Princess In Another World

Princess In Another World
Strategi Baru


__ADS_3

Malam hari, Area militer


Grild dan juga Famus sedang ikut dalam memata-matai pasukan musuh, dan disini hanya ada 2 ketua regu yang berkumpul.


"Laren, bagaimana dengan mata-mata yang sudah di utus. Apa mereka sudah mendapatkan informasi?"


"Ya komandan. 1500 prajurit, dan mereka juga menggunakan zirah lengkap." 


"Zirah lengkap, ya. Sepertinya ini akan sedikit memakan waktu." Zirah lengkap biasanya menutupi hampir seluruh tubuh, dan itu berarti masih ada tubuh yang belum ditutupi, seperti bagian leher misalnya. "Aku akan mengundur waktu menyeranggan."


"Ada apa komandan?"


"Aku memerlukan sedikit waktu lagi, dan aku juga akan memberikan latihan tambahan untuk pasukan pemanah. Aku harap kalian mengusahakan agar para pasukan pemanah bisa cepat menguasai apa latihan yang aku berikan ini. Sebelum waktunya tiba, aku tidak akan menyuruh kalian untuk bergerak. Aku harap kalian ingat hal ini baik-baik."


"BAIK."


Setelah memberikan bahan untuk latihan para pasukan pemanah, aku segera kembali. 


-----------


Perpustakaan kerajaan.


"Dimana? Dimana aku melihat buku itu." Aku sedang mencari buku yang sangat penting untuk saat ini. 


"Ah... Ini dia." Dan setelah cukup lama, aku akhirnya menemukannya. "Buku tentang tumbuhan." Aku sempat sedikit membacanya, dan karena aku rasa ini diperlukan untuk saat ini aku ingin membacanya hingga selesai sekarang juga.


----------


Larut malam


"Ahhh, akhirnya selesai juga." Semua yang aku butuhkan sudah aku catat di kertas ini. "Hoaamm. udah larut malam, ya. Aku harus segera tidur." Aku kembali ke kamar dan langsung tertidur pulas.


-------


Pagi hari.


"Hoaaammm... Eh? Aku kesiangan!" Ini bukan masalah tentang pergi ke sekolah kerajaan, karena hari ini ada masalah sekolah kerajaan terpaksa diliburkan. "Aku harus pergi." Sambil membawa catatan yang aku tulis kemarin, aku pergi ke area militer.


-----------


Area militer


"Komandan, bukannya ini." (Grild) Ke-4 ketua regu sudah kembali dan mereka tidak mendapatkan informasi apapun selain itu.


"Aku ingin kalian mencarikan tumbuhan ini untukku."


"Tunggu komandan, bukannya semua ini adalah tumbuhan beracun."


"Iya, terus kenapa? Apa ada masalah?"


"Bagaimana cara kami membawanya?"


"Tenang saja, hanya bagian dalam dari tumbuhan ini yang beracun dan bagian luarnya jika kalian pegang akan baik-baik saja. Aku membutuhkan ini untuk membuat sesuatu, tumbuhan ini mungkin saja bisa jadi penentu kemenangan kita."


"Begitu. Baiklah komandan, kami akan mencarinya." (Dirk)


"Ya." Mereka semua pergi.


Yang akan aku buat dari semua tumbuhan itu adalah sebuah racun yang sangat mematikan, jika terkena hanya dalam hitungan menit maka nyawa orang yang terkena racun itu akan melayang.


------------------

__ADS_1


Siang hari.


Aku tengah melihat para prajurit pemanah berlatih dengan apa yang sudah aku beritahu kemarin. 'Menembak leher' Itulah yang aku beritahu pada mereka, karena musuh kali ini memiliki perlindungan yang cukup lemah dibagian itu aku rasa hal ini akan berguna.


"Komandan, kami sudah membawa apa yang anda inginkan." Mereka ber-4 kembali.


"Kalau begitu, cepat bawa itu ke dalam." Aku tak menyangka mereka akan membawa sebanyak itu, tapi itu tidak masalah. Semakin banyak semakin baik.


"Baik."


--------


"Komandan, kami sudah menaruhnya."


"Kalau begitu, kalian awasi latihan mereka. Aku akan masuk kedalam, aku akan memanggil kalian jika ada sesuatu yang aku butuhkan." 


"BAIK."


-----------


Di dalam


"Hm... Baiklah, ini akan cukup sulit jadi aku harus berhati-hati." Jika salah langkah mungkin racun dari tumbuhan ini akan berbalik membunuhku, oleh karena itu aku harus extra berhati-hati.


"Hm... Tumbuhan ini." Mereka membawa tumbuhan yang tidak ada dalam catatan itu. "Ini sangat bagus, ini pasti akan sangat berguna." Dan lagipula tumbuhan ini juga yang akan membuat racun ini menjadi sangat mematikan.


------------


Siang hari, Setelah cukup lama.


"Ahh... Akhirnya selesai." Setelah mencampurkan seluruh bahan, akhirnya racun yang aku buat selesai.


"Huh? Ada apa?" Pintu terdengar seperti ada yang mengetuk. "Masuklah."


"Komandan."


"Ah, Dirk. Ada apa?"


"Saya mendapatkan informasi baru dari prajurit yang baru saja mengintai."


"Mengintai?" Kalau tidak salah, pasukan yang di tugaskan untuk mengintai sudah kembali semuanya. "Apa informasi itu?"


