Princess In Another World

Princess In Another World
Rahasia


__ADS_3

‘Eh?’ Tiba-tiba saja ia berkata seperti itu, dan tentu saja itu membuatku sedikit bingung. “P-Pangeran Lucy, apa yang kau katakan..”


“Putri Iona, tidak. Putri palsu, kau tidak bisa membodohiku, sebelumnya aku tidak miliki janji apapun pada putri Iona. Dan karena responmu yang seperti itu, sudah jelas kalau aku curiga dengan hal itu.”


“T-Tunggu pangeran, apa yang sebenarnya kau katakan? Aku sama sekali tidak mengerti.”


“Dan tadi, kau juga memanggilku Lucy tanpa rasa malu. Biasanya, hanya dengan menyebut namaku saja sifatmu bisa berubah. Tapi, responmu yang tadi itu sungguh berbeda.”


“I-Itu, kau tau, karena aku terburu-buru, ya. Karena aku terburu-buruk dan juga aku sedikit panik. Dan mungkin saja itu tadi keceplosan, atau apalah itu.”


“Dan juga..” Entah kenapa mulutnya itu terus mengeluarkan kata-kata yang membuatku tidak bisa mengelaknya lagi.


Beberapa saat kemudian.


“Ha, jika kau sudah tau sejauh ini, mau bagaimana lagi.” Ia mengetahui beberapa rahasiaku, itu mungkin karena aku dan Iona sudah sering bertukar posisi jadi wajar orang peka sepertinya menyadari hal itu.


“P-Putri, apa yang kau lakukan..”


“Tenanglah..” Aku mendekat kearahnya.


Peluk.


Aku memeluknya, dan memejamkan mata. ‘Aku serahkan padamu.’ Aku terlelap.


“P-Putri..”


“A-AHH!!!!” Iona yang sudah berganti tubuh dengan Ari secara reflek mendorong Lucy yang sedang memeluknya dan membuatnya terjatuh.


“A-awww, p-putri..”


“M-Maaf sudah mendorongmu, apa kau baik-baik saja.”


“Hmm, jadi begitu.” (Lucy)


“Huh?”


“Putri Iona, benarkan.”


“Eh?”


“Jadi begitu ternyata, aku sudah pernah mendengarnya sebelumnya, tapi ini pertama kalinya aku melihatnya secara langsung.”


“P-Pangeran Lucy, apa yang kau katakan?”


“Kepribadian ganda, aku sudah pernah membaca dan mendengar tentang hal itu. Tapi ini pertama kalinya aku melihatnya, dan ternyata selama ini ada sedekat ini.”


“Pangeran Lucy?”


“Jadi, putri Iona, yang mana sikap aslimu? Yang tadi atau yang sekarang?”

__ADS_1


“Eh?!” Iona terlihat kebingungan dengan pertanyaan yang ditanyakan oleh pangeran Lucy.


“M-Maafkan aku” (Iona)


“Eh..” Aku kembali terbangun dengan paksa, dan karena hal itu aku hanya menarik nafas panjang.


“Wah!! Apa kau bertukar tubuh lagi.”


“Ya."


“Apa kau putri Iona yang tadi.”


“Iya.”


“Wah, bagaimana caramu melakukannya?”


“Aku juga tidak tau. Ah, sudahlah, pangeran Lucy. Aku ingin kau bersumpah tidak akan mengatakan hal ini pada siapapun.”


“Eh, kenapa aku harus melakukan itu?”


“Anggap saja sebagai jaminan kau yang sudah mengatahui rahasiaku.”


“Begitu. Kalau begitu, baiklah.”


“Eh?” Ia menerima syarat yang aku berikan dengan mudahnya. “Kau serius.”


“Tentu saja, lagipula memberitahukan rahasia orang lain pada orang lain bukan gayaku.”


“Emmm. Lalu, sebagai balasannya.”


“Eh?”


“Kau meminta syarat agar aku tidak bilang apapun mengenai rahasiamu ini, tapi aku tak mendapatkan apapun. Bukankah itu tidak adil.”


‘Cih, dasar.’ Pemikirannya cukup cerdas, tapi itu juga yang membuatku agak kesal. “Terserah, apa yang kau inginkan. Tapi, jika keinginanmu macam-macam aku tidak akan menyetujuinya.”


“Tenang saja, jadikan aku asistenmu. Hanya itu.”


“Huh? Asisten?” Itu bukan keinginan yang aneh, tapi itu juga yang membuatku agak bingung. “Asisten apa?”


“Kau saat ini adalah seorang komandan, dan kau pasti juga perlu seorang asisten. Jadi, aku menawarkan diri untuk itu. Lagipula ini bukan permintaan yang macam-macam, dan ini sesuai dengan kesepakatan sebelumnya.”


