
‘A-Apa-apaan ini!’
“Iona, ada apa?” (Risa)
“Putri, apa ada masalah?” (Lucy)
“T-Tidak ada apa-apa.” Aku tak menyangka akan jadi seperi ini. “D-Disini ramai, ya.” Ramai seperti dipasar.
“Ini adalah rapat, sudah jelas ramai.” (Risa)
“Putri, apa kau pernah menghadiri rapat antar kerajaan sebelumnya?” (Lucy)
“I-Ini yang pertama kali.”
“Begitu, itu buruk.”
“Apakah seburuk itu?”
“Ya, saat rapat dilangsungkan. Yang diberikan izin untuk berbicara hanyalah perwakilan kerajaan saja, pendamping atau asisten pembantu hanya bertugas untuk sedikit membantu saja. Tapi mereka tidak diberikan izin untuk ikut campur dalam pembicaraan.”
“B-Begitu.” Jadi bisa disimpulkan, dari banyaknya orang disini, hanya ada beberapa orang yang bisa ikut berbicara dan itu sedikit membuatku tenang.
“Putri, rapatnya akan segera dimulai. Ayo kita ketempat duduk yang sudah disiapkan.”
“B-Baik.”
Beberapa saat kemudian.
Sebuah meja bundar yang cukup besar dan nama kerajaan disetiap tempat duduknya. Seluruh perwakilan kerajaan duduk di kursi yang sesuai dengan nama kerajaan mereka.
Sfx : Menelan ludah.
Seluruh perwakilan disini adalah orang dewasa, dan hanya aku yang anak-anak. ‘I-Ini membuatku gugup.’
“Apa kerajaan Thorwn bercanda, mengirimkan seorang gadis kecil untuk rapat besar seperti ini.” (???)
“Sepertinya raja dari kerajaan Thrown memang tidak serius menanggapi undangan yang ia berikan.” (???)
Lontaran kalimat itu diucapkan padaku, mereka semua merendahkanku.
“Sudah cukup, ini adalah pertemuan yang penting. Tidak peduli siapapun yang datang kemari, mau anak kecil atau siapapun disini mereka memiliki kedudukan yang sama.” (???)
Seseorang mencoba untuk membelaku. “Perwakilan dari kerajaan Arns, kau juga masih muda. Bukannya lebih baik kau belajar tentang hal lain daripada mengikuti rapat penting ini.” (???)
“Kalian semua, tolong tenang. Rapat akan segera dimulai.” (???)
“Siapa?”
“Itu pangeran Yudan.” Lucy berbisik padaku.
‘Jadi dia.'
“Saya akan segera memulai rapat ini. Kalian bisa melihat selembaran yang saya akan bagikan pada kalian semua.”
Beberapa saat setelah itu.
Aku menerima selembaran yang dimaksud oleh Yudan. ‘Apa ini?’ Ini berbeda dengan apa yang aku dengar dari Grild. Pengambilan kekuasaan, dan juga pergantian penguasa. Jika diartikan, raja baru akan diangkat. ‘Mana pembahasan tentang kudetanya?’
“Pangeran Yudan, bukankah raja yang sekarang masih sehat. Kenapa?” (???)
“Perwakilan dari kerajaan Thus. Saya akan menjawab pertanyaan anda. Ya, raja saat ini masih dalam kondisi yang sehat, tapi raja juga ingin segera meninggalkan urusan kerajaan karena faktor usia dan juga beliau juga sangat lelah.”
Jika seperti itu, aku mulai sedikit angkat bicara. “Pangeran Yudan, ada sesuatu yang ingin saya tanyakan.”
“Perwakilan dari kerajaan Thrown, silahkan.”
“Siapa yang akan melakukannya?”
“Itu sudah jelas, pangeran tertua yang akan menjadi raja.”
“Haha, putri, itu pertanyaan yang bodoh yang pernah aku dengar.” (???) Perwakilan kerajaan lain terlihat mengolok-olokku, tapi pertanyaanku masih belum terjawab dan bukan jawaban itu yang ingin aku dengar.