"Pasukan kerajaan yang menyerang saat ini sedang dalam kondisi terdesak."


"Hm.. Begitu, lalu?" Aku sudah tau kalau kejadian seperti ini akan terjadi. "Biarkan saja, saat ini kalian fokus melatih para pasukan saja."


"Tapi komandan-..."


"Ada apa? Apa diantara pasukan kerajaan yang dikirim itu ada saudaramu?" Karena ia terlihat begitu khawatir, aku bertanya seperti itu padanya. "Ada apa Dirk? Kenapa kau diam?"


"Iya, disana ada adik saya. Oleh karena itu saya khawatir dengan keadaannya sekarang."


"Begitu." Meskipun begitu, aku tidak bisa mengubah rencana yang sudah aku siapkan. "Kita tidak akan melakukan apapun. Aku sudah membuat rencananya, dan nanti malam kita akan mulai menyerang mereka."


"Tapi komandan-..."


"Aku tau perasaanmu saat ini. Tapi, aku juga ingin bertanya sesuatu padamu."


"Bertanya sesuatu?"


"Apa yang membuat pasukan kerajaan kalah, padahal ini adalah daerah kekuasan mereka. Biasanya para pasukan kerajaan sangat diuntungkan dalam hal ini. Tapi, kenapa mereka bisa sampai kalah?"

__ADS_1


"Saya tidak tau."


"Itu karena persiapan dan juga rencana mereka tidak matang, begitu juga dengan kita. Kalau sampai persiapan dan juga rencana kita tidak matang maka hanya akan ada kekalahan didepan mata kita. Tapi, jika persiapan dan juga rencana sudah matang maka kemenangan sudah pasti akan ada di tangan kita. Apa kau sudah paham?"


"Iya."


"Untuk adikmu itu, aku yakin saat ini dia baik-baik saja."


"Benarkah?"


"Iya, ini adalah kerajaan kita. Meskipun kalah setidaknya mereka bisa melarikan diri karena sudah mengenal baik tempat ini, dan untuk kerajaan Victora mereka tidak akan mengejar pasukan yang sudah kabur karena mungkin saja akan ada jebakan yang sudah dipasang dan bisa saja mereka akan terkena jebakan itu."


"Jebakan?"


"Iya, meskipun tidak ada jebakan. Sebagai seorang pasukan, setidaknya harus memiliki kehati-hatian tentang hal itu karena itu sangat penting."


"Komandan, apa kita juga akan memasang jebakan."


"Jebakan? Jangan berkata-yang tidak mungkin, saat ini pasukan musuh sudah datang. Jika kita melakukan itu tidak akan ada waktu untuk memasang jebakannya."


"Begitu."


"Jebakan itu adalah perangkap, dan perangkap itu dipasang sebelum mangsa datang bukannya setelah mangsa datang. Apa kau paham."


"Saya paham."


"Begitu, sudahlah. Dirk, aku ingin kau membantuku membawa ini keluar."


"Ini, apa komandan?"


"Racun yang sangat mematikan, aku harap kau tidak menyentuhnya karena itu akan membuatmu mati setelah beberapa menit." 


"B-BAiK."


Racun yang aku buat cukup banyak, ada sekitar 4-5 liter racun yang ditaruh diwadah besi dengan penutup yang cukup rapat agar tidak tumpah.


-------------------


"Komandan, apa yang akan kita lakukan dengan ini?"


"Oleskan ini ke 5000 anak panah dan juga masing-masing pedang milik prajurit, lalu jemur dibawah sinar matahari selama mungkin." Dengan dijemur, efek rancun itu akan bertambah kuat 250% dan dengan begitu, mati dalam hitungan detik karena luka kecil bukanlah hal yang mustahil lagi. 


"Baik."


"Oh ya, bilang pada mereka untuk menggunakan kain saat ingin mengoleskan racun ini. Dan ingat kataku tadi, jangan sampai menyehtuh racun ini sedikitpun karena akan sangat mematikan."


"BAIK."


"Kalau begitu ya sudah, aku akan kembali dulu untuk beristirahat. Nanti aku akan kesini lagi untuk memberitahu rencananya."


"Siap komandan."


"Ya." Ini adalah hari yang cukup melelahkan untukku, membuat racun yang sangat berbahaya sendirian sangat beresiko. Dan aku juga belum membuat penawarnya. "Sudahlah, itu bisa aku pikirkan nanti. Pasti akan caranya."


------------------


Setelah sampai di kamar aku langsung berbaring di atas kasur. "Iona, apa kau suka melihatku melakukan hal seperti ini?" Tak ada respon. "Jika aku sudah keterlaluan, aku harap kau bisa menghentikanku." Aku takut saat-saat suram itu datang lagi dalam hidupku disini, dimana aku sama sekali sangat senang melihat orang menderita dan sangat senang membuat orang lain menderita. "Aku ingin, saat waktu itu tiba kau menghentikanku dengan cara apapun."


Aku tak ingin membunuh lebih banyak orang hanya untuk kesenangan atau keegoisanku semata. Hal itu tidak boleh sampai terjadi, karena jika sampai itu terjadi maka aku yakin Iona pasti juga akan merasakan dampaknya suatu hari nanti.


See you on the next Chapter....

__ADS_1


__ADS_2