
"Saat ini, dengan usahamu kita sudah berada di puncak dunia ini." (Shiryu)
"Puncak dunia?"
"Ya, kita berdua sudah berhasil menguasa seluruh dunia. Dan lihat mereka, mereka sudah memuja kita."
"Yang benar saja, apa yang sudah terjadi sebenarnya disini. Ini sangat kacau." Saat aku melihatnya, tidak ada hal lain yang bisa aku lihat kecuali darah dan juga peperangan."Ini persis seperti yang aku perkirakan."
"A-Apa yang kau lakukan, lepaskan aku!!" Tiba-tiba saja ia mengendongku.
"Kau adalah calon istriku, aku akan membuatmu tetap aman."
"Lepaskan aku!!" Aku memberontak, tapi ia tetap mengabaikanku. "Jika seperti ini, tidak ada cara lain."
Gubrak
Aku langsung membanting orang yang mengaku calon suamiku ini. "Ingat, jangan sekali-kali kau menyentuhku. Atau mungkin beberapa tulangmu akan aku patahkan seperti aku mematahkan sebuah kayu yang begitu rapuh." Sifat asliku keluar, sifat dari seorang laki-laki yang bernama Touji Ari. "Camkan hal itu baik-baik di dalam kepalamu, jika tidak... Maka rasakan akibatnya."
------------------
Kamar
"Bagaimana hal ini bisa terjadi, padahal ini baru 1 hari tidak mungkin kejadian besar seperti ini langsung terjadi." Aku merasa ada yang aneh, hal yang sangat aneh. Meskipun ada kemungkinannya, setidaknya butuh waktu 1 atau 2 tahun untuk bisa merubah keadaanya menjadi seperti sekarang.
"Tuan putri.."
"JANGAN GANGGU AKU!!"
"M-Maafkan saya tuan putri, tapi ada seseorang yang ingin menemui anda."
"Komandan, ini saya."
"Grild.." Itu adalah suara Grild, jika ada dia mungkin aku bisa tau situasinya kenapa bisa sampai seperti ini. "Grild, masuklah."
Grild masuk, dan aku lansung bertanya apa yang sebenarnya sudah terjadi kenapa bisa jadi seperti ini. "Grild, apa yang sebenarnya sudah terjadi?"
"Komandan? Ada apa, apa anda sudah melupakannya."
"Melupakan apa?" Ini membuatku semakin bingung.
__ADS_1
"Sejak 1 setengah tahun anda sudah memulai penyerangan dibawah komando calon suami anda."
"S-Satu setengah tahun."
"Apa anda benar-benar tidak ingat."
"Tolong jelaskan secara singkat."
"Baik."
-----------------
"Oy oy, Iona. Apa yang sebenarnya sudah kau lakukan?" Dari cerita Grild, ia bilang kalau aku dan Shiryu sejak satu setengah tahun lalu sudah memulai invasi untuk menguasai dunia, dan itu akibatnya jadi seperti sekarang. "Ini sangat tidak masuk akal."
"Komandan, ada apa?"
"Jika Iona melakukan hal itu, kenapa disaat seperti ini ia malah mengembalikan tubuhnya padaku. Jika yang dia inginkan adalah hal seperti ini, kenapa dia pergi." Ini membuatku sangat kesal. "Grild, terima kasih atas penjelasanmu barusan."
"Komandan.."
"Jangan panggil aku komandan lagi, seseorang yang membuat dunia kacau tidak pantas disebut seorang komandan. Kau boleh pergi sekarang." Grild perlahan pergi meninggalkan kamar.
"Jika kau bisa membuat dunia seperti ini, kau seharusnya tau cara untuk mengembalikannya. Kenapa kau limpahkan semuanya padaku." Ini mirip seperti perlakuan kedua orang tuaku dulu, semua milikku harus aku yang menanggung beban itu, dan tidak jarang beban mereka juga mereka berikan padaku.