“Pangeran Yudan, bukankah diselembaran ini ditulis pengambilan kekuasaan. Itu berarti bukan hanya kerajaan ini, tetapi masih ada hal lain.” Pengambilan bisa disebut juga sebagai kudeta, dengan menjadi raja maka kudeta itu bisa dengan mudah dilakukan.
__ADS_1
“Perwakilan Thrown, apa yang anda katakan. Bukankah sudah jelas, seluruh kerajaan ini.”
‘Seluruh kerajaan, itu masih belum membuatku puas.’
“Apa ada hal lain yang masih kau inginkan selain ini? Bagian area kerajaan ini, begitu.”
“Huh?” Mendengar aku berkata seperti itu, perwakilan yang lain terlihat kebingungan.
“Apa yang kau katakan perwakilan Thrown.” (???)
“Seorang raja muda yang hanya memiliki kekuasaan yang sedikit, bukankah itu tidak akan membuat raja muda itu puas.”
“Perwakilan Thrown…” (Yudan)
“Jika kau menginginkan bantuan untuk mengkudetakan rakyat belakang agar memberontak pada pemimpin mereka, jangan bawa kerajaanku dalam masalah pribadimu.” Ikut dalam masalah ini berarti aku sudah setuju dengan apa yang dikatakan dan dilakukan olehnya.
“Iona.” (Risa) Risa terlihat mencoba untuk menghentikan apa yang aku katakan.
“Mengkudetakan? Apa yang kau maksud itu tuan putri kerajaan Thrown?” (???)
Ada seseorang yang bertanya seperti itu, dan ini kesempatanku. “Kalian belum tau, kerajaan ini terbagi menjadi 2 bagian. Bagian depan dan bagian belakang. Kerajaan Srevin yang mengambil alih bagian depan sedangkan bagian belakang sendiri berada di bawah kepemimpinan pimpinan lain.”
“2 penguasa didalam 1 daerah yang bersamaan.” (???)
Skandal itu sudah cukup, setidaknya seperti itu. “Risa-oneesama, Lucy, ayo pergi.”
“Iona.” (Risa)
“Putri.” (Lucy) Mereka berdua ikut pergi denganku.
Jika aku berbicara lebih banyak lagi aku khawatir kalau ketentraman kerajaan ini akan terancam oleh karena itu aku putuskan untuk mengundurkan diri, dan menyimpan apa yang aku tau untuk diriku sendiri. Tapi pada akhirnya, rencana yang sudah aku siapkan tidak aku gunakan.
Beberapa lama kemudian.
“Ha, ini sangat menyebalkan.”
“Iona, kenapa kau mengatakan hal seperti itu tadi?”
“Putri, jangan bilang kalau kau ingin menekan kerajaan maju seperti kerajaan Srevin ini.”
“Huh? Ada apa?”
“Jika sang pangeran datang kemari, berarti perkataanku itu benar.”
“Hah?”
Beberapa saat kemudian.
Gubrak. Sfx : pintu terbuka.
“Yo, pangeran Yudan. Ada perlu apa kau kemari, dan kau juga terlihat begitu tergesah-gesah.”
“Tidak perlu basa-basi lagi, aku akan langsug saja bertanya padmu. Putri dari kerajaan Thrown, sebanyak apa yang kau tau?” (Yudan)
“Hmm, bagaimana, ya. Setengah, hm, sepertinya kurang. Ah, bagaimana kalau, semuanya.” Mendengar hal itu, pangeran Yudan terlihat begitu terkejut. “Aku mengetahui semuanya, termasuk alasanmu mengadakan rapat ini.”
“Iona.” (Risa) Aku melihat kearah Risa dan ia terlihat begitu cemas. Tapi, karena ia tak mengetahui apapun ia memilih untuk diam dan itu adalah pilihan yang bagus.
‘Nah, pangeran apa yang akan kau lakukan.’ Aku cukup penasaran dengan apa yang akan dilakukan olehnya, meskipun begitu aku tak begitu tau dengan alasan dibalik tujuannya ingin menguasai area belakang kerajaan ini.
Beberapa lama setelah itu.
‘Cih, ini menyebalkan.’ Aku tak menyangka dia akan berani melakukan hal itu. Menyuruh prajurit untuk mengusirku dari kerajaan ini.
