Princess In Another World

Princess In Another World
Sang Naga


__ADS_3

Sore hari, hutan dibelakang markas khusus.


“Hmmm,bkau masih ada disini.” Aku sudah sampai, dan mata naga ini tertutup tetapi ekornya masih mengibas yang menandakan kalau naga ini masih bangun.


Sfx : Pukul.


Aku memukul kepalanya. “Seperti biasa, tubuhmu memang keras khususnya dibagian kepalamu.” Meskipun sudah pernah menyentuhnya sebelumnya, aku masih suka melakukan hal yang sama pada naga ini.


Sfx : Menggeram.


Aku tak mengerti bahasa naga, tapi sepertinya ia ingin aku berbicara. “Naga, aku butuh bantuanmu. Aku tau ini akan merepotkanmu, tapi keadaanya sama seperti sebelumnya ataumungkin lebih buruk daripada sebelumnya.” Naga ini hanya mengibaskan ekornya.


“Kau tak ingin membantuku lagi, ya.” Aku tak tau, tapi aku rasa hutangnya padaku sudah ia lunaskan sebelumnya. “Ha, aku harus memikirkan cara lain lagi, ya.” Aku menjadi sedikit murung, jika saja naga ini mau membantuku lagi mungkin masalah ini akan selesai dengan cepat. “Eh?!” Naga ini tiba-tiba saja bangun. “T-Tunggu sebentar, jangan bilang kalau kau akan memakanku!” Jika itu memang benar, pilihan terburuk karena sudah memberanikan diri kesini.


Beberapa saat kemudian.


“HAAAA!!!!! T-TURUNKAN AKU!!!! AKU MOHON!!!!!” Secara tiba-tiba aku dibawa olehnya terbang, dengan cara memengan tubuhku menggunakan tangannya. Tapi, yang paling penting. “AHHHH!!! TURUNKAN AKU!!!” (Phobia ketinggian)


Beberapa menit kemudian.


“Ha, ha, ha.” Nafasku terengah-engah, berhasil melawan ketakutanku mungkin ini adalah hal baru untukku tapi. “Kenapa, kau melakukan itu!!”


Naga ini seketika membawaku terbang dan mendarat di pantai. “Huh? Ada apa?” Naga itu melihat ke tengah lautan, dan itu membuatku ikut melihat apa yang dilihat olehnya. “Kapalnya, berhenti.” Kapal kerajaan Victoria yang menuju kemari terlihat berhenti. ‘Apa mereka ketakutan melihat naga yang terbang barusan?’ Setidaknya hanya itu yang bisa aku pikirkan saat ini. Jika memang benar seperti itu, piihan terbaik mereka adalah kembali. Meskipun begitu, ini sama sekali tidak termasuk rencanaku, semua ini terjadi secara tiba-tiba.


Beberapa saat kemudian.


“Huh? Naga, apa yang kau lakukan?” Naga ini merentangkan kedua sayapnya lebar-lebar, dan mulai membuka mulutnya. “Ehh, bukannya ini sedikit gawat.” Karena merasakan ini akan sedikit berbahaya, aku putuskan untuk berlindung dibelakang naga ini. Dan sesuatu yang besar terjadi setelahnya.


“P-PANAS!!!!” Hembusan bola api yang begitu besar dan panas dikeluarkan oleh naga ini. Meskipun berada dibelakang naga ini, aku masih bisa merasakan panasnya.


Aku tak bisa melihat apa yang terjadi karena jika aku keluar dari balik naga ini, aku tak tau apa yang akan terjadi padaku selanjutnya. Bisa saja aku terpanggang karena kepanasan.


Beberapa saat setelah itu.


Hawa panasanya mulai menghilang, dan karena itu aku memberanikan diri untuk keluar dari balik naga ini dan melihat apa yang terjadi. ‘Woy woy, yang benar saja!!’ Sesuatu yang aku lihat ini adalah sesuatu yang cukup mengerikan.


Beberapa kapal armada laut kerajaan Victoria terbakar, dan juga air lautnya menguap karena suhu panas akibat ulah naga ini. Letusan gelembung air panas bisa aku rasakan dari sini.


Beberapa menit kemudian.


Armada laut kerajaan Victoria memutar haluannya. Meskipun bisa dikatakan rencana yang tak terduga ini berhasil, tapi disaat bersamaan aku melihat seberapa mengerikannya kekuatan naga ini. ‘Woy woy.. jangan lagi.’ Naga ini kembali memegang tubuhku dengan cukup erat, dan... “AHHHHHH!!!!!!”


Beberapa lama setelah itu, hutan belakang markas khusus.

__ADS_1


“Haaaa!!! Dasar naga menyebalkan!!!” Naga ini membuatku begitu marah, ketakutanku terhadap ketinggian ia mencoba mempermainkanku dengan mengulangi hal sama padaku. Meskipun begitu, dilain sisi aku cukup berterimakasih padanya karena dia sudah mau membantuku. “(tersenyum) Terimakasih.” Naga itu kembali terlelap dalam tidurnya. “Mungkin, kedepannya aku akan sering merepotkanmu. Jadi, jangan pergi dari sini, ya.” Naga itu hanya menggeram. Aku tak tau apa yang dia katakan, tapi aku merasa cukup senang hari ini. “Kalau begitu, sampai jumpa.”