Dia memanfaatkan hal itu, sungguh orang yang licik. “Lucy, apa yang sebenarnya kau inginkan?”


“Hee, kau menyebut namaku lagi.”


“Jangan mengalihkan pembicaraan, jawab perntanyaanku.” Dia pasti memiliki sebuah tujuan dibalik tindakannya ini, sampai ingin menjadi asistenku sudah pasti dia memiliki rencana.


“Tidak ada, aku hanya ingin melihat caramu mengatur prajutitmu dan juga aku ingin tau caramu mendapatkan hati prajuritmu itu.”

__ADS_1


“Hanya itu?”


“Iya, hanya itu.” Alasannya sangat tidak logis, aku rasa dia punya rencana lain selain yang dikatakan olehnya barusan.


“Kalau begitu terserah kau saja.” Untuk saat ini aku rasa ini juga termasuk pilihan yang bagus, ini juga bisa menjadi langkah yang bagus untuk membuat Iona dan Lucy dekat. Dan mungkin aku bisa menebus rasa bersalahku dari apa yang sudah aku lakukan, seperti mencoba untuk membiarkan Iona tidak memiliki hubungan dengan orang lain karena ambisiku. Setidaknya aku ingin menebus hal itu.


Beberapa lama kemudian, ditempat pengungsian.


Tempat ini berada diluar kerajaan dan tempatnya juga cukup jauh dari kerajaan, bisa dipastikan kalau tempat ini adalah tempat yang aman saat ini.


“Aku dengar pasukan khusus yang dilatih oleh komandan misterius sudah datang, mereka pasti bisa menangani masalah ini.” (???)


Aku mendengar apa yang orang-orang ada disini bicarakan, dan juga. “Lucy, bisa kau bergeser sedikit.”


“Ahh. M-maaf putri Iona, tapi disini juga sudah cukup sempit.” Saat ini aku sedang berdiri berdesakan dengan yang lain. “Putri Iona, kau mau pergi kemana?”


“Aku mau pergi keluar.” Tempat ini sangat tidak nyaman dan juga aku ingin melihat apa ciptaan prototypeku berhasil apa tidak.


Di luar pengungsian


“Huh, sepertinya berhasil.” 1 naga sudah tidak terlihat dan sepertinya benda ciptaanku berhasil. Dari sini aku tidak bisa melihat apapun, dan yang bisa aku lihat hanyalah tersisa 2 naga yang sedang terbang diatas kerajaan.


Duarrrr. Sfx : Ledakan.


Sebuah ledakan terjadi diudara dan itu berasal dari salah satu naga. “Apa yang terjadi?” (Lucy)


“Ahh. Lucy, apa yang kau lakukan disini? Tempat ini cukup berbahaya lo.”


“Kau juga, apa yang kau lakukan disini jika kau tau kalau tempat ini berbahaya. Sudahlah, yang lebih penting.”


Aku kembali melihat kearah istana, dan naga yang terbang hanya tersisa 1. ‘Sepertinya mereka berhasil.’ Ledakan tadi kemungkinan adalah efek dari bom racun yang aku buat, jika bom itu bertemu dengan panas maka akan menghasilkan ledakan racun. Meskipun begitu, racun itu tidak akan bertahan lama hanya selama kurang dari 1 menit sebelum akhirnya menghilang, tapi sepertinya waktu yang singkat itu sudah cukup untuk membunuh 1 naga dewasa.


1 naga yang berhasil selamat pergi menjauh. “Ha, ayo kembali.”


“T-Tunggu putri, area kerajaan masih belum boleh...”


“Kau mau ikut atau tidak?”


“T-Tunggu aku!"


Beberapa lama setelah itu, Kerajaan Thorwn.


Kerajaan ini sangat sepi karena semua orang yang ada disini pergi ke pengungsian. “Putri Iona, itu naganya.”


“Hmm. Jadi itu, ya naganya.” Naga itu tergeletak tidak jauh dari gerbang, dan jika dilihat secara langsung naga itu memang besar. “Hey, apa yang ingin kau lakukan?”


“Melihat naga dari dekat, memangnya apalagi. Kesempatan seperti ini sangat jarang terjadi. Jadi aku tidak ingin melewatkannya.” (Lucy) Aku tak tau dia itu tidak takut mati atau bodoh tapi, setidaknya demi keamanannya aku harus memberitahunya.


Saat dia sudah berada didekat naga itu. “Lucy, naga itu belum mati lo.”

__ADS_1


“Eh?”


See you on Next Chapter...


__ADS_2