Princess In Another World

Princess In Another World
Tak Terduga


__ADS_3

Pagi hari yang cerah.


Disini aku hanya menyiapkan 2 tugas untuk mereka ber-4, ya. Hanya mereka ber-4. Menggunakan pasukan dalam jumlah lebih dari itu akan beresiko di rencana kali ini, dan lagipula mereka sudah melatih diri mereka sebelumnya. Oleh karena itu hanya mereka ber-4 yang melakukan tugas ini.


“Grild, Famus, waktunya berpencar!"


“Baik!” Mereka berpencar. Saat ini kami sedang mengendarai kuda tempur, dan kuda ini biasanya digunakan oleh pasukan cavalry untuk menerobos pertahanan musuh secara paksa. Sudah pasti kecepatan dan juga stamina kuda ini cukup besar dibandingkan dengan kuda lainnya.


“Ehh. Komandan, kenapa anda juga ikut? Kau bilang jika lebih dari kami maka akan ada masalah.” (Dirk)


Saat ini aku sedang menumpang kuda dengan Dirk. “Huh? Apa yang kau pikirkan, aku adalah komandan kalian. Dan lagi, aku ingin melihat secara langsung pasukan yang berani menyerang kerajaan kita itu.”


“Tapi, bukannya ini terlalu beresiko untuk  anda.”


“Tenang saja, aku sudah menyiapkan rencana jika terjadi sesuatu yang tak diduga.”


“B-Begitu.”


“Sudahlah, kalian berdua juga harus fokus.”


“Aku harap mereka berdua berhasil.” (Laren)


“Tenang saja, rencana ini pasti akan berhasil. Aku yakin itu.”


Beberapa lama setelah itu


Suara raungan yang begitu besar mulai terdengar. “Sepertinya mereka berhasil, baiklah. Kita mulai rencana selanjutnya.”


“Baik.”


“Laren, bersiap diposisimu.”


“Baik.” Laren berpisah dengan kami.


“Dirk, segera menuju ke tempat pasukan musuh.”


“Baik.” Kami pergi langsung menuju ke arah dimana pasukan musuh berada.


Saat ini, Famus dan juga Grild sedang menggiring naga itu kearah pasukan musuh berada. “Komandan, aku khawatir dengan mereka berdua.”


“Tenanglah, tidak ada yang perku kau khawatirkan. Mereka pasti baik-baik saja.” Mereka sudah menyiapkan diri untuk ini dan aku yakin mereka baik-baik saja. Karena mereka adalah ketua regu yang aku latih secara langsung menggunakan metode-metode baru.


Beberapa lama setelah itu.


“Wah. Ternyata lebih banyak dari apa yang dilaporkan.” 25 ribu pasukan yang dikabarkan akan menyerang kerajaanku, tapi saat aku melihatnya sendiri ternyata ada lebih banyak dari itu. “Hmmm. Setidaknya ini sekitar 40-60 ribu.”


“A-Apa!!”


“Tenanglah Dirk. Kita tidak akan melawan mereka, setidaknya bukan kita.”


“A-Apa itu!!” (???)


Dari kejauhan, para prajurit musuh mulai bisa melihat naga yang terbang menuju ke arah mereka. Dan seketika formasi mereka menjadi kacau balau. “Mari lihat, apa mereka bisa mengatasinya.” Aku memerhatikan apa yang akan mereka lakukan untuk mengalahkan naga itu.


Beberapa saat kemudian


Tepat saat naga itu sudah dekat dengan para prajurit musuh. “A-Apa itu!!” Aku terkejut dengan apa yang aku lihat ini.


Sebuah bola kecil tiba-tiba saja mengelilingi naga itu, dan itu membuat pergerakan sang naga terhenti.


Sfx : Ledakan.


‘Woy woy. yang benar saja!’ Bola kecil itu meledak dan itu membuat naga itu langsung terjatuh.


“Komandan.”


“Cih. Kita segera berkumpul di tempat pertemuan.”


“Baik.”


Beberapa lama setelah itu.