"Iona, aku minta maaf. Dunia yang saat ini, jauh dari apa yang aku bayangkan. Aku tidak bisa mengatasinya, aku sungguh minta maaf. Oleh karena itu, apa aku boleh pergi dari dunia ini?" Meskipun begitu, aku masih belum tau cara untuk pergi meninggalkan tubuh ini. "Maafkan aku Iona, seperti yang aku pernah janjikan dulu. Jika kau tidak membiarkanku untuk pergi, aku akan melakukan sesuatu pada tubuhmu ini." Aku perlahan berjalan menuju ke balkon.
"Nee Iona, kira-kira apa aku akan kembali ketempatku yang seharusnya jika aku mati disini." Ini adalah salah satu cara terakhir untuk bisa lepas dari penjara ini. Meskipun tidak, setidaknya ini patut untuk dicoba. Disini, aku sudah tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Dunia ini sudah sangat kacau.
Perlahan aku mulai naik ke atas pembatas balkon. "Ini sangat tinggi, ya. Kira-kira apa aku akan langsung mati jika terjun dari sini." Tak ada respon. Padahal aku sangat mengharapkan ada respon darinya. "Maafkan aku Iona. Sepertinya kisahku denganmu hanya sampai disini saja." Tak ada respon. "IONA!! JAWAB, APA KAU INGIN TUBUHMU INI MATI BERSAMA DENGANKU!!"
Sekeras apapun aku mencoba, aku tidak bisa melakukan hal ini. "Aku ini memang payah." Aku melihat ke arah langit. "Aku harap ini hanyalah sebuah mimpi, dan aku berharap segera dibangunkan oleh seseorang."
---------------------
Hiks hiks, hiks hiks..
"Sangat memalukan, kau menangis." (???) Aku mendengar suara.
"Siapa kau?" Tanpa aku sadari ada seseorang yang masuk ke dalam kamarku. "Dan siapa yang memberimu izin untuk masuk ke kamarku."
__ADS_1
"Hm... Anggap saja aku orang asing, dan aku tidak perlu izin untuk datang kemanapun."
"Kau orang yang aneh." Entah apa tujuannya, aku sudah tidak peduli. Yang aku inginkan hanyalah pergi dari sini.
"Apa kau putus asa?"
"Ya, aku sangat putus asa."
"Kenapa tidak bunuh diri saja, itu bisa mengakhiri penderitaanmu."
"Berkata seperti itu memang mudah, tapi aku tak bisa melakukannya." Ia berbicara seperti itu seakan bunuh diri itu adalah hal yang mudah dilakukan.
"Hm... Begitu, kalau begitu. Apa kau ingin mendengar saran dariku."
"Saran?"
"Ya, aku memiliki beberapa saran untukmu."
"Apa itu?" Meskipun aku tak tau itu akan berguna atau tidak, tapi tidak ada salahnya kalau aku mendengarnya.
"Apa kau yakin dengan bunuh diri masalah yang kau hadapi saat ini akan selesai."
"Hm... Tentu saja, mati itu artinya semuanya berakhir."
"Itu jika berakhir, kalau tidak. Kau mungkin saja akan terlempar kedunia yang lain lagi dan akan mendapatkan masalah yang serupa lagi seperti sekarang."
"Tunggu, kau bilang terlempar kedunia lain. Jangan-jangan kau-..."
"Ups, aku terlalu banyak berbicara. Ari, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu."
"K-Kau, mengetahui namaku. Apa mungkin kau-..."
"Ari..."
"Eh?" Aku mendengar suara seseorang yang memanggil namaku, dan seketika suasana disini berubah. "Ini, dimana?" Sebuah tempat yang belum pernah aku lihat sebelumnya, tampat yang sangat aku dambakan. Sebuah tempat yang tenang dan damai.
"Ari!! Syukurlah kau baik-baik saja."
Suaranya sangat tidak asing bagiku. "Iona..." Suaraku, suara dari seorang gadis yang saat ini sedang memelukku adalah Iona. "Begitu, ya." Orang yang aku temui barusan adalah seorang dewa, dewa yang menggunakan wujud anak kecil. "Ini sangat merepotkan." Dewa itu sudah menunjukkan sesuatu, ia menunjukkan bagian terburuk dariku pada gadis ini.
__ADS_1
See you on the next Chapter....