah dibuat oleh para pelayan disini."


"I-Ini, bukannya terlalu berlebihan." Sebuah kue yang sangat besar, dan mungkin ini pertama kalinya aku melihat kue sebesar itu.


"Nah, ayo kita potong kuenya."


---------------------


Malam hari.


Pesta ulang tahunku sudah selesai dilaksanakan. Dan karena aku memiliki hal yang harus aku selesaikan, aku memutuskan untuk segera kembali ke kamar.


Kamar


"Hmm... Sepertinya disini tempatnya cukup bagus. Ah, sepertinya ini perlu perbaikan lagi." Aku melakukan beberapa perbaikan dan juga rancangan ulang strategi agar tidak terjadi kesalahan.


-- Beberapa lama setelah itu --


"Ahhh... Akhirnya selesai juga." Peta dan juga tempat yang penting sudah aku tandai, dan tingkat keakuratan peta ini sudah mencapai 100%, aku jamin hal itu.


Aku keluar menuju ke balkon untuk melihat langit malam. "Hari ini langit malam juga cerah." Angin berhembus dengan pelan dan setiap hembusannya membuatku merasa begitu nyaman dan tenang. "Iona, kenapa kau tadi menangis? Agh..." Merasakan rasa sakit di kepalaku. "Eh? Jika bukan kau. Ah, begitu. Itu aku, ya. Eh? Iona ada apa?" Wajahku tiba-tiba saja memanas.


"Kau ingin tau rencana selanjutnya. Agh... K-Kalau bukan, terus apa?" Aku mencoba untuk kembali mengingat apa yang barusaja aku katakan pada Iona. "Ternyata begitu, ya. Apa kau ingin mendengar alasanku menangis tadi." Seketika wajahku kembali memanas. "Baiklah, aku akan menjelaskannya."


"Kau pasti sudah tau kalau aku adalah anak yang tidak pernah diperhatikan oleh kedua orang tuanya'kan. (tak ada reaksi) Sebenarnya, ini pertama kalinya aku mendapatkan kejutan ulang tahun. Meskipun sebenarnya ini adalah ulang tahunmu, aku merasa sangat senang karena aku tau sekarang bagaimana rasanya mendapatkan kejutan ulang tahun. Oleh karena itu aku merasa terharu. Ahh.. Sudahlah. Aku harus tidur, besok aku harus memulai rencana yang sudah aku buat." Aku masuk ke dalam kamar, dan tidur.


Besok adalah harinya, dimana aku akan menyiapkan perangkap untuk menghabisi para prajurit dari kerajaan Ruens. Rencana yang sudah aku buat dengan matang, jika dilakukan 100% kemenangan sudah ada di depan mata.


See you on the next Chapter....

__ADS_1


__ADS_2