
Beberapa bulan kemudian
Sudah beberapa bulan berlalu, dan Iona sudah mulai sering menggunakan tubuhnya ini. Itu membuatku cukup senang dan aku lebih memilih untuk tidur dan bangun disaat yang penting saja. Tapi, tetap saja sesekali Iona tidak menggunakan tubuhnya dan membiarkanku untuk menggunakannya.
Siang hari di area militer markas khusus
“Ha, ini sangat membosankan.” Sudah beberapa bulan berlalu dan tidak ada hal lain terjadi. ‘Jika seperti ini, otakku akan segera buntuh.’
“Komandan, anda terlihat sedang bosan.” Laren masuk ke ruanganku.
“Laren, ya. Ada apa?”
“Saya ingin meminta saran tentang pembangunan di tempat itu.”
“Terserah padamu saja, siapa yang memulai dia yang harus menyelesaikan.”
“Tapi komandan, ada sedikit masalah...”
“Huh?”
Beberapa lama setelah itu
Di wilayah yang sedang dipengang oleh para ketua regu.
‘Woy woy.. apa-apaan itu.’ Sesuatu yang belum pernah aku lihat sebelumnya, dan itu terlihat sangat menyeramkan. “A-Apa ini?”
“Monster ini sepertinya turun dari gunung..”
“Tapi, mereka terbunuh seperti itu. Bukankah itu berarti ada monster yang lebih berbahaya dari monster ini.”
“Tebakan komandan benar, dan lihat ini.” Ia menunjukkanku sesuatu.
‘Yang benar saja.’ Langkah kaki raksasa ada didekat mayat monster ini, dan bukan hanya 1 tapi ada beberapa jejak kaki dengan ukuran yang berbeda tapi memiliki bentuk yang sama. “B-Bukannya ini sudah berlebihan.”
“Komandan, apa yang harus kita lakukan?”
“Tidak ada, abaikan saja. Anggap saja ini bukan apa-apa.”
“Tapi komandan...”
“Ini bukan hal yang bisa pasukan kecil bereskan dengan mudah, sudahlah. Jika ada laporan lain segera kabari aku.”
“Baik.”
__ADS_1
Kamar
“Woy woy!! Kenapa disaat seperti ini.” Jejak kaki yang aku lihat tadi itu, adalah jejak kaki gerombolan naga. Aku tidak begitu yakin itu naga atau bukan, tapi aku tak melihat jejak lain disekitar sana dan jika seperti itu. Setelah memangsa monster itu, naga itu terbang dan dengan begitu itu menjelaskan kenapa aku tidak bisa melihat jejak kaki lagi disana.
“Cih, siapa yang sudah menyulut kemarahan naga.” Dari beberapa buku yang aku baca, naga adalah ras yang sangat kuat, mereka tertidur dilembah yang sangat berbahaya selama ribuan tahun. Dan konon katanya 1 ekor naga mampu membumihanguskan 1 kerajaan dengan sangat mudah. “Ini merepotkan.” Senjata yang ada didunia ini tidak ada yang bisa menembus kulit naga yang sekeras baja. “Aku harus memikirkan solusi terbaik.” Jika tak ada cara untuk mengalahkannya setidaknya aku harus bisa mengurangi dampak jika sampai scenario terburuk terjadi (kerajaan dibumihanguskan).
Beberapa hari setelahnya
Arena militer markas khusus.
“Komandan, kami mendapatkan laporan dari salah satu penduduk yang ada di wilayah kita.” (Dirk)
“Ha, ada apa lagi?”
“Ternak mereka mengilang dan ditempat kejadian mereka hanya melihat jejak kaki, dan hanya itu.”
“Kau boleh keluar."
“Baik.”
“Ha.. ini menyebalkan.” Selama beberapa hari terakhir ini laporan yang sama terus bermunculan, itu membuktikan kalau naga itu kemungkinan sudah aktif. “Ternak, setelah ternak di wilayah itu habis mereka pasti akan menyerang manusia.” Sebelum hal itu terjadi, aku harus segera mencari solusinya. “AH!!! Ini menyebalkan.” Aku perlahan mulai menutup mata. “Inori, gantikan aku.. aku sangat lelah dengan hal ini. Selamat tidur.”
Malam hari
“Hoamm, huh?” Aku berpindah kekamar. “Kenapa ini berantakan sekali...” Catatan kertas, dan juga berbagai coretan dikertas ini membuat kasur ini terlihat berantakan. “Huh, bukannya ini.” Aku melihat salah satu coretan kertas itu, dan melihat sesuatu yang tak asing. “Tank?” Gambar tank, dan itu begitu mirip.