Malam hari, ruang tahta.


Saat ini aku sedang berada di ruang tahta, entah karena urusan apa tiba-tiba ayah menyuruhku datang kemari. “Iona, ada yang ayah ingin tanyakan padamu.”


“Ada apa ayah?” Tidak ada orang sama sekali disini, kemungkinan yang akan ditanyakan oleh ayah adalah sesuatu yang bersifat pribadi atau rahasia.


“Ini tentang armada laut kerajaan Victoria yang berniat untuk menyerang kerajaan ini tadi pagi, kau pasti sudah mendengar kabarnya.”


“Kabar?” Cara terbaik untuk menghindari berbagai pertanyaan adalah berpura-pura tidak mengetahui apapun. Setidaknya itulah yang aku lakukan saat ini, ini juga bertujuan agar pembicaraan ini segera berakhir.


“Kau belum mendengarnya?”


“Memangnya ada apa?” Akting yang cukup bagus, dengan begini kecurigaan ayah akan hilang terhadapku.


“T-Tidak ada apa-apa, lupakan saja.”


“Begitu. Kalau begitu, aku akan kembali ke kamar.”


“Ya..”


Kamar


“Haa, sudahlah.” Aku tak tau siapa orang lain yang melihat kejadian itu, tapi ada satu hal yang harus aku segera lakukan secepatnya. ‘Menangkap orang yang bisa mengendalikan naga itu.’ Keberadaan orang itu begitu berbahaya, melihat kekuatan naga yang sebesar itu orang itu pasti bisa menghancurkan 1 kerajaan dengan mudah. Tapi yang pasti, orang itu tidak ada dikerajaan ini, aku sangat yakin dengan hal itu.


“Hoamm, aku lelah.” Dengan semua yang terjadi tadi sore, itu membuatku merasa begitu lelah. “Selamat tidur.” Setidaknya aku ingin istirahat dengan tenang dan memulihkan semangatku untuk besok.


Pagi hari yang cukup cerah.


Tok tok tok. Sfx : Ketukan pintu.


“KOMANDAN!! KOMANDAN!!” (???)


Mendengar suara yang cukup keras itu membuatku terbangun. “Hoaamm, padahal waktu sekolah masih lama.”


“Komandan, ada sesuatu yang gawat yang ingin saya sampaikan.”


‘Gawat?’ Jika didengar dari suaranya, itu kemungkinan adalah Grild. “Masuklah.”


“Terimakasih.” Grild masuk.


Setelah itu.

__ADS_1


“Lalu, apa masalah gawatnya?”


“Naga!!”


“Naga? Bicara dengan jelas, aku tak bisa paham jika kau hanya mengatakan 1 kata seperti itu.” Karena ia terlihat tergesah-gesah dalam berbicara, aku tak bisa mengerti apa yang ia katakan.


“M-Maaf komandan.”


“Untuk sekarang, coba kau tarik nafas dulu, dan tenangkan dirimu.” Famus menarik nafas dan mulai menenangkan dirinya. Dan setelah ia cukup tenang. “Lalu, apa yang terjadi?” Sangat jarang melihatnya seperti ini, mungkin sudah terjadi sesuatu yang cukup serius.


“Komandan!!”


Ia kembali tergesah-gesah. “Famus, tenangkan dirimu.”


Beberapa saat kemudian.


“Kau sudah tenang.”


“Ya.”


“Kalau begitu, jelaskan secara perlahan.’’


“Baik. Komandan, begini.” Famus mulai menjelaskan.


Beberapa menit kemudian.


“Hmm, begitu.” Dari cerita yang aku dengar dari Famus, ia mengatakan kalau naga yang tertidur di hutan yang ada dibelakang markas berpindah. Tapi bukannya pergi menjauh, naga itu malah berpindah tepat kebelakang markas.


“Komandan, kenapa anda masih bisa tenang disaat seperti ini.”


“Panik tidak akan menyelesaikan masalah, lagipula naga itu saat ini sedang tertidur kan.”


“Y-Ya, begitulah.”


“Jika seperti itu tidak ada masalah. Selama kalian tidak menganggunya aku yakin naga itu tidak akan melakukan apapun selain tidur dibelakang markas.”


“Tapi...”


“Ha. Sudalah, saat pulang dari sekolah aku akan memeriksanya sendiri. Sementara itu, jangan lakukan hal yang bisa membuat naga itu bangun atau marah.”


“B-Baik.” Famus pergi.


“Ha, ini merepotkan.” Aku tak pernah menyangka kalau naga itu akan pindah tempat ke dekat markas khusus. Meskipun jarak markas khusus agak jauh dari area militer utama, tapi aku tak menyangka dia akan pindah tempat ke dekat markas. “Haa. Iona, nanti saat pulang dari sekolah ajak Lucy ke markas. Untuk saat ini, aku ingin tidur dulu. Selamat tidur.” Yang harus aku pikirkan bukan masalah naga itu, tetapi masalah yang lebih penting dari itu.

__ADS_1


__ADS_2