“Wah, tadi itu hampir saja.” (Lucy)
“Hey, kau juga mengetahuinya kan. Kenapa kau tadi hanya diam saja.”
“Hahaha, mau bagaimana lagi. Ucapanku sudah kau gunakan duluan, jadi ku tak memiliki persiapan lain.”
“Iona, apa yang sebenarnya terjadi?” (Risa)
“Ahh, m-maafkan aku Risa-oneesama. Aku mengacaukan rapat ini.” Tujuan utamaku pergi ke kerajaan itu adalah untuk mengajak kerajaan itu membuat aliansi karena itu akan sangat menguntungkanku. Tapi, jika keadaanya seperti itu maka mengajak aliansi sangat tidak mungkin terjadi. Lagipula, setelah melihat ambisi pangeran Yudan yang seperti itu, membuatku merasa jika membuat aliansi dengan raja sepertinya tidak akan menghasilkan apapun selain kerugian untukku.
__ADS_1
Perjalanan pulang memakan waktu yang cukup lama, dan ini sepertinya akan menjadi perjalanan pulang yang membosankan.
Besoknya.
Kami sudah hampir sampai di kerajaan Thrown, tapi sesuatu terjadi.
Kereta kudanya berhenti. “Apa yang terjadi?” (Lucy)
“Mungkin lagi kebelet.”
“Begitukah?”
“Mungkin saja.”
Beberapa menit kemudian.
Kereta kuda ini tidak kunjung berjalan. “Risa-oneesama, aku akan melihat keadaan diluar bersama Lucy.”
“Eh, aku?”
“Sudah, ayo cepat.” Aku menarik Lucy keluar dari kereta kuda.
Aku melihat sekeliling tapi tidak ada orang disini. “Dimana kusirnya?”
Di tempat duduk kusir tidak ada. “Putri, sepertinya ada sesuatu yang sudah terjadi.”
“Sepertinya memang begitu.” Aku memutuskan untuk melihat lebih jauh lagi untuk mencari sesuatu.
Beberapa saat kemudian.
“Lucy, apa kau menemukan sesuatu?” Aku dan Lucy sedikit berpencar untuk sedikit memperluas area pencarian.
“Tidak ada apapun disini.” Mencari disemak-semak atapun dibalik pohon tapi kami tidak dapat menemukannya.
“Sebenarnya dimana dia buang air?”
“Putri…”
“Huh? Ada apa?”
“Sepertinya memang ada sesuatu yang buruk sudah terjadi.” Karena penasaran akupun menghampirinya. “Putri, sebaiknya kau jangan…”
“Hmm, potongan yang bagus.”
“P-Putri…” Disini aku melihat sesuatu yang cukup kejam.
“Dia dibunuh, ya.”
“Ya, sepertinya begitu. B-Bukan begitu, putri kenapa kau bisa tetap tenang setelah melihat ini..”
“Panik tidak akan menyelesaikan masalah. Hah?!” Dan seketika aku menyadari sesuatu.
“Putri, ada apa? P-Putri tunggu..” Aku segera berlari dan kembali ketempat kereta kuda itu berada.
Beberapa saat kemudian.
“Huh? Dimana kereta kudanya?” (Lucy)
“Sial, kenapa aku bisa melupakannya…” Kecerobohanku membuat Risa dalam bahaya. “Para ketua regu dan yang lainnya. Keluarlah!”
Beberapa saat kemudian
“Komandan, maaf.” (Grild)
“Grild, jelaskan apa yang sudah terjadi?”
“Beberapa saat lalu kereta kuda yang komandan naiki dibawa pergi oleh beberapa orang.”
“Kemana?”
“Saya masih belum tau, tapi saya sudah menyuruh beberapa prajurit khusus untuk mengikuti mereka.”
‘Cih, ini menyebalkan.’ Risa sudah diculik karena kecerobohanku. “Grild, beri aku dan Lucy tumpangan kembali kemarkas.”
__ADS_1
“Baik.”
Hari ini, kecerobohanku sudah membuat nyawa orang yang berharga bagiku dalam bahaya. ‘Aku harus segera melakukan sesuatu. Jika tidak, maka hidup Risa dipertaruhkan.’