Aku kembali melihat coretan yang ada disini, dan semua yang aku lihat adalah gambar tranportasi militer diduniaku sebelumnya. ‘Jika didunia ini ada benda semacam ini, mungkin membunuh naga itu tidak akan menjadi hal yang sulit.’ Tapi karena benda seperti ini tidak ada didunia ini, maka aku harus memikirkan cara lain. “Apa yang bisa aku lakukan?”
Salah satu hal yang aku pikirkan adalah meracuni naga itu, tapi itu sangat sulit dilakukan. Dan bisa saja naga itu memiliki ketahanan terhadap racun karena mereka sebelumnya tinggal di lembah yang sangat berbahaya. Jika kejadiaanya seperti itu maka itu akan sia-sia. “Sudahlah, pikirkan saja hal itu nanti. Ada hal yang harus aku lakukan sekarang.”
Pagi hari, sekolah kerajaan.
‘Hoaammm.. aku ketiduran lagi.’ Saat aku tertidur, kemungkinan Iona yang sudah melakukan ini. ‘Sudahlah, tidur lagi saja.’ AKu saat ini tidak ingin disibukkan dengan hal lain, saat ini aku ingin fokus dengan 1 hal saja. ‘Selamat tidur.’
Beberapa lama kemudian.
Dakk.
“A-Aww...” Seseorang memukul kepalaku dan seketika aku langsung membuka mataku.
“Putri Iona, ini adalah waktunya pelajaran. Anda tidak boleh tertidur.”
“M-Maaf.” Aku tak tau kenapa, tapi Iona tidak mengambil alih tubuhnya saat aku tertidur. ‘Ha, merepotkan.’
__ADS_1
Aku terpaksa mengikuti pelajaran yang sudah aku pahami sebelumnya, dan ini terasa begitu membosankan.
Sore hari, taman
“Maaf membuat kalian menunggu.” (Sofia)
“Kau lama..” (Risa)
“Aku tadi habis membantu ayahku, jadi aku sedikit terlambat.”
“Sudah-sudah, jangan mempermasalahkan hal kecil.”
“Maafkan aku putri Iona, aku jadi membuat jadwal yang kita buat berantakan.”
“Tidak masalah.” Untuk mengganti ketenangan yang terganggu waktu itu, mereka kembali mengajakku berjalan-jalan. ‘Sepertinya, masalah ini aku serahkan padanya saja. Iona, tolong.’ Aku perlahan menutup mataku, dan kesadaranku mulai menghilang.
Beberapa jam setelah itu
Malam hari, kamar
“Ha, akhirnya selesai. Sekarang tinggal sisanya saja..” Saat ini aku masih memikirkan tentang cara untuk meminimalisir kerusakan seandainya scenario terburuk memang terjadi. Ini aku lakukan untuk pencegahan awal saja, dan sisanya aku akan coba untuk memikirkannya nanti.
Tok tok tok
“Huh? Siapa?” Ada yang mengetuk pintu kamarku.
“Maaf komandan, ada sesuatu yang ingin saya beritahu.” Jika didengar dari suaranya itu adalah Famus.
“Baiklah, kau boleh masuk.”
“Terimakasih…”
Famus masuk dan langsung menjelaskan apa yang terjadi.
Beberapa lama setelah itu
‘Woy woy, ayolah. Saat ini aku sedang bingung jangan tambah masalah lagi.’ Dari cerita yang aku dengar dari Famus, kerajaan Atrin yang berada sekitar 250 km dari timur kerajaan ini tengah menuju kemari dengan 25 ribu pasukan miliknya. Dan kemungkinan besar kalau mereka akan menyerang kemari. ‘1 masalah belum selesai malah muncul masalah baru. Ini sangat merepotkan.’ Aku sebenarnya ingin menyelesaikan masalah naga ini terlebih dahulu, tapi masalah ini juga lebih penting lagi. Dan saat itu, aku terpikirkan sesuatu yang cukup menarik.
“Komandan, ada apa?”
“Tidak ada apa-apa, aku hanya memikirkan sesuatu yang bagus saja.” Jika menggunakan itu kemungkinan 2 masalah ini akan selesai dengan cepat. Tapi, ini juga akan menjadi sedikit pertaruhan. “Famus, kau bisa kembali. Aku akan membuat rencana.”
“Baik komandan.” Setelah Famus pergi, aku mulai membuat sebuah rencana. Aku menyebutnya, ‘Memancing naga.’ Rencana ini cukup beresiko tapi jika selesai, kedua masalah yang sedang aku bingung ini akan selesai dengan cepat.
__ADS_1
“Aku harap ini berjalan sesuai dengan apa yang aku harapkan.”
See you on the next Chapter...