Yang lainnya sudah berkumpul di tempat yang sudah direncanakan. “Komandan, apa anda punya rencana mengenai hal ini?” (Grild)


“Komandan?” (Dirk)


“Komandan, apa ada masalah.” (Laren)


Aku sama sekali tidak menyiapkan rencana apapun jika kejadiannya seperti itu, itu jauh diluar apa yang aku pikirkan. Dan yang lebih penting, apa sebenarnya bola-bola itu. “Dirk, apa kau tau bola-bola kecil yang ada didekat naga itu?”

__ADS_1


“Kemungkinan itu adalah sihir.”


“Eh?”


“Di dalam pasukan itu pasti memiliki beberapa penyihir dengan sihir tingkat menengah atau tinggi. Jika tidak begitu, mengalahkan naga dengan mudah seperti itu rasanya sangat mustahil.”


‘Woy woy, yang benar saja. Sihir? Sesuatu yang diluar logika.’ Jika memang benar seperti itu, mau sekeras apapun aku berfikir semua akan dipatahkan jika seperti ini. Dan lagi, aku sama sekali tidak tau kalau didunia ini ada sihir. ‘Ini sangat menyebalkan.’


“Komandan?”


“Semuanya, kembali kemarkas. Aku akan membuat rencana baru.”


“Baik.”


Beberapa lama setelah itu, siang hari, perpustakaan.


‘Sihir, sihir, sihir. Sesuatu yang berhungungan dengan sihir.’ Sejak tiba dari perjalanan tadi, aku langsung ke perpurtakaan kerajaan untuk mencari buku tentang sihir. ‘Sial, aku tidak bisa manemukannya.’ Di perpustakaan ini tidak ada buku mengenai sihir, dan selama ini aku juga tidak pernah membaca buku mengenai ini. ‘Ini sangat menyebalkan.’ Ketidaktahuanku menyebabkan terjadi masalah yang rumit.


“Iona, apa yang sedang kau cari?”


“R-Risa-oneesama, aku butuh bantuanmu.”


“Eh. I-Iona, ada apa?”


“Risa-oneesama, apa kau mengetahui sesuatu tentang sihir.”


“Sih... Jika ingin membahas itu, sebaiknya kita pergi ketempat lain dulu.”


Sikapnya tiba-tiba saja berubah saat aku berkata demikian. “Baiklah.” Tapi aku tidak peduli, yang aku butuhkan saat ini adalah informasi mengenai sihir, dan juga hal penting lainnya tentang sihir. Jika tidak seperti itu maka aku belum siap untuk melawan pasukan yang akan datang kemari itu. ‘Waktuku terbatas, dan setidaknya aku hanya memiliki waktu 2 hari sebelum pasukan itu benar-benar menyerang kerajaanku. Aku harus segera bergegas.’


Kamar


“Risa-oneesama, cepat. Bisa beritahu aku tentang sihir.”


“Iona, kenapa kau ingin mengetahui sesuatu tentang sihir?”


“Ada sesuatu hal, tapi maafkan aku Risa-oneesama. Aku tidak bisa mengatakannya.” Aku tidak bisa mengatakan apa yang terjadi sekarang, dan pilihan terbaik adalah menyembunyikannya. Setidaknya itu adalah pilihan yang tepat untuk saat ini, tapi disisi lain. Karena aku tidak menuruti apa keinginannya Risa juga tidak akan memberitahu apapun tentang sihir padaku. Itulah scenario terburuknya.


“Baiklah, tidak masalah jika kau tidak ingin memberitahu. Aku akan memberitahumu hal mengenai sihir.”


“Risa-oneesama, benarkah?”


“Baiklah.” Aku langsung menutup mataku, aku tak perlu bertanya apapun karena hal lain selain pengetahuan tentang sihir tidaklah penting untuk ditanyakan.


Beberapa saat kemudian.


“Iona, kau bisa buka matamu.”


Aku perlahan membuka mataku, dan aku sangat terkejut dengan apa yang aku lihat. “A-Apa ini?” Semua yang ada disini berhenti bergerak, dan juga kelihatannya waktu juga ikut berhenti kecuali aku dan juga Risa.


“Iona, ini adalah sihir.” Risa berjalan mendekat kearahku. “Bukannya kau ingin tau hal mengenai sihir. Ini adalah sihir.”


‘Aku masih belum paham.’


“Aku tau kau masih kebingungan, tapi mau bagaimana lagi. Semua yang kau lihat ini adalah sihir.”


