
Pagi hari Aula kerajaan
Hari ini adalah 7 hari sebelum pesta pernikahan Risa dengan pangeran Ray dilaksanakan. Seluruh persiapan sudah dilakukan untuk menyambut hari yang bahagia itu, dan tepat seperti yang aku katakan. Aku sudah tau niat dan tujuan pernikahan ini, dan sisanya hanya bagaimana aku mencari cara untuk mengungkapkan kebusukan mereka pada orang-orang. "Jika aku yang mengatakannya, pasti tidak akan ada yang percaya. Apalagi cuma aku yang tau maksud dan tujuan pernikahan ini, tanpa bukti yang kuat apapun yang aku katakan tidak akan dapat dipercaya oleh orang lain."
"Nona Iona, apa yang anda lakukan disini?"
"Melihat mereka."
"Untuk apa?"
Aku merasa ada sedikit keanehan. "Pelayan, aku bisa minta buku dan juga alat tulis."
"Baik, akan saya ambilkan."
--- Beberapa menit kemudian ---
"Ini nona, tapi untuk apa buku dan juga alat tulis itu?"
"Tidak, bukan untuk apa-apa. Oh ya, para pekerja ini berasal dari mana?"
"Kalau tidak salah, mereka berasal dari kerajaan Selvian..."
"Binggo, aku tau salah satu rencana yang juga sedang mereka lakukan."
"Memangnya, kenapa nona bertanya tentang hal itu?"
"Tidak ada, aku hanya kagum dengan mereka yang bekerja sangat giat."
"Begitu."
Tapi, ada maksud tersembunyi di dalam usaha yang mereka lakukan saat ini. "Pelayan, bisa tinggalkan aku sendiri."
"Tapi nona..."
"Kau kerjakan saja apa yang saat ini aku perintahkan, aku ingin melakukan sesuatu dan aku tidak ingin diganggu."
"Baiklah, nona." Pelayan itu pergi.
Aku sedikit berlajan-jalan melihat situasinya. "Hmm. Begitu, ya. Disini, dan disini. Ah disitu juga terlihat aneh." Aku menandai setiap tempat yan terlihat aneh.
-- Beberapa menit kemudian --
__ADS_1
"Putri Iona, apa yang anda lakukan disini?" (Ray)
"Ah, selamat pagi pangeran Ray. Aku hanya sedikit berlajan-jalan."
"Sebaiknya anda segera pergi dari tempat ini, karena disini cukup berbahaya."
"Sebentar lagi, aku ingin melihat lebih banyak lagi."
"Biarkan saya yang mengawasi anda."
"T-Tidak usah, aku bisa sendiri. Ah... itu." 1 tempat lagi terlihat aneh. Setelah melihat sekeliling, aku tidak melihat ada yang aneh lagi. "Aku sudah selesai, aku akan pergi."
"Y-Ya."
Aku menuju ke taman kerajaan, karena disana tempatnya cukup sejuk dan juga sangat nyaman. "Hm..." Aku menggambar denah ruang aula dan mengingat setiap tempat yang terlihat aneh. "Disini, disini. Hm... Disini juga, lalu disini." Setiap tempat yang aneh, aku memberi tanda dengan huruf X. "Jadi ini rencana mereka." Setelah melihat semua ini, aku mengetahui salah satu rencana busuk yang dibuat oleh kerajaan Selvian.
'Rencana pembunuhan' "Hm... Dari tempatnya, yang akan jadi targetnya itu. Ayah, ibu, paman dan juga bibi." Sedangkan aku tidak menjadi target, itu pilihan yang bagus. Karena jika hanya aku yang hidup aku yang akan menjadi penguasa kerajaan ini, dan disaat itulah pernikahan politik akan terjadi.
"Aggh, Iona ada apa? Aggh, b-berhenti menyakitiku. Aggh, b-baik-baik, a-aku akan mencari cara untuk menghentikan mereka, jadi berhenti menyakitiku." Tak ada respon, dan rasa sakitnya menghilang. "Ha, ini sangat merepotkan. Aku akan memulai rencana besar ini, jadi aku harap kau tidak melakukan sesuatu yang bisa membuat rencana ini gagal. Apa kau paham." Tak ada reaaksi. Aku tak tau Iona paham atau tidak mengerti, tapi. "Sudahlah, aku akan mulai rencananya sekarang."
-------------
Hal pertama yang harus aku lakukan adalah mencari bukti. Dan tepat saat aku berjalan-jalan mengelilingin istana. "A-Apa itu, apa kau berniat untuk melakukannya." Aku mendengar suara seseorang.
"Tapi, kenapa harus melakukan hal keji seperti itu. Bukannya masih ada cara lain."