1 hal yang bisa aku tangkap dari ucapan Risa. ‘Hal yang diluar logika itu adalah sihir.’ Itu persis seperti yang terjadi saat ini, dan juga sebelumnya. Semuanya ada diluar nalar pikiranku, jadi wajar kalau aku tidak pernah memperhitungkan hal seperti itu akan terjadi. “Risa-oneesama, bisa kau jelaskan lebih rinci.” Meskipun begitu, aku masih belum mendapatkan apa yang ingin aku ketahui dari sihir ini.


“Baiklah. Dengarkan baik-baik.”


“Baik.” Risa mulai menjelaskan.


“Sihir adalah sesuatu yang rahasia, dan tidak semua orang memiliki sihir. Hanya segelintir orang saja yang memiliki sihir. Tapi pada umumnya anggota kerajaan itu memiliki sihir. Tapi tidak menutut kemungkinan jika orang lain selain dari anggota kerajaan memiliki sihir, hanya saja orang selain dari anggota kerajaan yang memiliki sihir jumlahnya sangat sedikit. Makanya hanya segelintir orang yang mengetahui tentang sihir itu sendiri. Dan lagi, dulu buku sihir pernah dibuat.”


“Buku sihir?”


“Iya.”


“Risa-oneesama, apa kau memiliki buku itu?”


“Tidak ada yang memiliki buku itu, dikabarkan kalau buku itu sudah hilang ratusan tahun yang lalu setelah perang antar ras yang terjadi dahulu kala.”


“Perang antar ras?”


“Perang itu melibatkan seluruh ras yang ada didunia ini, dimana dahulu para ras yang ada didunia ini memperebutkan wilayah dan terus berperang sampai jumlah korban yang berjatuhan tidak dapat dihitung jumlahnya.”


“Lalu, apa hubungannya perang antar ras itu dengan sihir?”


“Kau tau, dahulu dalam perang antar ras. Seluruh ras berperang menggunakan sihir, dan dulu sihir bukan hal yang spesial seperti sekarang. Hampir seluruh ras bisa menggunakan sihir.”

__ADS_1


“Tunggu, itu berarti...”


“Ya, baik bangsawan, raja, atau bahkan rakyat biasa. Mereka semua bisa menggunakan sihir.”


Aku padahal tidak ingin mengatakan itu, melainkan hal lain yang menyebabkan perang antar ras terjadi adalah sihir? Ya,tapi karena sudah dijawab duluan aku biarkan saja. Meskipun itu tidak menjawab pertanyaanku.


“Tapi, secara tiba-tiba sesuatu yang mengejutkan terjadi setelah perang ras berlangsung selama ratusan tahun lalu.”


“Ada apa?”


“Perang antar ras tiba-tiba saja berakhir.”


“Huh? Apa yang terjadi?” Perang yang sudah terjadi selama ratusan tahun berakhir begitu saja, itu sangat aneh.


“Tak ada yang tau apa penyebabnya, tapi yang pasti. Ada 1 hal lagi yang mengejutkan.”


“Apa?”


“Kekuatan sihir tiba-tiba saja lenyap dari dunia ini.”


“Lenyap, bukannya itu berarti tidak ada orang didunia ini yang memiliki sihir. Tapi, kenapa?”


“Iona, dengarkan dulu ceritaku. Aku masih belum selesai bercerita lo.”


“M-Maaf Risa-oneesama.”


“Sihir memang lenyap, tapi masih ada beberapa orang yang memiliki sisa dari kekuatan sihir itu sendiri. Mereka yang masih memiliki sisa sihir, diburu dan dibunuh karena dianggap berbahaya.”


‘Begitu.’ Jika sihir dibagi rata, maka tidak akan jadi masalah karena seluruh orang bisa menggunakan sihir. Tapi, jika hanya segelintir orang yang memiliki sihir, itu akan menyeramkan bagi orang yang tidak memiliki sihir. Khususnya jika sihir yang tersisa itu digunakan untuk membunuh.


“Bertahun-tahun berlalu, dan orang yang memiliki sihir hanya tinggal segelintir saja. Mereka memutuskan untuk membangun wilayah mereka sendiri dan menjanjikan hidup damai untuk para pengikutnya.”


‘Seperti itu ternyata.’ Yang lemah meminta perlindungan dari yang kuat, sedangkan yang kuat bisa memanfaatkan hal ini untuk keselamatan mereka. Jika orang yang melindungi yang lemah mati, maka tidak akan ada orang yang akan melindungi orang yang lemah. Dalam artian, jika orang yang memiliki sihir itu masih berada dikekuasaanya maka dia akan hidup aman tanpa sekalipun berfikiran akan diburu tepat seperti yang dikatakan Risa sebelumnya.


“Orang yang memiliki sihir yang tersisa, terus membangun kerajaan dan juga menanamkan sisa sihir mereka pada keturunan mereka agar sihir itu sendiri tidak hilang. Dan itu berlangsung hingga sekarang.”


Tapi, ada 1 hal yang masih membuatku bingung. Risa sebelumnya bilang kalau orang selain dari anggota kerajaan bisa juga memiliki sihir, jika seperti itu bagaimana dia bisa memiliki sihir padahal dia sendiri bukan dari anggota kerajaan. “Risa-onee...”


“Nah, itu saja yang bisa aku ceritakan. Iona, sekarang tutup matamu.”


“T-Tunggu Risa-oneesama, ada sesuatu yang ingin ak...”


“Tidak boleh, pembahasan tentang sihirnya cukup sampai disini saja. Jika kau bertanya tentang hal itu lagi. Aku tidak akan menjawabnya.” Risa menutup mataku dengan tangannya.


“R-Risa-oneesama.” Hanya sekejap, ia melepakan tangannya dari mataku dan semuanya kembali seperti semula.


“Ini melelahkan, Iona. Aku pergi dulu. Aku ingin istirahat.”


“T-Tunggu, Risa-o...”


Sfx : Pintu tertutup.


Risa sudah pergi tanpa menjawab perntayaanku. Tapi, setidaknya aku sudah mendapakan sesuatu yang menurutku cukup penting. “Jika seperti itu, sepertinya aku memang harus melakukannya.” ‘Membuang pemikiran logisku untuk bisa mencari cara mengatasi sihir.’


Sihir adalah sesuatu yang tidak logis, atau diluar nalar manusia. Itu berarti aku harus membuang pemikiran logisku untuk mencari cara mengatasi sihir itu sendiri, tapi… “Bagaimana caranya.” Untuk seseorang yang selalu memikirkan hal logis sepertiku, tiba-tiba mengubah arah pikiranku itu sangat sulit. “Sesuatu yang tidak logis, sesuatu yang tidak logis.”


Beberapa menit kemudian.


“AHHHH!!!!” Kepalaku terasa sakit memikirkan hal itu, aku yang tidak pernah berfikiran tidak logis secara tiba-tiba dipaksa untuk melakukan hal ini. Ini membuat kepalaku terasa sakit. “Ha, sudahlah.” Aku putuskan untuk berbaring dan mengistirahatkan kepalaku. “Berfikir tidak logis, ya. Bagiamana aku melakukannya?” Aku perlahan mulai menutup mataku, dan membanyangkan kejadian demi kejadian yang sudah aku lewati sebelumnya.


Pertempuran melawan kerajaan Ruens, aku menggunakan taktik untuk mengalahkan musuh yang bahkan 16 kali lipat lebih besar dari pasukan yang aku bentuk. Dan selanjutnya, perang melawan kerajaan kerajaan Victoria, aku juga menggunakan akal dan taktik untuk bisa memenangkan pertempuran itu. Dan yang selanjutnya, kekacauan naga.. aku tak tau harus berkata apa tapi itu pertama kalinya aku melihat sesuatu yang diluar nalar. Tapi, aku juga bisa mengatasinya dengan akalku. Tapi, yang selanjutnya. Sihir, ya.


Sfx : Ketukan pintu.


“Siapa?” Seseorang mengetuk pintu kamarku.


“Ini Famus.”


“Famus, ya. Kau boleh masuk.”


“Terimakasih.” Famus masuk kedalam kamar.


“Ada apa, kau terlihat panik?”


“Komandan, ada sesuatu yang gawat..”


“Ada masalah apa?”


“Seekor naga!!”

__ADS_1


__ADS_2