"Kau salah, sama sekali tidak ada cara yang lain. Salah satunya cara adalah kita harus melakukan hal ini."
"Tapi, ini sangat tidak masuk akal."
"Sudah! Ikuti saja apa yang aku perintahkan, jika tidak aku jami kerajaan kita tidak akan bertahan dalam waktu 1 tahun lagi."
"Begitu, ya. Kalau seperti itu, biar aku yang akan mempercepatnya." Entah kenapa mendengar percakapan mereka berdua membuatku menemukan hal yang menarik.
Perlahan, aku mulai menyelinap ke dalam ruangan yang saat ini di tempati oleh bangsawan Selvian.
-----
"Hmmm, tidak ada yang aneh disini. Eh, apa itu?" Aku melihat sebuah kertas yang disembunyikan di belakang lemari. "Mungkin ini." Aku mengambil dan membaca isinya. Tulisannya begitu sulit untuk dibaca, tapi karena aku sudah hampir paham seluruh apapun yang ada di dunia ini. Tulisan sulit seperti apapun aku bisa membacanya.
"Penyerbuan?" Dan saat aku membacanya lebih jauh lagi. "Hm... Dari kerjaan Ruens,ya. Tapi, kenapa mereka ikut dalam..." Setelah itu, aku mengingat sesuatu. "Jangan-jangan 2 orang yang waktu itu adalah orang dari kerajaan Ruens." Kerajaan Ruens adalah kerajaan yang sangat berkembang dalam bidang militer, tapi dalam bidang yang lain tidak ada kemajuan. Setidaknya itulah yang aku tau. Dengan begini, aku sudah tau semuanya. "Aggh. I-Iona, ada apa?"
__ADS_1
"Tuan putri, apa yang anda lakukan disini?"
"Ahh..." Tanpa aku sadari seseorang berada di belakangku. "A-Aku hanya ingin melihat-lihat tempat ini." Orang itu adalah orang yang berbicara dengan pangeran Ray tadi.
"Begitu. Oh ya, apa yang kau pegang itu?"
Gawat, aku lupa untuk menyembunyikannya. "Eh. A-Aku menemukan ini, jadi aku berniat untuk mengembalikannya."
"Begitu, terima kasih." Ia megambil kertas itu dariku. "Tuan putri, bisa anda keluar sekarang. Ada pekerjaan yang harus saya lakukan."
"B-Baiklah." Untung saja dia tidak mencurigaiku, umumnya anak sepertiku ini tidak bisa membaca tulisan sulit seperti yang ada di buku itu. Oleh karena itu, tadi dia mengabaikanku.
Aku keluar dari ruagan itu. "Penyerbuannya akan terjadi tepat saat pesta pernikahan, tapi kenapa?" Ada sesuatu yang membuatku bingung."Mereka menyiapkan perangkap, tapi di lain sisi ada penyerbuan. Hm... Ini sangat aneh." Aku berjalan menuju ke kamarku sambil memikirkan tentang hal itu.
--------
"Hm... Iona, apa kau tidak merasa kalau ada yang aneh?" Tak ada respon. "Kerajaan Selvian bekerja sama dengan kerajaan Ruens, bukannya itu hanya akan merugikan kerajaan Selvian." Yang aku katakan itu benar, seandainya kerajaan ini berhasil diambil alih. Maka kekuasaan kerajaan ini pasti akan menjadi milik kerajaan Ruens, dan jika tidak beruntung kerajaan Selvian pasti juga akan ikut diambil alih oleh kerajaan Ruens. Tapi.. "Kenapa mereka masih melakukan hal yang sudah jelas sangat merugikan mereka." Aku tidak tau apa yang raja dari kerajaan Selvian pikirkan.
"Ha... Sudahlah, sebaiknya aku segera bertemu dengan ayah." Ada sesuatu yang aku inginkan, dan itu hanya akan bisa dikabulkan jika aku meminta kepada ayah.
----
Ruang tahta
"Iona putriku, ada apa?" Disini hanya ada ayah dan beberapa mentri yang sedang berbicara dengan ayah.
"Ayah, ada sesuatu yang aku inginkan."
"Sesuatu? Apa itu, katakan saja ayah akan memberikannya."
"T-Tapi..."
"Ah. Begitu, kalian bisa keluar ada yang ingin aku bicarakan dengan putriku."
"Baik paduka." Para mentri itu keluar dari ruangan ini.
"Iona putri kesayanganku, apa yang kau inginkan."
Dan disinilah acara utamanya akan dimulai. "Yang aku inginkan, 200 prajurit biasa dan juga 100 prajurit pemanah."
"Eh?!"
__ADS_1
See you on the next Chapter....